RBCOM - Laga final Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026, benar-benar mrenjadi milik tim-tim asal Jawa Barat.

Setelah terjadi all Jabar final di kategori U-15, dengan menempatkan Goal Aksis asal Cimahi dan Cipta Cendikia dari Bogor sebagai finalis, giliran finalis U-18 yang ditempati Akademi Persib Bandung dan Putri Garut.

Tim Akademi Persib berhasil menembus partai final, setelah menundukkan Putri JP Jakarta 2-1 pada laga Semifinal di Supersoccer Arena, Kudus, Sabtu (11/7/2026).

Akademi Persib unggul lebih dulu pada menit 35+2 lewat gol Auliah Arifah. Putri JP sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Mentari Putri Hayfa Ramadhani pada menit 47.

Namun Persib bisa kembali unggul di akhir babak kedua lewat Auliah yang menciptakan brace pada menit 70. Gol kedua Aulia pun mengantarkan Akademi Persib menang 2-1 atas Putri JP.

Di partai final yang akan digelar Minggu (12/7/2026) pukul 14.00 WIB, Persib akan menghadapi Putri Garut yang di Semifinal kedua, menekuk Arema FC Women dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang Putri Garut dicetak Nazwa Bilbina Putri pada menit 44.

Bola tendangan jauh Nazwa, tak bisa ditangkap sempurna oleh kiper Arema Keysha Putri Dwi Arianti, sehingga tergelincir masuk ke gawang.

Akademi Persib Optimistis hadapi Putri Garut

Seusai laga, Pelatih Akademi Persib Dian Nadia Mutiara mengungkapkan, laga kontra Putri JP berlangsung sengit karena kedua tim saling jual beli serangan. Ia bersyukur akhirnya Persib bisa menang dan melaju ke final.

Apalagi persaingan kedua tim cukup ketat, mengingat perseteruan tim Persib Bandung dan Persija Jakarta di level Super League l.

"Jakarta tim yang bagus. Mereka kuat dari sektor pertahanan dan juga penyerangan. Yapi alhamdulillah pemain mengikuti instruksi untuk lebih bisa bermain sabar dan tidak mengikuti temponya Jakarta," ungkap Coach Dian dalam sesi konferensi pers seusai laga.

Menurut mantan pemain timnas putri Indonesia tersebut, permainan pasukannya sudah sesuai skema yang diterapkan selama latihan. Yakni bola-bola pendek, kemudian long pass saat memasuki tengah lapangan.

"Cuman ya memang transisi dari menyerang ke bertahannya belum maksimal. Karena saya juga tidak bisa mem-push pemain karena mereka kemarin sudah capek," paparnya.

Di partai final, Dian menegaskan, timnya tidak mau pilih-pilih lawan. Apalagi dengan Putri Garut yang sudah beberapa kali bertemu, di antaranya di fase Regional Bandung, yang berakhir dengan kemenangan 2-0 di leg 1 dan imbang 1-1 di leg 2.

"Saya sudah tahu lawan karena beberapa kali, setidaknya dua kali bertemu di fase regional yang sama dari Bandung. Jadi saya tahu kelemahan dan kelebihannya. Jadi kita siap menghadapi mereka," tegas Dian yang pernah menjadi asisten Pelatih Timnas Putri Indonesia pada 2025 lalu tersebut.

Pada kesempatan sama, pemain akademi Persib, Nasywa Salsabila Fatah bertekad melanjutkan hasil positif di semifinal ke partai final nanti. "Kita akan mati-matian pada final nanti, karena kita pengin rebut emas (juara) di ajang ini," tegas Nasywa.

Ia dan rekan-rekannya pun akan mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk menghadapi laga nanti. "Karena waktu recovery yang pendek, kita semua pemain bakal memaksimalkan waktu. Karena kan gimana pun besok itu final, kita harus habiskan. Kita mau juara di sini," ujarnya.

Putri Garut Bertekad jadi Juara

Optimisme meraih prestasi terbaik juga disampaikan Pelatih Putri Garut Depi Kuspriansyah menegaskan, awalnya timnya hanya menargetkan lolos ke semifinal. Namun nasib membawa timnya ke final, karena itu kini timnya menargetkan untuk tampil sebagai juara. "Tapi karena sekarang sudah kepalang tanggung, sekalian juara saja," tegas Depi.

"Kita tidak menerapkan sepak bola cantik, tapi yang penting bisa memenangkan pertandingan," sambungnya..

Menghadapi Akademi Persib, Coach Depi pun optimistis anak-anak bisa memberikan perlawanan maksimal. Apalagi kedua tim sudah sering bertemu, seperti di fase Regional.

“Soal menghadapi Persib di final, saya sudah mempelajari kekuatan mereka yang bermain engan ciri khas total football. Saya juga sudah mempersiapkan bagaimana menghadapi tim dengan gaya bermain seperti itu," ujar Depi.

"Kami sudah mempersiapkan semua skenario termasuk jika ada skema adu penalti,” pungkasnya.

Sedangkan pemain belakang Putri Garut, Ayu Wulan Agustin mengaku bangga timnya bisa menembus partai final. Menurut Ayu, semua kerja kerasnya sepanjang kompetisi terbayar tuntas dengan berhasil lolos ke partai puncak Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026.

“Sejujurnya bagi saya pribadi, saya bangga bisa ada di titik ini. Ini adalah hasil kerja keras tim dan juga hasil disiplin dari latihan. Selain itu, kami berhasil mengikuti instruksi pelatih dengan baik sepanjang laga," ungkap Ayu.

"Untuk pertandingan besok, saya ingin bermain seperti tadi lagi dan siap menghadapi Akademi Persib di final,” sambungnya.***