RBCOM - Pertarungan lintas generasi mewarnai dunia catur nasional melalui ajang Percasi Invitation Match 2026 yang mempertemukan tim Senior melawan Young Stars. Kompetisi ini berlangsung di Hotel Mewangi pada 25–31 Maret 2026.
Turnamen ini menghadirkan konsep berbeda dengan mempertemukan dua kelompok usia dalam satu format pertandingan.
Masing-masing tim berisi 12 pecatur yang akan bertanding menggunakan sistem Scheveningen selama 12 babak dalam kurun enam hari.
Setiap pecatur dari tim senior akan berhadapan langsung dengan seluruh pemain dari kubu muda. Dalam pelaksanaannya, pertandingan digelar dua ronde setiap hari, kecuali di hari terakhir yang hanya mempertandingkan satu ronde.
Tim senior diperkuat sejumlah nama berpengalaman seperti Hamdani Rudin, Cecep Kosasih, Danny Juswanto, Ronny Gunawan, Irwanto Sadikin, hingga Hanny Marentek.
Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)
Sementara itu, tim Young Stars dihuni para talenta muda yang saat ini masuk dalam pelatnas, termasuk Fabian Glen Mariano, Nayaka Budhidharma, Syafira Devi Herfesa, dan Laysa Latifah yang tengah mencuri perhatian.
Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto, yang membuka langsung turnamen ini menilai secara teknis para senior masih unggul. Namun faktor usia menjadi tantangan tersendiri dalam pertandingan dengan intensitas tinggi.
“Mungkin dari sisi tekni tim yang tua ini teknisnya kuat. Tapi kan seperti bola, dribelnya sudah tidak sekuat dulu tapi hasil belum tentu. Ini juga adu daya tahan karena dalam sehari mereka bisa menjalani dua kali pertandingan,” ujar Utut kepada wartawan usai membuka acara, Rabu (25/3/2026).
Ia menegaskan, turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari proses pembinaan jangka panjang bagi pecatur muda Indonesia.
Program pelatihan yang telah berjalan hampir dua tahun dinilai mulai menunjukkan hasil positif.
“Artinya progres-progres teman-teman ini meningkat. Saya mengapresiasi Susanto dan Tirta Candra. Ini juga bagian dari pembinaan tim pelatnas,” bebernya.
Selain hadiah, para pemenang dari tim senior juga akan mendapat kesempatan tampil di kejuaraan internasional yang digelar di Serbia pada November mendatang.
Pelatih pelatnas, Susanto Megantoro, menekankan pentingnya ajang ini sebagai sarana belajar bagi para pecatur muda.
Ia berharap anak didiknya mampu memanfaatkan kesempatan untuk menyerap pengalaman dari para senior yang sudah lebih matang.
“Jadi buat junior, coba cari pengalaman dan mencuri ilmu dari para senior karena mereka kaya pengalaman. Ya bermain sebaik mungkin lah dan ambil ilmu yang didapatkan dari para senior,” tuturnya.
Hal serupa juga disampaikan Laysa Latifah. Pecatur muda yang tengah naik daun ini mengaku lebih fokus pada proses belajar selama mengikuti turnamen tersebut.
“Buat saya ini lebih ke mencari pengalaman dan ilmu. Karena mereka kan sudah lebih banyak pengalaman, jadi ingin menyerap ilmu mereka untuk kita. Kalau secara teknis mereka memang lebih unggul tapi secara fisik dan daya tahan tubuh mereka kan sudah mulai berkurang,” ujar Laysa.***
Follow Berita Republik Bobotoh di Google News
Penulis: Tim Republik Bobotoh | Editor: Daddy
Percasi Invitation Match 2026: Bentrok Generasi, Uji Strategi, Mental, dan Daya Tahan. (DDY/RBCOM)