Waspada Cuaca Ekstrem, DPRD Desak Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Pohon dan Reklame

Waspada Cuaca Ekstrem, DPRD Desak Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Pohon dan Reklame Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih. (Ist)

RAGAM RB - Cuaca ekstrem yang belakangan melanda Bandung memicu kekhawatiran serius di kalangan legislatif. Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih, mendesak pemerintah kota agar tidak lengah dan segera memperkuat langkah mitigasi demi melindungi warga.

Ancaman utama yang disorot adalah potensi tumbangnya pohon-pohon tua serta robohnya tiang reklame saat hujan lebat disertai angin kencang. Menurut Rieke, kedua hal tersebut kerap luput dari pengawasan rutin, padahal risikonya sangat besar terutama di kawasan dengan aktivitas tinggi.

Ia menekankan pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi pohon, termasuk cabang dan batang yang mulai rapuh. Banyak pohon di Kota Bandung dinilai sudah mengalami pelapukan dan berpotensi membahayakan keselamatan publik.

“Pohon-pohon itu harus benar-benar diperiksa. Ada yang sudah keropos dan berisiko tumbang. Dahan-dahannya juga perlu dirapikan agar tidak membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, perhatian juga diarahkan pada struktur reklame yang berdiri di berbagai titik kota. Tanpa perawatan yang baik, tiang reklame bisa menjadi ancaman serius ketika diterpa angin kencang.

Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)


Rieke kembali mengangkat pentingnya program pendataan pohon melalui konsep “KTP pohon” yang pernah diwacanakan. Menurutnya, program ini dapat menjadi dasar pengambilan keputusan terkait perawatan hingga penebangan pohon secara tepat.

“Program KTP pohon ini sebetulnya sangat penting. Dengan data yang jelas, kita bisa mengetahui mana pohon yang harus dirawat, dipangkas, atau bahkan ditebang demi keselamatan,” katanya.

Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat suhu udara meningkat tajam hingga melampaui 34 derajat Celsius. Aktivitas luar ruangan disarankan untuk dikurangi demi menjaga kesehatan.

“Kalau cuaca sangat panas atau ekstrem, sebaiknya aktivitas di luar dikurangi. Kita harus bisa mengukur kemampuan tubuh dalam beradaptasi agar tidak berdampak pada kesehatan,” tuturnya.

Lebih jauh, Rieke menyoroti potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir yang masih mengintai sejumlah wilayah kota saat hujan deras. Meskipun perbaikan infrastruktur telah dilakukan di beberapa titik, ia menilai kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.

Namun, menurutnya, persoalan sampah justru bisa menjadi ancaman yang lebih kompleks, terutama saat memasuki musim kemarau. Pengelolaan yang belum optimal berpotensi memicu berbagai dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Yang saya khawatirkan ke depan justru soal sampah. Ini harus segera ditangani dengan serius dan sistematis, karena bisa menimbulkan dampak yang lebih luas,” pungkasnya.

DPRD pun mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk tidak hanya bertindak saat kondisi darurat, tetapi juga memperkuat langkah preventif melalui koordinasi lintas sektor agar risiko bencana dapat ditekan semaksimal mungkin.***

Follow Berita Republik Bobotoh di Google News

Penulis: Tim Republik Bobotoh | Editor: Daddy

Berita Terkini