RBCOM - Operator kompetisi, I.League menyampaikan pernyataan resmi terkait masalah finansial yang dialami PSBS Biak hingga menimbulkan masalah tunggakan gaji.

Sebelumnya viral di media sosial unggahan surat dari pemain dan ofisial tim PSBS Biak yang mengungkap fakta adanya tunggakan gaji selama 2,5 hingga 3 bulan.

Problem finansial yang dialami PSBS Biak ini, diyakini sebagai faktor pemicu penurunan performa klub berjuluk Badai Pasifik itu.

PSBS Biak menelan kekalahan dalam lima pertandingan terakhir. Bahkan, dua laga terakhir kalah dengan skor mencolok.

Jelang pertandingan PSBS Biak selanjutnya melawan Persija Jakarta, I.League menyampaikan beberapa poin terkait masalah yang dihadapi Badai Pasifik.

Baca Juga : Bojan Hodak pun Bingung Melihat Dewa United Musim Ini

Berikut pernyataan I.League:

1. Kompetisi berada dalam pengawasan aktif, dan I.League memonitor situasi ini secara serius.

2. Komitmen terhadap regulasi menjadi prinsip utama, di mana seluruh pihak wajib menjalankan hak dan kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku.

3. Proses pendalaman telah dilakukan, termasuk melalui komunikasi dan pertemuan langsung dengan manajemen PSBS Biak untuk memperoleh informasi yang komprehensif dan objektif.

4. Penanganan akan dilakukan secara proporsional dan berbasis fakta, dengan mempertimbangkan seluruh aspek, termasuk kontribusi serta kewajiban klub dalam sistem kompetisi, dan juga aspek deposit yang menjadi bagian dari komitmen finansial klub.

I.League menegaskan bahwa dalam tata kelola kompetisi profesional, setiap klub memiliki kewajiban untuk memenuhi aspek finansial, termasuk mekanisme deposit yang menjadi bagian dari sistem dan telah diatur dalam regulasi kompetisi.

Baca Juga : Fakta Menarik di Balik Semua Kartu Merah Persib

Mekanisme deposit tersebut merupakan salah satu instrumen untuk menjaga komitmen finansial klub dan mendukung stabilitas operasional kompetisi, termasuk dalam konteks pelaksanaan Super League musim 2025/26.

Namun demikian, keberadaan deposit tidak serta-merta menghapus kewajiban klub dalam memenuhi hak-hak pemain.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengabaikan persoalan yang menyangkut hak pemain dan integritas kompetisi.

"Kami memahami bahwa ini adalah situasi yang menjadi perhatian banyak pihak, khususnya para pemain," kata Ferry Paulus.

"I.League telah melakukan pertemuan langsung dengan manajemen PSBS Biak untuk mendapatkan kejelasan dan mendorong penyelesaian yang bertanggung jawab,” ujar Ferry Paulus.****