Adhitia Buka Suara: Transfer Ban Persib Berawal dari Sengketa Kontrak Pemain Asing, Pastikan Sanksi FIFA Segera Beres

Adhitia Buka Suara: Transfer Ban Persib Berawal dari Sengketa Kontrak Pemain Asing, Pastikan Sanksi FIFA Segera Beres Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan. (RBCOM)

RBCOM - Persib Bandung akhirnya memberikan penjelasan rinci terkait sanksi larangan transfer yang dijatuhkan FIFA.

Manajemen menegaskan bahwa persoalan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan keterlambatan pembayaran gaji pemain, melainkan berawal dari sengketa kontrak mantan bek asing mereka, Daisuke Sato.

Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, mengungkapkan bahwa kasus tersebut sebenarnya telah ditangani sejak lama.

Namun proses penyelesaiannya membutuhkan waktu cukup panjang karena harus melalui jalur hukum internasional.

Sengketa Berawal dari Pemutusan Kontrak

Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)


Kasus ini bermula ketika Persib melakukan perubahan komposisi pemain asing pada pertengahan musim 2023/24.

Saat itu, Daisuke Sato dilepas untuk membuka ruang bagi kedatangan Kevin Ray Mendoza setelah Bojan Hodak mengambil alih kursi pelatih.

Baca Juga : Ini Jadwal dan Lawan yang Dihadapi Persib di Laga Kualifikasi ACL Two

Keputusan tersebut menyisakan persoalan karena kontrak Sato masih memiliki durasi yang cukup panjang.

Berdasarkan regulasi FIFA, klub yang memutus kontrak pemain wajib memberikan kompensasi apabila pemain tersebut kemudian bergabung dengan klub baru yang menawarkan nilai kontrak lebih rendah.

Situasi inilah yang kemudian menjadi dasar munculnya tuntutan terhadap Persib.

“Tapi kalau gajinya lebih kecil, nah gaji lebih kecilnya ini kita mesti cek berapa dispute-nya. Makanya butuh waktu panjang, sekitar beberapa bulan,” ujar Adhitia kepada awak media.

Persib Tempuh Jalur CAS

Merasa ada sejumlah data yang perlu diverifikasi, Persib memilih membawa perkara tersebut ke Court of Arbitration for Sport (CAS).

Langkah itu dilakukan karena manajemen menemukan indikasi adanya perbedaan informasi terkait nilai pendapatan Sato di klub barunya.

Menurut Adhitia, proses pemeriksaan yang berlangsung berbulan-bulan akhirnya menghasilkan keputusan yang menguntungkan Persib.

Baca Juga : Persib Tegaskan Segera Selesaikan Pesangon Daisuke Sato, Aktivitas Transfer Tetap Berjalan

Nilai kompensasi yang sebelumnya ditetapkan berhasil dikurangi setelah dilakukan peninjauan ulang oleh CAS.

“Akhirnya baru keluarlah di 2 bulan yang lalu, ternyata ya udah kita tuh dapat pengurangan. Seingat saya tuh sebelumnya 3,03 (miliar) Nah, setelah ke CAS itu turun jadi 2,7 (miliar),” tambahnya.

Hasil tersebut menjadi dasar bagi Persib untuk segera menuntaskan kewajiban pembayaran sesuai putusan yang telah berkekuatan hukum.

Transfer Ban Dipastikan Tidak Mengganggu Rencana Persib

Meski sanksi FIFA sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan Bobotoh, Adhitia memastikan manajemen tidak merasa cemas menghadapi jendela transfer mendatang.

Ia menjelaskan bahwa klub hanya menunggu rincian administrasi final sebelum melakukan pelunasan. Setelah pembayaran dilakukan, status transfer ban diyakini dapat langsung dicabut.

Persib juga menegaskan kondisi keuangan klub tetap sehat dan tidak ada masalah terkait pemenuhan hak pemain.

Bandingkan dengan Kasus Wiliam Marcilio

Adhitia kemudian mencontohkan proses pemutusan kontrak Wiliam Marcilio yang terjadi pada musim ini.

Baca Juga : I.League Daftarkan Persib ke Ajang ASEAN Club Championship, Bakal Jadi Musim Tersibuk

Meski memiliki kemiripan dari sisi penghentian kerja sama, kasus tersebut berakhir tanpa sengketa karena kedua pihak memilih menyelesaikannya melalui kesepakatan bersama.

“Jadi kita duduk bareng, kita negotiate dan segala macam, akhirnya mutual agreement termination, selesai. Enggak ada gugat-menggugat segala macam, selesai gitu,” beber Adhitia.

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat seluruh proses berjalan lebih cepat dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Bantah Isu Finansial Persib Bermasalah

Munculnya sanksi FIFA sempat memicu berbagai spekulasi di media sosial. Sebagian warganet mengaitkan kasus ini dengan kondisi finansial Persib yang disebut-sebut sedang mengalami masalah.

Namun Adhitia membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa sengketa dengan Daisuke Sato tidak pernah berkaitan dengan tunggakan gaji ataupun pelanggaran hak pemain.

“Ini bukan karena kita bayar gaji telat, kita enggak menuhi haknya, tapi memang ada proses CAS yang kita laluin dulu untuk ngecek kebenaran salary dia tuh berapa sebenarnya. Kita kan bereskan segera kok, enggak, enggak, enggak usah diakhiri,” tutupnya.

Dengan penjelasan tersebut, Persib berharap publik memahami bahwa transfer ban FIFA yang sedang berlangsung merupakan konsekuensi dari proses hukum yang masih berjalan, bukan akibat persoalan finansial klub.*****

TONTON VIDEONYA DI YOUTUBE RBCOM TV

Follow Berita Republik Bobotoh di Google News

Penulis: Tim Republik Bobotoh | Editor: Daddy

Berita Terkini