RBCOM - Persib Bandung menerima kunjungan rombongan peserta pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan ke-78 di Graha Persib, Bandung, pada Selasa, 31 Maret 2026.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi berkembang menjadi forum diskusi yang mempertemukan dunia olahraga dengan diplomasi.
Dalam dialog tersebut, kedua pihak menggali bagaimana sepak bola dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat posisi Indonesia di tingkat global melalui pendekatan yang lebih inklusif.
Diskusi berlangsung dalam suasana akrab, membahas potensi besar sepak bola sebagai alat diplomasi modern.
Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)
Dengan dukungan kuat dari Bobotoh, Persib dinilai memiliki kekuatan sosial yang mampu membangun keterikatan emosional sekaligus menjembatani interaksi lintas budaya.
Hal ini terlihat dari atmosfer pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang selalu menjadi ruang ekspresi identitas dan kebanggaan masyarakat.
Lebih dari sekadar klub, Persib juga dipandang berkontribusi dalam membentuk citra Bandung sebagai kota kreatif dan dinamis.
Peran ini terlihat dari upaya klub dalam membangun kolaborasi lintas sektor, termasuk industri kreatif dan pengembangan komunitas.
Transformasi menuju klub modern juga terus dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi. Langkah ini membuka peluang kerja sama internasional sekaligus memperkuat posisi Persib sebagai organisasi olahraga yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyambut baik kunjungan tersebut.
"Merupakan kehormatan bagi kami dapat menerima kunjungan peserta Sesparlu 78, Kemlu. Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti sebagai silaturahmi, tetapi menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan antara PERSIB dan Kementerian Luar Negeri di masa depan," ujarnya dalam rilis resmi Persib.
Pandangan serupa disampaikan oleh Diplomat Madya, Dicky Satria Pamungkas, yang menilai "Persib memiliki peran strategis yang melampaui fungsi sebagai klub sepak bola".
Menurut para peserta, terdapat tiga kekuatan utama Persib dalam mendukung diplomasi. Pertama, sebagai sarana penguatan city branding melalui reputasi dan prestasi klub.
Baca Juga : Impian Piala Dunia di Depan Mata, Ini Harapan Bojan Hodak untuk Putros
Kedua, sebagai jembatan kerja sama internasional yang membuka peluang promosi daerah. Ketiga, sebagai contoh ekosistem suporter yang solid, di mana Bobotoh menjadi bagian dari kekuatan soft power.
"Sebagai klub dengan basis massa yang besar dan manajemen profesional, PERSIB Bandung bukan sekadar entitas olahraga, melainkan instrumen penting dalam membangun citra Kota Bandung di kancah internasional," ujar Dicky.
Sementara itu, Diar Nurbintoro menilai Persib juga memiliki potensi besar dalam pengembangan sport tourism. Setiap pertandingan kandang dinilai mampu menarik wisatawan dan penggemar sepak bola ke Bandung.
Pertemuan ini menegaskan bahwa sepak bola kini telah berkembang menjadi medium global yang mampu menghubungkan berbagai kepentingan, mulai dari budaya hingga diplomasi.
Melalui langkah ini, Persib menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga berperan sebagai representasi Indonesia dalam membangun jejaring global.****
TONTON VIDEONYA DI YOUTUBE RBCOM TV
Follow Berita Republik Bobotoh di Google News
Penulis: Tim Republik Bobotoh | Editor: Daddy