Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak. (Adam Husein/REPUBLIKBOBOTOH.COM)
RBCOM - Persib Bandung memasuki putaran kedua Super League dengan status istimewa sebagai pemuncak klasemen paruh musim.
Situasi ini membuat langkah Maung Bandung di bursa transfer tidak agresif, berbeda dengan klub-klub pesaing yang masih berjuang keluar dari papan bawah.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menegaskan bahwa timnya tidak membutuhkan perombakan besar. Menurutnya, stabilitas justru menjadi kunci bagi tim yang sudah berada di posisi teratas.
“Ada beberapa [yang datang], tapi saya kira tidak akan banyak. Sebenarnya kami adalah tim nomor satu putaran pertama, justru tim-tim yang di papan bawah yang mungkin akan melakukan banyak perubahan. Bagi kami, mungkin akan dilakukan penguatan,” ujar Hodak.
Fokus Menjaga Fondasi Tim Juara
Langkah Persib yang baru saja meminjamkan Rezaldi Hehanussa dan Hamra Hehanussa ke Persik Kediri dinilai sebagai bagian dari penyegaran skuad, bukan tanda perombakan besar.
Hodak menyebut bahwa mayoritas pemain sudah menunjukkan performa sesuai harapan sepanjang putaran pertama.
Pelatih asal Kroasia itu mengakui ada evaluasi internal terhadap beberapa pemain, namun perubahan yang dilakukan akan bersifat selektif dan terukur.
“Kami melakukan pergantian besar-besaran di awal musim, saya merasa ada 1-2 pemain yang buat kami tidak senang dengan penampilannya, membuat kami akan melakukan perubahan, tapi tidak terlalu banyak, saya kira tidak akan terlalu banyak perubahan,” kata Hodak.
Situasi ini menunjukkan Persib lebih memilih mempertahankan kerangka tim yang sudah terbukti kompetitif ketimbang mengambil risiko dengan bongkar-pasang pemain.
Tambal Kebutuhan, Bukan Rombak Total
Kehilangan satu pemain asing setelah William Marcilio dilepas ke klub Korea Selatan, Chungnam Asan, membuka ruang bagi Persib untuk melakukan penguatan terbatas. Namun, Hodak menegaskan bahwa langkah tersebut hanya untuk menutup celah, bukan mengubah wajah tim.
Di sisi lain, ancaman dari klub-klub pesaing seperti Borneo FC Samarinda, Persija Jakarta, dan Malut United FC tetap menjadi perhatian.
Hodak menyadari bahwa tim-tim tersebut berpotensi tampil lebih kuat di putaran kedua setelah melakukan pembenahan besar.
Meski demikian, Persib memilih jalur berbeda: menjaga konsistensi, menambah kekuatan seperlunya, dan mempertahankan identitas permainan yang membawa mereka ke puncak klasemen.****