Taklukkan Cipta Cendikia FA, Goal Aksis Cimahi Naik Podium Tertinggi Hydroplus Soccer League All-Star. (DDY/RBCOM)
RBCOM – Goal Aksis Cimahi menutup perjalanan impresifnya di Hydroplus Soccer League All-Star U-15 2025/2026 dengan mengangkat trofi juara.
Tim asal Cimahi itu memastikan gelar setelah mengalahkan Cipta Cendikia Football Academy (FA) melalui adu penalti 4-3 pada partai final yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Minggu (12/7/2026).
Partai puncak yang mempertemukan dua tim terbaik asal Jawa Barat berlangsung ketat sepanjang 90 menit. Kedua kesebelasan sama-sama tampil disiplin dan saling menekan sejak awal pertandingan, namun tidak ada satu pun peluang yang mampu dikonversi menjadi gol.
Goal Aksis beberapa kali mencoba membongkar pertahanan lawan melalui permainan kombinasi, sedangkan Cipta Cendikia FA mengandalkan transisi cepat untuk menciptakan ancaman.
Meski demikian, rapatnya barisan belakang dan penampilan gemilang kedua penjaga gawang membuat laga berakhir tanpa gol.
Nasib juara akhirnya ditentukan melalui babak adu penalti. Goal Aksis tampil lebih efektif dalam mengeksekusi tendangan dari titik putih. Di sisi lain, Cipta Cendikia FA kehilangan peluang setelah Ratu Anindya dan Khansa Nisa gagal mencetak gol.
Amanda Fitriani kemudian menjadi sosok penentu kemenangan. Tendangannya yang sukses menjebol gawang lawan memastikan Goal Aksis menang 4-3 sekaligus mengunci gelar juara Hydroplus Soccer League All-Star U-15 musim 2025/2026.
Pelatih Goal Aksis, Budi Sufarlan, menilai keberhasilan timnya merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun dengan kerja keras, keyakinan, dan doa.
"Dari Goal Aksis, arti juara ini saya ngasih tahu ke anak-anak kalau punya kemauan harus berusaha, apa pun itu kendalanya, apa pun itu rintangannya, dan dibarengi dengan doa, semuanya bisa menjadi mudah. Dan memang kami semua percaya dengan proses dan doa. Sebelum pertandingan saya meyakinkan pada anak-anak bahwa usaha kamu kalau dibarengi dengan doa dan ikhtiar, kerja keras, maka akan mendapatkan hasil yang baik," ucap Budi dalam konferensi pers usai laga.
Setelah kompetisi berakhir, Budi berencana memberikan waktu bagi para pemain untuk beristirahat sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka. Namun, ia memastikan program latihan ringan tetap dijalankan agar kondisi fisik dan sentuhan bola para pemain tidak menurun.
"Kalau dari saya sendiri untuk anak-anak saya pengen ngasih reward buat anak-anak untuk istirahat. Mengajak mereka liburan, tapi liburan juga dalam tanda kutip mereka melakukan aktivitas ringan. Itu agar anak-anak tidak kehilangan kemampuannya, baik itu sentuhan ataupun yang lebih utamanya adalah kondisi fisiknya." ujarnya.
Menurut Budi, perkembangan terbesar yang terlihat dari timnya selama mengikuti putaran nasional bukan hanya dari sisi teknik bermain, tetapi juga kedewasaan para pemain dalam menghadapi tekanan pertandingan.
"Banyak perubahan, di mana mereka bermain lebih tenang daripada fase sebelumnya dan saling menguatkan satu sama lain. Ini yang lebih menurut saya yakni kedewasaan, saling menenangkan, saling membantu, jadi mereka perannya bukan hanya sekadar pemain tapi bahkan lebih dari itu. Proses dewasa itu hadir selama kita liga dan hari ini. Jadi, menurut saya pribadi dari awal sampai hari ini adalah mereka saling percaya satu sama lain, mereka percaya dengan dirinya. Dan ini hasilnya kita jadi peringkat pertama." jelas Budi.
Salah satu pemain Goal Aksis, Bilqis Fatimah Az Zahra, mengungkapkan rasa syukur setelah seluruh kerja keras tim selama lebih dari satu bulan akhirnya berbuah gelar juara.
"Ini adalah hasil kita selama kurang lebih satu bulan, kita latihan hampir setiap hari, jadi sekarang kita syukuri hasil ini," ujar Bilqis.
Keberhasilan tersebut juga menjadi motivasi bagi Bilqis untuk mengejar target berikutnya, yakni masuk ke dalam skuad Indonesia pada ajang Srikandi Merdeka Cup 2026.
"Harapan saya di Srikandi Merdeka Cup pastinya saya berharap saya terpilih karena ingin membanggakan coach, dan yang pastinya orang tua," tutupnya.***