RBCOM - Persaingan Super League 2025/2026 tak hanya berlangsung di atas lapangan, tetapi juga tercermin dari manuver klub di bursa transfer.
Persib Bandung menjadi salah satu tim yang paling disorot, terutama setelah munculnya rumor beruntun soal pencarian penjaga gawang berpaspor Indonesia.
Setelah Maarten Paes secara terbuka membantah kabar kepindahannya ke Persib, isu baru kembali mencuat. Kali ini, nama Cyrus Margono disebut-sebut masuk radar Maung Bandung untuk memperkuat sektor kiper.
Kiper berusia 24 tahun itu tengah berstatus tanpa klub usai memperkuat FK Dukagjini di Kosovo. Meski lahir di New York, Cyrus Margono telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia sejak 2024, menjadikannya opsi menarik dalam konteks regulasi pemain asing.
Baca Juga : Maarten Paes Bantah Rumor Transfer ke Persib Bandung, Sebut Fake News
Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)
Munculnya dua rumor kiper lokal ini menguatkan sinyal bahwa Persib tengah menata ulang komposisi skuad, sejalan dengan visi Bojan Hodak dalam menjaga daya saing di tengah ketatnya peta persaingan Super League musim ini.
Efisiensi Asing dan Keputusan Sulit di Pos Kiper
Langkah Persib membidik kiper berpaspor Indonesia tak lepas dari situasi internal tim. Saat ini, Maung Bandung memiliki Adam Przybek, kiper asing asal Wales, yang justru lebih sering menghuni bangku cadangan dan berstatus kiper ketiga.
Dalam beberapa kesempatan, Adam bahkan kalah bersaing dengan kiper muda Fitrah Maulana, yang mendapat menit bermain ketika Teja Paku Alam mengalami cedera, termasuk saat Persib menghadapi Borneo FC pada Desember 2025.
Bojan Hodak pun pernah menjelaskan bahwa kondisi tersebut bukan karena kualitas Adam, melainkan dinamika yang kerap terjadi dalam persaingan penjaga gawang.
“Adam (Przybek) saat pramusim bermain baik, dia melakukan tugasnya dengan baik ketika memainkan laga uji coba pramusim,” kata Bojan pada November 2025 lalu.
“Tapi tak beruntung untuknya karena mengalami cedera dan Teja (Paku Alam) harus bermain."
“Persaingan penjaga gawang di sebuah tim memang seperti itu.”
“Saat Teja meraih dua kali man of the match, tentu saya tidak bisa menggantinya, dan Adam memahami itu," tambahnya.
Situasi ini membuat Persib harus berhitung cermat. Dalam peta persaingan Super League versi Bojan Hodak, efektivitas penggunaan kuota asing menjadi faktor krusial, terlebih ketika Persib masih bersaing di lebih dari satu kompetisi.
Mengendapkan pemain asing di bangku cadangan berisiko besar jika Persib membutuhkan tambahan tenaga asing di sektor lain akibat cedera atau akumulasi kartu. Tak heran jika opsi mendatangkan kiper lokal berkualitas mulai mengemuka.
Baca Juga : Persib Dapat Angin Segar, Bojan Hodak Bicara Kondisi Jung, Lucho, dan Saddil
Dalam dua musim terakhir, Hodak sukses membawa Persib meraih gelar Liga 1 secara beruntun dengan mengandalkan kiper asing Kevin Ray Mendoza. Namun, kondisi musim ini berbeda dan menuntut fleksibilitas strategi.
Apakah Adam Przybek akan tersingkir jika Persib benar-benar mendatangkan kiper lokal anyar? Jawabannya akan sangat menentukan langkah Maung Bandung dalam menjaga keunggulan di tengah ketatnya persaingan Super League 2025/2026.****
TONTON VIDEONYA DI YOUTUBE RBCOM TV
Follow Berita Republik Bobotoh di Google News
Penulis: Tim Republik Bobotoh | Editor: Daddy
Cyrus Margono Kiper Timnas Indonesia. (KF Dukagjini)