RAGAM RB - Peresmian Monumen Cagar Budaya Cikadut yang digelar pada Minggu, 29 Maret 2026, di kawasan Jalan Teratai, Kecamatan Mandalajati, menjadi tonggak penting dalam upaya menjaga warisan sejarah di Kota Bandung.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, hingga komunitas yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya.
Dalam momentum tersebut, Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bandung, Asep Robin, menyampaikan apresiasi atas hadirnya monumen sebagai simbol pelestarian sejarah. Ia menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga identitas kota.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa aspek administratif dan legalitas kawasan tidak boleh diabaikan. Menurutnya, penguatan dasar hukum sangat diperlukan agar pengelolaan kawasan dapat berjalan tertib dan berkelanjutan.
"Saya ingatkan kepada Pemerintah Kota Bandung untuk didorong supaya dibuatkan kajiannya, PBG-nya (Persetujuan Bangunan Gedung), termasuk SLF-nya (Sertifikat Laik Fungsi)," ujar Asep Robin, di lokasi acara.
Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)
Ia menegaskan bahwa kelengkapan dokumen seperti kajian teknis, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga Sertifikat Laik Fungsi (SLF) merupakan hal mendasar yang harus segera dipenuhi.
Langkah tersebut dinilai penting agar kawasan makam Cikadut tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga memiliki kepastian hukum dalam pengelolaan dan pengembangannya di masa depan.
Peresmian monumen ditandai dengan prosesi pemotongan pita. Kehadiran monumen ini diharapkan mampu menjadi pengingat sejarah sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang lebih tertata.***
Follow Berita Republik Bobotoh di Google News
Penulis: Tim Republik Bobotoh | Editor: Daddy
Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Bandung Asep Robin, S.H., M.H., menghadiri peresmian Monumen Cagar Budaya Cikadut, Minggu, 29 Maret 2026. (Robby/Humpro DPRD Kota Bandung)