Rusuh suporter di laga Persib vs Ratchaburi FC. (Ist)
RBCOM - Persib Bandung kembali menerima hukuman dari Asian Football Confederation setelah insiden yang terjadi pada pertandingan AFC Champions League Two 2025/2026 melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 18 Februari 2026.
Keputusan tersebut diumumkan Komite Disiplin dan Etik AFC, Rabu (13/5/2026).
Dalam putusannya, AFC menilai Persib Bandung melakukan sejumlah pelanggaran disiplin yang berkaitan dengan perilaku suporter, sistem keamanan pertandingan, hingga akses keselamatan stadion yang tidak berjalan sesuai regulasi.
Sepanjang pertandingan berlangsung, suporter Persib disebut menyalakan flare dan kembang api di beberapa titik tribun. Selain itu, terjadi pula pelemparan benda ke area lapangan seperti botol plastik, potongan kursi stadion, kantong berisi cairan, gelas plastik, dan sampah lainnya.
Baca Juga : Persib Tatap Pekan Penentuan, Dedi Kusnandar Serukan Dukungan Penuh Bobotoh
Dalam dokumen resmi tersebut, AFC juga menyoroti tindakan perusakan fasilitas stadion, aksi kekerasan, hingga ucapan penghinaan kepada tim lawan dan perangkat pertandingan.
"Suporter yang terkait dengan terdakwa menyalakan berbagai perangkat pembakar (kembang api dan flare), melempar banyak benda ke lapangan, merusak kursi stadion dan papan iklan, melakukan tindakan kekerasan fisik, serta melontarkan kata-kata kasar dan menghina kepada tim lawan maupun ofisial pertandingan, termasuk tuduhan bahwa mereka bagian dari mafia dan dibayar untuk memengaruhi hasil pertandingan," tulis AFC dalam putusannya.
Tak hanya itu, AFC juga mencatat adanya invasi lapangan oleh sejumlah penonton setelah laga berakhir.
Panitia pelaksana pertandingan dinilai gagal menjalankan tanggung jawab pengamanan secara maksimal. AFC menilai keamanan dan ketertiban stadion tidak dapat dijaga dengan baik selama pertandingan berlangsung.
"Persib gagal memenuhi kewajibannya untuk mematuhi dan menerapkan aturan keselamatan yang berlaku serta mengambil setiap tindakan pengamanan yang diperlukan sebelum dan selama pertandingan," demikian isi keputusan tersebut.
Selain persoalan keamanan, AFC menemukan adanya jalur akses stadion yang tidak steril. Beberapa lorong, tangga, dan akses evakuasi disebut terhalang oleh penonton saat pertandingan berlangsung.
Akibat rangkaian pelanggaran tersebut, AFC menjatuhkan denda sebesar USD 200 ribu atau sekitar Rp3,5 miliar kepada Persib Bandung.
Baca Juga : Bojan Hodak Minta Persib Tetap Fokus Meski Sudah Pastikan Tiket Asia
"Persib Bandung diperintahkan membayar total denda USD200.000 yang harus diselesaikan dalam waktu 30 hari sejak keputusan ini dikomunikasikan," tulis AFC.
Selain sanksi finansial, Persib juga mendapat hukuman bermain tanpa penonton pada dua laga kandang berikutnya di kompetisi antarklub AFC yang digelar di Indonesia.
"Persib Bandung dihukum bermain tanpa penonton penuh selama dua pertandingan kandang di kompetisi antarklub AFC yang digelar di Indonesia," tegas AFC.
Namun, hukuman penutupan stadion untuk pertandingan kedua masih ditangguhkan selama dua tahun masa percobaan.
"Apabila terjadi pelanggaran serupa dalam masa percobaan tersebut, maka penangguhan otomatis dicabut dan sanksi akan diberlakukan," tulis AFC lagi.****