RBCOM - Kehadiran Layvin Kurzawa di Persib Bandung bukan hanya soal nama besar dan pengalaman Eropa, tetapi juga soal manajemen kondisi fisik.
Jadwal padat yang menanti Maung Bandung dalam beberapa bulan ke depan di kompetisi Super League dan AFC Champions League (ACL) Two membuat tim pelatih tak bisa gegabah dalam memaksimalkan tenaga sang bek kiri.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menegaskan bahwa pengaturan menit bermain akan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas performa tim.
Kurzawa dinilai membutuhkan penyesuaian bertahap, terutama setelah cukup lama tidak merumput secara reguler.
Baca Juga : Ini Alasan Persib Rekrut Dion Markx Dengan Durasi Kontrak Jangka Panjang
Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)
Seperti diketahui, sebelum akhirnya direkrut Persib, Kurzawa sempat memperkuat klub Liga Portugal, Boavista musim 2025. Namun, kebersamaannya dengan klub tersebut tidak berlangsung lama.
Tercatat, sejak 1 Juli 2025, Kurzawa berstatus tanpa klub. Artinya, dia "nganggur" tanpa klub sekitar tujuh bulan sebelum akhirnya merapat ke Skuat Maung Bandung.
“Mungkin bisa menjadi 21 (menit), mungkin 25, jadi akan banyak menit yang diberikan padanya. Memang kita tahu dia lama tidak bermain, tapi jika kalian ingat, kami memiliki isu yang sama terhadap (Federico) Barba, kendala yang sama terhadap (Stefano) Beltrame, ini pemain yang tidak bermain beberapa bulan,” kata Bojan Hodak.
Baca Juga : Bojan Hodak Bicara Terbuka soal Kurzawa, Dion, dan Keterbatasan Budget
Pengalaman Persib menghadapi situasi serupa sebelumnya membuat Bojan lebih percaya diri dalam menyusun rencana adaptasi bagi pemain asal Prancis tersebut.
Nama Besar, Ekspektasi Besar
Meski membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi ideal, kualitas Kurzawa tidak diragukan. Bojan menilai kehadiran pemain dengan latar belakang sepak bola elite Eropa membawa nilai lebih, baik secara teknis maupun psikologis bagi tim.
“Bagi fans dan klub, bagus bisa mendapatkan satu nama besar untuk gabung liga ini,” katanya.
Kurzawa sendiri datang ke Bandung dengan reputasi mentereng. Di usia 33 tahun, ia pernah menjadi bagian dari tim nasional Prancis dan menjalani periode panjang bersama Paris Saint-Germain.
Baca Juga : Komentar Pertama Kurzawa Setelah resmi Gabung Persib Diperkenalkan di GBLA
Pengalamannya bermain di ruang ganti yang dihuni bintang dunia—termasuk Neymar—menjadi modal penting dalam perjalanan barunya bersama Persib.
Kini, tantangannya bukan hanya beradaptasi dengan kompetisi dan atmosfer sepak bola Indonesia, tetapi juga membuktikan bahwa kondisi fisiknya mampu mengimbangi tuntutan ambisi besar Persib musim ini.****
TONTON VIDEONYA DI YOUTUBE RBCOM TV
Follow Berita Republik Bobotoh di Google News
Penulis: Tim Republik Bobotoh | Editor: Daddy
Layvin Kurzawa saat diperkenalkan di Stadion GBLA< usai laga Persib vs PSBS Biak. (Adam/RBCOM)