Petinggi Persib Umuh Muchtar saat mendapangi tim Persib menghadapi Persija di Stadon GBLA. (Adam Husen/RBCOM)
RBCOM - Komunitas bobotoh terbesar, Viking Persib Club (VPC) memutuskan menjaga jarak dengan Bonek usai insiden yang terjadi di Surabaya saat Persib menghadapi Persebaya.
Seperti disampaikan VPC dalam pernyataan resminya yang diunggah di media sosial, sejumlah oknum suporter Persebaya melakukan kekerasan fisik, intimidasi, perusakan, dan tindakan anarkis.
Akibatnya sejumlah anggota VPC di Surabaya mengalami luka-luka serta kerugian materi. Kehadiran anggota VPC sendiri di kota pahlawan bertujuan untuk membawa misi menjaga hubungan dengan Bonek.
Manajer Persib, Umuh Muchtar buka suara soal sikap VPC untuk menjaga jarak dengan Bonek. Umuh menyayangkan hubungan baik bobotoh dengan Bonek menjadi renggang.
"Saya kaget kemarin Surabaya dengan Bandung katanya agak renggang. Padahal selama ini kita dengan Bonek, apalagi pengurusnya, semua masih bersahabat," ujar Umuh dikutip dari Tribun Jabar.
Umuh berharap, hubungan bobotoh dan Bonek bisa kembali erat. "Surabaya dengan Persib itu dari dulu sudah dianggap keluarga. Mudah-mudahan cepat kembali pulih dan tidak berkepanjangan," ujarnya.
Diberitakan Republik Bobotoh sebelumnya, kisah mengenai hubungan antarsuporter kembali menjadi sorotan, terutama terkait hubungan lama antara dua kelompok pendukung setia kedua klub.
Baca Juga : Cedera Saat Dipinjamkan ke Persis, Nasib Febri Hariyadi Kini Ditunggu Persib
Dalam laga tandang tersebut, perwakilan Viking Persib Club turut datang ke Surabaya. Mereka membawa misi menjaga hubungan baik dengan Bonek, kelompok suporter Persebaya yang selama ini dikenal memiliki relasi persaudaraan dengan Viking.
Kedatangan mereka, menurut Viking, merupakan bentuk penghormatan terhadap pesan yang diwariskan oleh para pendahulu komunitas suporter tersebut.
Namun situasi di lapangan tidak sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Viking menyebut adanya insiden yang melibatkan oknum suporter yang menyebabkan sejumlah anggota mereka di Surabaya mengalami luka-luka serta kerugian materi.****