Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra di Liga Championship musim 2025/26 digeser ke posisi Dirtek karena alasan regulasi. (MO LIB)
RBCOM - I.League masih menerapkan regulasi wajib menggunakan pelatih lokal di kompetisi Divisi atau Liga Championship musim 2026/27.
Artinya, klub-klub masih dilarang memakai jasa pelatih asing. Namun, dalam banyak kasus, klub sering mengakalinya dengan memberikan peran berbeda kepada pelatih asing.
Seperti dilakukan PSS Sleman musim lalu. Super Elja menggeser Pieter Huistra ke posisi Direktur Teknik dan mempromosikan Ansyari Lubis jadi pelatih kepala.
Namun, dalam praktiknya, eks pelatih Borneo FC itu, diyakini lebih berperan dibandingkan Ansyari Lubis dalam menyusun strategi meski di belakang layar.
Setelah Super Elja promosi ke Super League, Pieter Huistra secara resmi diumumkan kembali menempati posisi pelatih kepala PSS Sleman.
I.League sendiri menjelaskan, larangan menggunakan pelatih maupun ofisial tim asing untuk mendorong penguatan SDM lokal.
Selain itu, regulasi pemain muda U21 juga terus diterapkan dengan kewajiban memberikan menit bermain sebagai bagian dari komitmen pembinaan pemain usia muda.
Kompetisi Divisi Championship 2026/27 dijadwalkan digelar pada bulan September 2026 mendatang, melibatkan 20 tim yang dibagi dalam dua grup.
Baca Juga : Adam Alis Sedih Ditinggalkan 'Kembaran'
Selama fase grup atau wilayah, setiap tim akan saling bertemu sebanyak tiga kali. Masing-masing tim total akan memainkan 27 pertandingan di fase grup.
Tim peringkat pertama masing-masing wilayah mendapatkan tiket promosi otomatis ke Super League dan tampil di final Divisi Championship.
Sedangkan dua tim yang menempati peringkat kedua wilayah barat dan timur akan bertanding memperebutkan tiket promosi ke Super League.*****