RBCOM - Event lari bertajuk Run For Humanity (RFH) 2026 dipastikan kembali digelar di Kota Bandung. 

Ajang lari yang mengusung misi kemanusiaan, kesehatan, dan pendidikan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 April 2026, dengan pusat kegiatan di Balai Kota Bandung.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menargetkan sekitar 3.000 peserta dari berbagai komunitas lari dan masyarakat umum untuk meramaikan dua kategori lomba, yakni 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K).

Race Director RFH, Eka Enani Putra, menjelaskan bahwa rute lomba sebagian besar masih mempertahankan jalur yang digunakan pada tahun sebelumnya. 

Namun terdapat perubahan pada titik start dan finis yang kini berada di kawasan Balai Kota Bandung.

“Start akan dimulai dari Balai Kota Bandung, tepatnya dari sisi pintu keluar. Sekitar 70 persen rute masih sama seperti tahun lalu, hanya posisi start dan finish saja yang berubah,” ujar Eka dalam konferensi pers di Merial Syariah Hotel Bandung.

Berbeda dengan konsep fun run yang diterapkan pada penyelenggaraan sebelumnya, Run For Humanity 2026 kini hadir dengan format race atau kompetisi resmi. 

Untuk mendukung sistem perlombaan yang lebih profesional, panitia juga akan menggunakan timing system sehingga para pelari dapat mengetahui catatan waktu mereka secara akurat.

Menurut Eka, penggunaan timing system akan membantu pelari memantau perkembangan performa mereka selama berlatih.

“Tahun ini pencatatan waktu dilakukan secara resmi melalui timing system, sehingga peserta bisa mengetahui progres mereka secara lebih terukur,” katanya.

Antusiasme komunitas lari di Bandung membuat panitia optimistis target peserta dapat tercapai, bahkan berpotensi melampauinya. Pada penyelenggaraan tahun lalu, jumlah peserta yang mendaftar bahkan melebihi target.

“Target sebelumnya sekitar 2.500 peserta, tetapi yang mendaftar mencapai 2.800 orang. Kami berharap tahun ini antusiasmenya bisa lebih besar,” tambah Eka.

Selain pelari dari komunitas dan masyarakat umum, event ini juga direncanakan diikuti sejumlah atlet daerah hingga atlet nasional.

Sementara itu, Founder Run For Humanity, Dimas Seto, mengungkapkan bahwa RFH 2026 akan digelar di empat kota di Indonesia. Bandung menjadi kota pertama yang membuka rangkaian event tersebut.

“Bandung sudah dipastikan menjadi kota pertama. Selain itu kemungkinan juga akan digelar di Solo, sementara kota lainnya masih dalam pembahasan,” ujar Dimas.

Ia menilai Bandung menjadi lokasi yang tepat karena dikenal sebagai salah satu kota dengan komunitas lari paling aktif di Indonesia. 

Bahkan hampir setiap pekan selalu ada kegiatan lomba atau fun run yang digelar di Kota Kembang.

“Bandung sangat aktif dalam kegiatan olahraga, terutama lari. Selain komunitasnya kuat, masyarakatnya juga sangat mendukung kegiatan seperti ini,” jelasnya.

Selain menjadi ajang olahraga, Run For Humanity juga membawa misi sosial. Sebagian hasil dari penyelenggaraan event ini akan disalurkan untuk kegiatan kemanusiaan dan pendidikan.

Panitia berencana menyalurkan bantuan pendidikan bagi masyarakat di Palestina, serta memberikan dukungan bagi anak-anak dan bayi yang membutuhkan di Kota Bandung.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memberikan manfaat bagi sesama,” kata Dimas.

Dukungan terhadap event ini juga datang dari atlet lari nasional Agus Prayoga, peraih tujuh medali emas SEA Games. Ia menilai Run For Humanity memiliki nilai lebih karena menggabungkan olahraga dengan kegiatan sosial.

“Event seperti ini sangat positif karena tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga memberikan kontribusi bagi kemanusiaan,” ujar Agus.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi munculnya pelari-pelari muda berbakat yang nantinya mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Banyak atlet lahir dari event-event lomba lari seperti ini. Mudah-mudahan dari RFH juga muncul atlet baru yang berprestasi,” pungkasnya.***