Ilustrasi, bobotoh saat menyaksikan laga Persib. (Adam Husein/RBCOM)
RBCOM - Dalam sejarah kompetisi antarklub Asia, sejumlah tim berhasil membalikkan defisit pada leg pertama di fase knockout.
Persib dan bobotoh berharap itu terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu, 18 Februari 2026, saat Maung Bandung menjamu Ratchaburi FC.
Persib dalam situasi defisit tiga gol, dan harus menang dengan selisih empat gol atau minimal tiga gol di waktu normal sambil berharap kebertuntungan di perpanjangan waktu atau adu penalti.
Baca Juga : Daftar Remontada di Kompetisi Asia, Akankah Persib Melakukannya di GBLA?
Fakta sejarah menunjukkan tim yang menjadi tuan rumah di leg kedua, cukup sering melakukan comeback. Tetapi itu bukan pekerjaan mudah.
Persib membutuhkan kombinasi antara kerja keras, energi tambahan dari bobotoh, kualitas, dan keberuntungan saat menjalankan mission impossible atau misi mustahil di GBLA.
Dua hal terakhir tidak dimiliki Maung Bandung di pertemuan pertama saat tumbang 3-0 dari Ratchaburi FC.
Baca Juga : Federico Barba: Seharusnya tidak Boleh Terjadi
Federico Barba berharap atmosfer luar biasa diciptakan bobotoh di Stadion GBLA. Dia berharap semua kombinasi yang dibutuhkan Persib didapatkan di GBLA, tengah pekan depan.
"Seperti yang saya katakan tadi, pertandingan kandang itu akan berbeda. Saya katakan kami sangat kuat di kandang," kata Barba.
"Kami tahu itu dan kami akan melakukannya dengan sangat baik. Jadi kami masih percaya dan yakin bisa membalikkan keadaan, tentu saja," ujarnya.****