RBCOM – Dominasi tim-tim asal Jawa Barat kembali terlihat di ajang HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 kategori U-15.

Dua wakil daerah tersebut, Goal Aksis Cimahi dan Cipta Cendikia Football Academy (FA) Bogor, berhasil mengamankan tempat di babak semifinal usai meraih kemenangan pada laga terakhir fase grup yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jumat (10/7).

Keberhasilan kedua tim memastikan Jawa Barat memiliki tiga wakil di semifinal. Goal Aksis Cimahi dijadwalkan menghadapi sesama tim asal Jawa Barat, Mojang Priangan, Sabtu (11/7), dalam laga bertajuk derby yang diprediksi berlangsung sengit.

Goal Aksis Pastikan Tiket Semifinal

Goal Aksis Cimahi mengunci status runner-up Grup B setelah menaklukkan Tigers Football Academy Surabaya dengan skor 2-0.

Sejak awal pertandingan, skuad asuhan Budi Sufarlan tampil agresif dan mendominasi penguasaan bola. Sejumlah peluang sempat tercipta melalui Dian Aprilia Pary dan Bilqis Fatimah Az Zahra sebelum kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-18.

Vanessa Putri Danka Akasah yang masuk dari bangku cadangan sukses memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Dian Aprilia untuk membawa Goal Aksis unggul 1-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tekanan terus diberikan kepada Tigers Football Academy. Hasilnya, Nadia Afriliani menggandakan keunggulan pada menit ke-34 setelah menyelesaikan umpan panjang Bilqis Fatimah Az Zahra.

Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan dan memastikan Goal Aksis melangkah ke semifinal.

Pelatih Goal Aksis, Budi Sufarlan, menilai anak asuhnya mulai menunjukkan identitas permainan yang selama ini dibangun.

"Mereka (pemain) hari ini main lebih tenang, jadi lebih keluar potensinya sih. Dan syukur alhamdulillah hari ini dari pemain Goal Aksis menuangkan kemampuannya, lebih terlihat karakter permainan dari Goal Aksis, cara bermain build-up-nya seperti apa, defending-nya seperti apa, dan transisinya seperti apa," kata Budi Sufarlan.

"Untuk semifinal, kami sudah pernah ketemu sama Mojang Priangan dan punya track record bagus, jadi kalau secara teknik dan taktikal tidak kami terlalu pikirkan, yang paling kami pikirkan adalah motivasi ketika bertanding sih. Jadi siapa yang motivasinya lebih di lapangan, mungkin itu yang akan keluar sebagai pemenang," sambungnya.

Penyerang Goal Aksis, Alika Nailah Arkana Oskar, menyebut komunikasi dan kesabaran dalam membangun serangan menjadi faktor utama keberhasilan timnya.

"Hari ini kami lebih banyak berkomunikasi di lapangan, terus mainnya juga lebih sabar jadi tidak gampang kehilangan bola. Bersyukur kita bisa menang dan maju ke semifinal, semoga di pertandingan berikutnya kami bisa tampil lebih baik lagi," ujar pemain nomor 9 itu.

Sementara itu, pelatih Tigers Football Academy, Patar Samuel Parningotan, mengakui faktor mental masih menjadi pekerjaan rumah bagi timnya.

"Skema permainan yang kami harapkan sebenarnya sangat dipengaruhi oleh faktor mental anak-anak. Secara pemahaman taktik, mereka sebenarnya sudah paham format permainan di lapangan dengan skema two-diamond. Namun, karena pengaruh mental di pertandingan pertama dan kedua, skema itu tidak terlihat. Baru pada pertandingan terakhir tadi skema tersebut mulai terlihat, kami bisa lebih menekan lawan." bebernya.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan turnamen oleh Djarum Foundation.

"Terima kasih kepada Djarum Foundation dan seluruh stakeholder yang telah menyelenggarakan turnamen seperti ini. Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan prestasi dan memberikan mereka kesempatan berkembang. Kami juga berterima kasih kepada Kota Kudus yang telah menyambut kami dengan penuh keramahan," katanya.

Cipta Cendikia FA Ikut Melangkah ke Empat Besar

Di pertandingan lainnya, Cipta Cendikia Football Academy (FA) Bogor juga memastikan tiket semifinal setelah mengalahkan tuan rumah Scorpion FC Kudus dengan skor 2-0.

Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Cipta Cendikia lebih dominan dalam penguasaan bola, sementara Scorpion FC mencoba mengandalkan serangan balik cepat.

Gol pertama lahir menjelang turun minum melalui sepakan Keyla Azzahra Putri Natawidjaya yang memanfaatkan kombinasi apik Albianca Raula dan Ayla Dva Khala Ahisma.

Pada babak kedua, Ayla melengkapi kemenangan timnya lewat aksi individu yang diakhiri sepakan keras untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Pelatih Cipta Cendikia FA, Ruly Hidayansyah, memuji kedisiplinan para pemain yang mampu menjalankan seluruh instruksi dengan baik.

"Kunci kemenangan adalah disiplin pertahanan. Lawan semangat, kami harus lebih semangat, mereka punya kecepatan, kami harus lebih cepat. Alhamdulillah tim bisa menjalankan instruksi dengan baik. Kami sudah mempersiapkan dengan sangat matang, baik attacking, defending maupun transisi." urai Coach Ruly.

"Tim kami sudah terlatih untuk transisi negatif, dimana ketika kehilangan bola, lima detik pertama harus ambil. Kalau tidak, kita reorganize. Begitu pula positioning pemain yang tadinya striker, berpindah jadi winger atau gelandang itu sudah di set saat latihan," sambungnya.

Salah satu pemain terbaik Cipta Cendikia, Ayla Dva Khala Ahisma, mengaku timnya tampil tanpa beban sehingga mampu bermain lebih lepas.

"Pertandingan hari ini cukup panas dan ngotot juga. Akhirnya kita bisa membobol gawang Scorpion FC. Kami di lapangan bisa bermain lepas, tidak terbebani target poin penuh dari pelatih. Tadi sewaktu mendapat bola saya harus kuat (berlari) dan percaya diri untuk terus maju. Lalu saat ada peluang, langsung shooting keras," kata Ayla.

Meski gagal melaju ke semifinal, pelatih Scorpion FC, Islam Andhika, tetap bangga terhadap perjuangan anak asuhnya.

"Yang terpenting para pemain karakternya bisa jadi top profesional di bidangnya masing-masing. Fighting spirit mereka tinggi, bisa berjuang maksimal meski hasilnya belum berpihak pada kami. Hasil tiga pertandingan di putaran nasional ini juga akan menjadi ‘PR’ bagi kami untuk menyiapkan tim di musim selanjutnya, semoga hasil polesan-polesan kami menunjukkan kualitas lebih baik lagi," tutur Coach Islam.

Kiper Scorpion FC, Alya Putri Arianto, juga menjadikan turnamen ini sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan.

"Menurutku pertandingan hari ini tegang karena dapat serangan terus. Jadi harus tetap fokus untuk bisa membaca pertandingan. Saya tentu perlu meningkatkan latihan lagi, lebih disiplin dan berani. Mental juga harus kuat ya, karena hasil tidak selalu sesuai dengan keinginan," kata Alya.

Dengan hasil tersebut, perhatian kini tertuju pada babak semifinal yang akan menghadirkan derby Jawa Barat antara Goal Aksis Cimahi dan Mojang Priangan, sementara Cipta Cendikia FA juga siap melanjutkan perjuangannya untuk memperebutkan tiket menuju partai puncak HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026.***