Pelatih PSM Makassar Toma
RBCOM - Putaran pertama BRI Super League 2025/2026 resmi berakhir setelah seluruh tim menuntaskan 17 pertandingan.
Separuh musim ini menyuguhkan persaingan ketat, kejutan dari tim promosi, hingga dominasi klub-klub papan atas yang berlangsung nyaris tanpa jarak.
Berikut fakta-fakta menarik paruh pertama Super League 2025/2026
Persib Kuasai Paruh Musim
Maung Bandung menutup putaran pertama sebagai pemuncak klasemen dengan 38 poin dari 12 kemenangan, 2 imbang, dan 3 kekalahan. Lini pertahanan mereka menjadi yang terbaik dengan hanya 11 gol kebobolan dari 17 laga.
Lini Depan Persib Efektif, Bukan Paling Subur
Meski berada di puncak klasemen, Persib “hanya” mencetak 27 gol. Ketajaman mereka kalah dari beberapa rival, termasuk Malut United dan Persija Jakarta.
Malut United Jadi Tim Paling Produktif
Klub asal Maluku Utara ini tampil agresif dengan torehan 33 gol, tertinggi di liga. Malut United mencatat beberapa kemenangan besar, termasuk skor mencolok 6-2 atas PSBS Biak.
Top Scorer Masih Dikuasai Pemain Asing
Dua pemain Brasil, Maxwell (Persija) dan Dalberto (Arema FC), memimpin daftar top scorer sementara dengan 10 gol. Dominasi striker impor kembali terasa di papan atas pencetak gol.
Hendri Susilo Jadi Anomali di Papan Atas
Di tengah dominasi pelatih asing, Hendri Susilo menjadi satu-satunya pelatih lokal yang mampu membawa timnya, Malut United, bersaing di lima besar klasemen.
Baca Juga : Kesan John Herdman Setelah Menyaksikan Laga Persib vs Persija, Rizky Ridho Jadi Sorotan
PSIM Yogyakarta Tampil Mengejutkan
Sebagai tim promosi, PSIM tampil berani dengan 8 kemenangan, mencetak 23 gol, dan hanya kebobolan 18 kali. Mereka menjadi pendatang baru paling mencuri perhatian sejauh ini.
Papan Atas Super Ketat
Selisih poin antartim lima besar sangat tipis: Persib (38), Borneo FC (37), Persija (35), Malut United (34), dan Persita Tangerang (31). Persaingan juara dipastikan masih terbuka lebar.
Paruh Musim Penuh Kejutan
Dari tim besar yang tersendat hingga klub promosi yang melesat, putaran pertama Super League 2025/2026 memperlihatkan bahwa peta kekuatan liga belum sepenuhnya aman bagi siapa pun.****