Starting XI Persib saat hadapi Persebaya di kompetisi Super League 2025/26. (Adam Husein/RBCOM)
RBCOM - Keberhasilan Persib menjadi juara paruh musim kompetisi Super League Indonesia 2025/26, tak lepas dari membaiknya kinerja lini belakang Maung Bandung.
Persib menjadi tim yang paling sedikit kebobolan dengan 11 gol. Lebih baik dari Persija dan Persita yang kebobolan 14 gol selama putaran pertama.
Dari 11 gol yang bersarang di gawang Persib, delapan di antaranya saat dikawal Teja Paku Alam, dua gol ketika Adam Przybek bermain dan satu gol saat dijaga Fitrah Maulana.
Pelatih Persib, Bojan Hodak mengatakan, mencetak gol dan meraih kemenangan merupakan tujuan utama dalam permainan sepak bola.
Tetapi untuk mencapainya, tim membutuhkan pertahanan yang baik. Karenanya, kata Bojan Hodak, sangat penting bagi Persib memiliki pertahanan yang solid.
"Jika melihat hasil dan klasemen, tentu yang paling penting adalah pertahanan berjalan dengan baik," kata Bojan Hodak.
"Jadi sejauh ini pertahanan kami yang terbaik di liga, tentu saja ini adalah kunci (keberhasilan)," ujarnya seperti dikutip dari laman Persib.
Sementara untuk gol memasukan, Persib total mencetak 27 gol, kalah produktif dari Malut United (33), Persija (32), Borneo FC (31).
"Karena serangan bisa memenangkan pertandingan. Tapi pertahanan juga bisa memenangkan gelar juara," tegasnya.
Persib akan melakoni pertandingan berikutnya melawan PSBS Biak di Stadion GBLA pada Minggu, 25 Januari 2026.****