Frans Putros (jongkok kedua dari kanan/nomor 26) saat membela Timnas Irak menghadapi Senegal di laga terakhir Grup I Piala Dunia 2026. (Instagram/@iraqnt_en)
RBCOM - Bek Persib, Frans Putros mengukir sejarah sebagai pemain pertama dari Liga Indonesia di era modern yang bermain di Piala Dunia setelah tampil sebagai starter saat Irak melawan Senegal.
Sayangnya, penampilan Putros bersama Irak berakhir dengan hasil pahit setelah pasukan Graham Arnold digulung Senegal lima gol tanpa balas pada laga terakhir Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion BMO Field, Toronto, Jumat, 26 Juni 2026 atau Sabtu dini hari WIB.
Kekalahan tersebut, juga memastikan Timnas Irak tersingkir dari Piala Dunia 2026 yang merupakan partisipasi kedua negara kaya minyak itu, setelah Piala Dunia 1986.
Baca Juga : Persib Tikung Persija dalam Perburuan Mariano Peralta? Jurnalis Italia Ungkap Alasannya
Putros dimainkan penuh oleh pelatih Graham Arnold di laga Irak kontra Senegal dan sepanjang laga head to head dengan salah satu penyerang terbaik asal Afrika, Sadio Mane.
Fotmob memberi rapor merah atas penampilan Frans Putros. Pemain berusia 32 tahun itu, mendapat rapor atau rating 4,9 dari Fotmob.
Secara statistik, Putros melakukan 41 kali sentuhan, menciptakan satu peluang, 9 aksi bertahan, 3 tekel, 4 sapuan, 3 halauan dengan sundulan dan dua intersepsi.
Baca Juga : Luciano Guaycochea: Akan Sangat Berat
Namun, rapor Putros bukan yang terburuk. Secara umum, mayoritas pemain Irak mendapat rapor merah dari Fotmob.
Bek tengah Irak, Akam Hashem menjadi pemain dengan rapor paling buruk setelah mendapat nilai 3,9 dari Fotmob.
Sementara Flashscore memberi nilai yang lebih 'mendingan' untuk Putros. Flashscore memberi rapor 5,8 untuk Putros, terbaik di antara empat bek Irak.*****