RBCOM - Persib Bandung tampil impresif sepanjang Super League 2025/2026 dan berpeluang mencatat sejarah dengan meraih gelar juara tiga musim berturut-turut.

Namun di tengah performa gemilang tersebut, Maung Bandung justru harus menghadapi beban besar berupa sanksi disiplin bernilai fantastis.

Total hukuman finansial yang diterima Persib dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) kini diperkirakan mencapai lebih dari Rp5,9 miliar.

Baca Juga : Intip Latihan Persib Jelang Laga Pamungkas Menghadapi Persijap, Juara Keun!

Berbagai pelanggaran tercatat sepanjang musim. Mulai dari kehadiran suporter pada laga tandang, penyalaan flare dan petasan, invasi lapangan, pelemparan benda ke area pertandingan, hingga kerusuhan suporter di kompetisi Asia menjadi penyebab utama rentetan hukuman tersebut.

Denda Domestik Terus Bertambah

Sanksi dari kompetisi nasional mulai menghampiri Persib ketika menghadapi Arema FC pada 22 September 2025. Kehadiran Bobotoh di tribun tim tamu membuat Komdis PSSI menjatuhkan denda Rp25 juta.

Kasus serupa kembali terjadi saat Persib melawat ke markas Persik Kediri pada 5 Januari 2026. Klub kembali dikenakan sanksi Rp25 juta akibat adanya suporter tandang di stadion.

Jumlah denda bertambah signifikan setelah laga panas kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 11 Januari 2026. Aksi pelemparan botol dan benda lain ke lapangan membuat Persib didenda Rp30 juta.

Tidak berhenti di situ, penyalaan petasan di tribun utara dan selatan dalam pertandingan tersebut juga berujung tambahan hukuman sebesar Rp60 juta.

Baca Juga : Persib Masih Menanti Jawaban Perpanjangan Kontrak Bojan Hodak, Klub Thailand dan Malaysia Mengintai

Menjelang akhir musim, Persib kembali menerima hukuman total Rp455 juta dari dua pertandingan berbeda, yakni saat menghadapi Bhayangkara FC dan PSIM Yogyakarta.

Ketika menjamu Bhayangkara FC pada 30 April 2026, klub dikenai beberapa jenis sanksi sekaligus, mulai dari keberadaan suporter lawan, invasi lapangan, flare, petasan, hingga pelemparan botol ke area pertandingan.

Sementara pada pertandingan kontra PSIM Yogyakarta tanggal 4 Mei 2026, pelemparan botol air dan petasan yang sempat menghentikan pertandingan selama empat menit membuat jumlah denda kembali membengkak.

Tak hanya klub, pemain Persib juga ikut terkena hukuman individu. Frans Putros dan Luciano Guaycochea masing-masing menerima denda Rp10 juta disertai larangan bermain.

Hukuman AFC Jadi Beban Terbesar

Jika dibandingkan dengan sanksi domestik, hukuman dari AFC menjadi pukulan finansial paling berat bagi Persib musim ini.

Kasus pertama muncul usai laga melawan Port FC di ACL Two 2024/2025. Persib dijatuhi denda sekitar Rp81 juta akibat dianggap tidak memenuhi standar penyelenggaraan sebagai tuan rumah.

Baca Juga : Persib Siaga Penuh Jelang Laga Penutup Musim, Bobotoh Diajak Jaga GBLA Tetap Kondusif

Permasalahan administrasi stadion kembali memicu hukuman ketika Persib menghadapi Manila Digger pada playoff ACL 2 2025/2026. AFC menjatuhkan denda sekitar Rp33 juta karena kursi stadion dan tiket tidak memiliki nomor.

Situasi semakin serius saat Persib menjamu Selangor FC pada 23 Oktober 2025. AFC mencatat berbagai pelanggaran berat seperti flare, pelemparan kursi, spanduk politik, hingga aksi penonton memanjat pagar stadion.

Akibat kejadian tersebut, Persib dikenai denda sekitar Rp436 juta dan mendapat hukuman penutupan sebagian tribun stadion.

Asisten pelatih Miro Petric juga terkena sanksi berat berupa larangan mendampingi tim selama empat pertandingan serta denda sekitar Rp166 juta karena melakukan protes keras kepada perangkat pertandingan.

Ketika Persib bertandang ke markas Selangor FC pada November 2025, invasi lapangan dan pelemparan benda oleh suporter kembali membuat AFC menjatuhkan denda tambahan hampir Rp500 juta.

Laga kontra Bangkok United pada Desember 2025 pun berujung hukuman sekitar Rp503 juta akibat flare, gangguan jalur evakuasi, dan lemahnya pengamanan stadion.

Baca Juga : Berharap Persib Terpeleset di Kandang PSM, Fabio Lefundes: Ironisnya Justru Kami yang Terpeleset

Kerusuhan antar-suporter saat pertandingan tandang melawan Ratchaburi FC di Thailand pada Februari 2026 kembali menambah daftar panjang sanksi AFC dengan nilai sekitar Rp144 juta.

Hukuman Rp3,5 Miliar Jadi Puncak Sanksi

Sanksi paling berat datang setelah pertandingan Persib melawan Ratchaburi FC di Stadion GBLA pada 18 Februari 2026. AFC menilai terjadi banyak pelanggaran serius di dalam stadion.

Beberapa pelanggaran yang disorot meliputi penyalaan kembang api, pelemparan fasilitas stadion, tindakan kekerasan, invasi lapangan, hingga penghinaan terhadap lawan dan perangkat pertandingan.

Akibatnya, Persib dijatuhi denda sebesar USD200 ribu atau setara Rp3,5 miliar.

Selain hukuman finansial, AFC juga menjatuhkan sanksi pertandingan tanpa penonton dalam dua laga kandang AFC berikutnya, meski satu hukuman masih berstatus ditangguhkan selama masa percobaan dua tahun.

Total akumulasi sanksi dari PSSI dan AFC kini diperkirakan melampaui Rp5,9 miliar. Nilai tersebut bahkan belum termasuk potensi kerugian lain seperti hilangnya pemasukan tiket dan meningkatnya biaya pengamanan pertandingan.

Baca Juga : Sempat Pulang ke Kroasia, Bojan Hodak Dipastikan Tetap Dampingi Persib saat Hadapi Persijap

Rincian Sanksi PSSI:

▪️ Vs Arema FC — Rp25 juta

▪️ Vs Persik Kediri — Rp25 juta

▪️ Vs Persija Jakarta — Rp90 juta

▪️ Vs Bhayangkara FC — Rp175 juta

▪️ Vs PSIM Yogyakarta — Rp280 juta

Sanksi AFC:

▪️ Vs Port FC — Rp81 juta

▪️ Vs Manila Digger — Rp33 juta

▪️ Vs Selangor FC (kandang) — Rp436 juta

▪️ Miro Petric — Rp166 juta

▪️ Vs Selangor FC (tandang) — Rp499 juta

▪️ Vs Bangkok United — Rp503 juta

▪️ Vs Ratchaburi FC (tandang) — Rp144 juta

▪️ Vs Ratchaburi FC (GBLA) — Rp3,5 miliar + sanksi tanpa penonton.****