RBCOM – Partai final kategori U-15 Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 dipastikan menghadirkan duel sesama wakil Jawa Barat.
Goal Aksis Cimahi dan Cipta Cendikia Football Academy (FA) sukses melewati hadangan semifinal sehingga memastikan gelar juara musim ini tetap menjadi milik tim asal Tanah Pasundan.
Goal Aksis Cimahi menjadi tim pertama yang mengamankan tiket ke partai puncak setelah menyingkirkan Mojang Priangan melalui drama adu penalti.
Kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang waktu normal sebelum Goal Aksis memastikan kemenangan dari titik putih.
Sementara itu, Cipta Cendikia FA melangkah ke final setelah menaklukkan wakil Jawa Timur, Arema FC Women, dengan skor tipis 2-1.
Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)
Hasil tersebut membuat final nasional U-15 tahun ini mempertemukan dua akademi terbaik asal Jawa Barat.
Goal Aksis Bangkit dan Menang Lewat Adu Penalti
Pertandingan semifinal pertama berlangsung sengit di Supersoccer Arena, Sabtu (11/7). Mojang Priangan sempat berada di atas angin setelah Kirani Hedda mencetak gol pembuka pada menit ke-23.
Namun Goal Aksis menunjukkan mental pantang menyerah. Astrid Nahdah Sabilla berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-47 dan memaksa pertandingan ditentukan melalui adu penalti.
Pada babak tos-tosan, Goal Aksis tampil lebih tenang. Dian Aprilia Pary, Kazumi Zalfa Arrobi' Nurlan, dan Indira Fatima sukses menjalankan tugas sebagai algojo.
Sebaliknya, Mojang Priangan hanya mampu mencetak dua gol melalui Raisya Novita Amalia dan Nabila Putri Kirana. Penampilan gemilang kiper Elbian Defika Aryasatya menjadi kunci keberhasilan Goal Aksis melaju ke final.
Pelatih Goal Aksis, Budi Sufarlan, mengatakan perubahan mental pemain menjadi faktor penting kebangkitan timnya setelah tertinggal di babak pertama.
"Saya hanya bilang lebih tenang. Karena tadi kita mana-mana mereka dalam kondisi yang kurang tenang, maka kemampuan ini tidak akan keluar. Dan saya bilang, kita masih punya 25 menit di babak kedua," ujar Budi dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Ia menambahkan, latihan adu penalti sudah menjadi bagian dari program tim sehingga para pemain lebih siap menghadapi situasi tersebut.
"Di latihan kita melakukan 5 sampai 10 menit untuk melakukan eksekusi penalti agar juga mereka juga sanggup untuk menghadapi itu. Karena kan kalau penalti mah bukan soal teknik yang cukup tahu saya ya, melainkan mental pada saat mereka melakukan eksekusi." ujarnya.
"Maka itu 5 orang pilihan yang terbaik. Jadi saya akan tetap mempertahankan lima orang itu semuanya, jika terjadi adu penalti lagi di final." sambungnya.
Cipta Cendikia FA Singkirkan Arema FC Women
Di semifinal lainnya, Cipta Cendikia FA tampil efektif saat menghadapi Arema FC Women di Supersoccer Arena, Sabtu (11/7).
Shilen Nailenka Khanza membuka keunggulan pada menit ke-12 sebelum Ayla Dva Khala Ahisma menggandakan skor pada menit ke-24.
Arema sempat memperkecil ketertinggalan melalui Fadilla di menit ke-27, tetapi Cipta Cendekia mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih Cipta Cendikia FA, Ruly Hidayansyah, mengungkapkan kemenangan itu merupakan hasil analisis mendalam terhadap permainan Arema FC Women.
"Ada sisi kelemahan yang kita bisa manfaatkan. Saya instruksikan buat anak-anak main aktif, agresif, memainkan ruang. Alhamdulillah eh kita bisa dapat 2 gol di babak pertama." katanya.
"Kemudian di babak kedua sempat kecolongan 1 gol tapi langsung melakukan blocking agar lawan tidak bisa menambah keunggulan." ia menambahkan.
Duel Ulang Fase Grup di Partai Puncak
Final nanti menjadi pertemuan kedua Goal Aksis dan Cipta Cendikia FA pada turnamen ini. Sebelumnya, kedua tim sudah saling berhadapan di fase Grup B dan harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1.
Ruly mengaku hasil pertemuan pertama menjadi bekal penting bagi timnya untuk menyusun strategi menghadapi laga penentuan gelar.
"Tentu beda dengan pertandingan pertama (di fase grup), karena kita tidak tahu permainan mereka. Tapi di pertandingan kedua kita sudah sama-sama, ada kesempatan buat kita menganalisa." ujarnya.
"Tapi kita sudah tahu apa kita harus lakukan besok. Insyaallah mudah-mudahan anak-anak main lepas, percaya diri, enjoy. Mudah-mudahan final kita bisa dapat." sambungnya.
Di sisi lain, Budi Sufarlan memastikan tim pelatih Goal Aksis juga telah menyiapkan analisis mendalam mengenai calon lawannya.
"Kita bakal bedah dulu apa karakter atau gaya permainan seperti apa yang akan kita bawakan di setiap pertandingan." kata Ruly.
"Saya pun sudah mempersiapkan beberapa poin terkait itu berasal dari daerah mana, karakternya bagaimana. Dan gaya karakter dan sistem bermain yang bagaimana yang akan kita bawakan." bebernya.
Sementara itu, penjaga gawang Goal Aksis, Elbian Defika Aryasatya, memiliki motivasi besar membawa timnya menjadi juara nasional.
"Saya ingin mengubah silver (medali) di Regional, menjadi nasional (All-Stars)," tegas Elbian.
"Kita ingin lebih baik dari sebelumnya, terus membuktikan ke orang tua masing-masing, ini loh hasilnya. Membuktikan bahwa apa yang mereka keluarkan kepada anaknya itu tidak sia-sia." sambungnya.
Adapun pemain Cipta Cendikia FA, Ayla Dva Khala Ahisma, menegaskan timnya tidak ingin mengulangi kesalahan saat menghadapi Goal Aksis di fase grup.
"Makanya kita sama teman-teman harus fokus sampai peluit eh selesai," ucap Ayla.
Partai final Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 akan digelar pada Minggu 12 Juli 2026, berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus.******
Follow Berita Republik Bobotoh di Google News
Penulis: Daddy Mulyanto | Editor: Daddy
Para pemain Goal Aksis Cimahi merayakan kemenangan atas Mojang Priangan melalui adu penalti, babak semifinal Hydroplus Soccer League All-Stars U-15. (RBCOMDDY)