RBCOM - PSBS Biak harus mengakui keunggulan Persib Bandung dalam lanjutan Super League 2025/2026.

Bertandang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (25/1/2026), tim berjuluk Badai Pasifik takluk dengan skor tipis 0-1 dari pemuncak klasemen.

Meski pulang tanpa poin, pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menilai jalannya pertandingan berlangsung dalam situasi yang kondusif.

Baca Juga : Baru Sehari di Persib, Sapaan Sunda Pertama Kurzawa Bikin Bobotoh Tersenyum

"Kita ucapkan puji syukur pertandingan berjalan dengan baik dan lancar," kata Kahudi usai laga.

Ia mengakui bahwa menghadapi Persib bukan perkara mudah. Namun, Kahudi tetap menyoroti perjuangan anak asuhnya yang mampu bertahan dan memberi perlawanan hingga peluit akhir dibunyikan.

Apresiasi Perjuangan Pemain dan Sikap Fair Play

Kekalahan 1-0 tak membuat Kahudi menutup mata terhadap kerja keras para pemain PSBS. Menurutnya, tim sudah berjuang maksimal sesuai dengan rencana dan pilihan strategi yang diambil.

"Saya ucapkan terima kasih ke pemain karena mereka sudah berjuang dan sesuai pilihan mereka," ujarnya.

Kahudi juga menegaskan bahwa Persib Bandung memang layak disebut sebagai tim kuat di Super League musim ini.

Baca Juga : FIFA Soroti Transfer Layvin Kurzawa ke Persib yang Jadi Sorotan Dunia

Meski begitu, ia merasa puas karena PSBS mampu menciptakan sejumlah peluang dan memberi tekanan kepada tuan rumah.

"Hasil terbaik dan berikan perlawanan terhadap Persib bandung yang notabene di peringkat pertama dan kita tahu sulit dikalahkan," ucapnya.

"Saya ucapkan terima kasih untuk Persib bandung dan saya ucapkan terima kasih pemain saya," tambah Kahudi.

Terkait kartu merah yang diterima Heri Susanto pada menit ke-56 setelah insiden dengan Dewangga, Kahudi memilih bersikap realistis. Ia menyebut keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan wasit.

Baca Juga : 7 Bulan Tanpa Klub, Bojan Hodak Soroti Kondisi Fisik Layvin Kurzawa dan Skema Rotasi Persib

"Saya tidak terlalu melihat, saya tidak tahu, keputusan wasit informasinya ada sikutan, saya pikir itulah keputusan dan kita tidak bisa berbuat apa-apa hanya kami lihat itu ada pelanggaran," pungkasnya.****