RBCOM - Perjalanan Persib Bandung menuju tangga juara Liga 1 2025/2026 memasuki fase krusial.
Dengan sembilan pertandingan tersisa, Maung Bandung dihadapkan pada serangkaian laga berat yang akan menguji konsistensi dan mental bertanding.
Sejumlah lawan tangguh sudah menanti, mulai dari Bali United, Arema FC, hingga duel panas kontra rival klasik Persija Jakarta.
Selain itu, Persib juga dijadwalkan menghadapi Dewa United FC, Bhayangkara FC, PSIM Yogyakarta, PSM Makassar, serta Persijap Jepara.
Baca Juga : Tinggal 9 Laga! Sinyal Persib Bandung Juara Makin Kuat, Begini Prediksi Umuh Muchtar
Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)
Saat ini, Persib masih kokoh di puncak klasemen dengan 58 poin. Tim asuhan Bojan Hodak unggul empat angka dari Borneo FC Samarinda dan enam poin dari Persija Jakarta.
Meski berada di posisi teratas, selisih poin yang belum sepenuhnya aman membuat sembilan laga tersisa menjadi penentu. Setiap pertandingan kini terasa seperti final bagi Persib.
Jaga Fokus
Manajer Persib, Umuh Muchtar, menyoroti pentingnya menjaga fokus tim, termasuk memastikan pertandingan berjalan fair, terutama dari sisi kepemimpinan wasit.
“Sekarang kan saya bicara wasit lagi, wasit lagi. Tapi sekarang mudah-mudahan ya. Kemarin aja terakhir wasitnya bagus. Jadi kalau wasitnya bagus. Wasitnya tidak macam-macam, kan jadinya Umuh Muchtar duduk di bench, tidak perlu teriak-teriak ke depan wasit.” kata Umuh Muchtar, di kediamannya Tanjungsari Sumedang, Selasa (18/3/2026).
Ia menegaskan, perhatian terhadap kualitas pertandingan menjadi penting mengingat besarnya antusiasme publik terhadap Persib.
Baca Juga : Bojan Hodak Sebut Super League sudah Masuk Periode Krusial
“Tapi kalau ada masalah yang mencolok. Dan semua karena ini puluhan juta orang yang menonton. mau luar pulau sampai luar negeri, banyak bobotoh yang menonton.” ujarnya,
Motivasi untuk Pemain
Selain itu, Umuh juga menekankan pendekatan personal kepada para pemain sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas tim di fase krusial ini.
“Motivasi buat pemain. Jadi kita harus bisa mengalah untuk semua pemain. Kita harus banyak mengalah untuk menang. Biar mereka juga hatinya senang. Dan pikiran mereka pun juga tenang.” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa keharmonisan di dalam tim tetap terjaga, termasuk dalam menyikapi pemain yang tidak mendapatkan menit bermain.
“Saya selalu merangkul pemain lokal maupun asing. Saya memberitahukan kepada yang tidak main. ‘Sabar kamu. Yang penting Persib menang. Kamu ada di Persib. Kalau main itu kan aturan ada di Bojan." terang Umuh.
Baca Juga : Tinggal 9 Laga! Sinyal Persib Bandung Juara Makin Kuat, Begini Prediksi Umuh Muchtar
Umuh menegaskan dirinya tidak pernah mencampuri keputusan teknis pelatih, dan justru memberikan dukungan penuh kepada Bojan Hodak.
“Saya tidak pernah intervensi kenapa si ini tidak main atau kenapa si ini diganti. Tidak pernah. Saya senang lah dengan Bojan.” tegas Umuh.
“Bojan juga sangat bersahabat dengan saya. Jadi tidak seperti dengan pelatih-pelatih yang lalu.” sambungnya.
Dengan kombinasi fokus, kekompakan tim, serta hubungan harmonis antara manajemen dan pelatih, Persib kini berupaya menjaga konsistensi demi mempertahankan posisi puncak hingga akhir musim.****
TONTON VIDEONYA DI YOUTUBE RBCOM TV
Follow Berita Republik Bobotoh di Google News
Penulis: Tim Republik Bobotoh | Editor: Daddy
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar. (Adam Husein/REPUBLIKBOBOTOH.COM)