RBCOM – Antusiasme penikmat musik usai gelaran Supermusic United Day 9 di Bandung masih terasa.
Melanjutkan momentum tersebut, Supermusic berkolaborasi dengan Hellprint menghadirkan Kecil Tapi Party Jilid 3 di Archery Field Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (3/5/2026).
Festival ini menawarkan pengalaman berbeda lewat konsep “jarak nol meter” yang menghilangkan batas antara musisi dan penonton. Tanpa barikade, interaksi langsung tercipta, menghadirkan energi yang mengalir bebas dari panggung ke tengah crowd sepanjang acara.
Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)
Musik Keras Menggema, Panggung Dipenuhi Energi
Sejumlah nama besar seperti Selalu Lancar Rejeki (SLR), 510, dan Seringai tampil sebagai magnet utama. Penampilan Seringai menjadi salah satu sorotan, terlebih setelah merilis album baru dan tampil dengan formasi terkini.
Selain itu, band lokal seperti Alkateri, Bradford, Bleeding Tragedy, Hyper, Sara, dan Dimorphous ikut meramaikan panggung. Kehadiran mereka semakin memperkuat nuansa festival yang juga menjadi after party resmi dari Supermusic United Day 9.
Sejak sore hari, area venue sudah dipadati penonton. Antusiasme crowd tak terbendung, dengan aksi moshing hingga sing along yang terus berlangsung selama pertunjukan.
Ekspansi Festival ke Tiga Kota
Perwakilan Supermusic Regional Bandung, Tries Pondang, menyampaikan bahwa rangkaian Kecil Tapi Party Jilid 3 akan digelar di tiga kota, yakni Soreang (3 Mei), Kuningan (10 Mei), dan Garut (16 Mei).
"Jadi kalau kita berbicara kecil tapi party, ini yang masih rangkaian dari United Day kemarin, event yang besar kemarin di Tritan Point gitu. Untuk talentnya di sini ada talent-talent yang memang secara fanbase mereka itu sangat besar di ketiga kota itu tadi dan sedang digandrungi oleh anak-anak muda sekarang," ujar Tries kepada wartawan, Minggu (03/05/2026).
Menurut Tries, konsep ini sengaja dihadirkan untuk menjangkau penonton di daerah yang tidak sempat menikmati United Day.
"Kita apa istilahnya jemput bola lah ya. Dari Supermusic dan teman-teman Hellprint pengen jemput bola ke daerah untuk bikin festival. Karena kan kebanyakan festival itu dibikinnya di kota-kota besar gitu. Karena kita pengen di second city, makanya kita gelar di Soreang, terus ada di Kuningan dan ada di Garut.
Menurut saya kita harus berani untuk melakukan jemput bola agar bisa memberikan entertain buat mereka yang ada di daerah juga," bebernya. Pemilihan Soreang juga bukan tanpa alasan.
"Ya, kita pilih Soreang karena sudah lama juga tidak menggelar kegiatan musik keras gitu. Setelah itu kita tarik lagi band mana aja yang dinantikan penggemar musik keras di daerah Soreang dan sekitarnya.
Muncullah tiga band, ada Seringai, 510 dan juga ada SLR. Dan ya Alhamdulillah dari pihak kepolisian, juga dari pihak Pemda setempat sangat mendukung kegiatan ini," katanya.
Tries menambahkan, skala acara ini memang tidak sebesar United Day.
"Inikan masih rangkaian yang sifatnya kecil tapi party, kecilnya itu ya kita enggak mau melebihi kapasitas target audience yang ada di Big Bang kita kemarin. Jadi kita target ya 3.000- 4.000 penonton, karena ini masih medium sih," tegasnya.
Selain pertunjukan musik, pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas di area venue.
"Jadi, kita pengen benar-benar festival musik ini nyaman, aman dan juga kita lihat kebersihan pun juga terjaga. Karena yang jadi catatan dalam sebuah festival musik itu adalah kebersihan karena sampah di mana-mana. Itu pun jadi fokus kita, yang mana kita sudah siapkan petugas untuk menjaga kebersihan di venue. Disini kita ingin perlihatkan perlihatkan kalau festival musik itu jauh dari masalah sampah," kata Tries.
Misi Regenerasi dan Kebersamaan Musisi
Perwakilan Hellprint, Dany Kajul, menegaskan bahwa festival ini tidak hanya berfokus pada musik keras, tetapi juga mengusung konsep lintas genre serta regenerasi band.
"Jadi dari dulu memang misi kita pengen mainin band-band baru selalu seperti itu. Untuk pemilihan band ya sesuai dengan karakter daerahnya. Kebetulan Seringai kemarin baru launching album baru bareng Supermusic juga. Penampilan mereka kali ini menjadi rangkaian pertama mereka manggung dengan personil baru selepas almarhum Ricky meninggal. Saya berharap ini jadi nostalgia buat Serigala Militia yang ada di Bandung," bebernya.
"Termasuk 510 juga kemarin saya bantu untuk keberangkatan mereka ke Jepang bersama Supermusic.Kalau SLR kan lagi ramai di Gen Z. Terus sekarang ada yang lagi ramai lagi di Bandung, Alkateri ya kita ambil buat manggung disini," tambahnya.
Kajul juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam festival ini.
"Kita memang mengusung lebih ke all genre, terus kebersamaan. Seperti kebersamaan di backstage itu kita enggak ada sekat. Antara talent yang sudah besar maupun band lokal semua barengan aja gitu kan. Kalau saya lihat di festival lain kan dibedain nih antara main talent dengan talent biasa. Tapi di sini meskipun ada band-band baru tapi perlakuan kita sama ke mereka. Tingkat kenyamanan mereka juga kita samain dengan main talent yang ada di sini," tegasnya.
Ia menambahkan, jumlah penonton di Soreang sudah memenuhi target awal.
Pengalaman Berkesan bagi Musisi
Angga, personel baru Seringai, mengaku merasakan tekanan sekaligus antusiasme saat tampil perdana di acara ini.
"Beban pasti ada. Saya juga merasa deg-degan. Tapi saya tegaskam Seringai tetap bertiga, Arian, Sammy dan Khemod. Tapi untuk versi live ditambah dua personil Dharma Respati dan Angga," ungkapnya.
Ia juga menilai event ini memberi ruang bagi musisi untuk berkembang.
Sementara itu, band 510 dan SLR mengaku terkesan dengan sambutan penonton.
"Iya ini pertama kali buat kita. Jujur, kami tidak menyangka penonton sudah hafal lagu-lagu kami dan ikut sing along. Tadi seru banget, crowd-nya luar biasa. Kami benar-benar ingin main lagi di sini," ujar sang vokalis Faisal.
"Seru banget. Bandung memang selalu seru. Crowd-nya luar biasa, bikin semangat. Walaupun tadi ada sedikit kendala teknis yang penting bunyi dan penonton teriak, itu sudah cukup buat kami. Kita puas," sebut Mahes, sang vokalis.***
Follow Berita Republik Bobotoh di Google News
Penulis: Tim Republik Bobotoh | Editor: Daddy
Supermusic Kecil Tapi Party Jilid 3 di Soreang hadirkan Seringai, SLR, dan 510 dengan konsep tanpa sekat, menghidupkan kembali musik keras.