Final Sengit Campus League 2026: Tiga Laga Rubber Set, UNS Solo Raih Dua Gelar

Final Sengit Campus League 2026: Tiga Laga Rubber Set, UNS Solo Raih Dua Gelar UNS Solo Berpesta di Final Campus League 2026, Persaingan Panas hingga Rubber Set. (Iday/RBCOM)

RAGAM RBCOM - Persaingan sengit mewarnai babak final sektor individu Campus League 2026-Badminton The Nationals di GOR KONI Bandung, Rabu (23/9/2026).

Tiga dari enam partai final harus dituntaskan melalui rubber set, sementara Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo tampil sebagai kampus dengan raihan dua gelar nasional.

Dua gelar tersebut diraih UNS Solo melalui nomor ganda putra dan ganda putri. Hasil ini sekaligus menempatkan UNS sebagai juara umum kategori individu pada gelaran nasional Campus League 2026-Badminton The Nationals.

Turnamen yang berlangsung pada 21-25 September 2026 itu diikuti 161 student-athlete dari 26 universitas. Mereka merupakan wakil kampus dari sejumlah kota, di antaranya Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Bandung, Cimahi, Jakarta, dan Depok.

Pada sektor individu, enam nomor dipertandingkan, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, ganda campuran, dan 3v3.

Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)


UNS Dominan di Ganda Putra

Gelar pertama UNS datang dari nomor ganda putra. Adna Farrell Nugroho/Muhammad Khalil M. Abdullah sukses menundukkan pasangan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Demorza Naafi/Muhammad Halim As Sidiq.

Nugroho-Abdullah sempat tertinggal dua angka pada awal set pertama. Namun, pasangan UNS segera mengambil kendali dan berbalik unggul 5-2 sebelum menutup set dengan skor 15-9.

Dominasi berlanjut pada set kedua. Permainan cepat membuat Nugroho-Abdullah langsung meninggalkan lawan dengan skor 9-2. Mereka akhirnya memastikan gelar nasional setelah merebut set kedua dengan skor 15-6.

Drama Ketat di Ganda Putri

Final paling ketat terjadi pada nomor ganda putri. Pasangan UNS, Lintang Ari Rahmawati/Tanaya Yafiyah Darojat, berhadapan dengan unggulan pertama dari Binus University, Feodora H. Eltriannisa/Veren Irvana Daula.

Set pertama berlangsung ketat sejak awal. Kedua pasangan tercatat 11 kali berada dalam posisi skor sama, mulai 1-1 hingga 5-5.

Binus sempat menjauh 7-5, tetapi UNS segera menyamakan kedudukan menjadi 7-7. Kejar-mengejar angka terus terjadi hingga 12-12 sebelum Binus mampu menutup set pertama dengan keunggulan 15-12.

UNS bangkit pada set kedua. Setelah kembali terlibat dalam skor ketat pada awal permainan, Lintang-Tanaya mulai menjauh dan akhirnya merebut set kedua 15-9.

Rubber set pun tak terhindarkan.

Pada set penentuan, kedua pasangan kembali terlibat kejar-mengejar angka. Binus sempat berada di depan, tetapi setelah skor 5-5, pasangan UNS perlahan mengambil kendali hingga akhirnya menang 15-13.

Lintang mengakui ketegangan sempat memengaruhi permainannya pada set pertama.

“Tipe permainan Binus beda dengan kami. Kalau kami lebih banyak main loop dan chop. Binus kebanyakan pakai teknik menyerang. Saya sempat kurang siap dan tidak percaya diri dengan kualitas pertahanan kami.” ujarnya.

Menurut Tanaya, menjaga motivasi serta komunikasi dengan pasangan menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan tersebut.

“Saya senang bisa membawa nama UNS ke tingkat nasional.” inbuhnya.

Gelar Tunggal Putri Milik UII

Sementara itu, gelar tunggal putri menjadi milik Universitas Islam Indonesia (UII). Alfira Deanika tampil meyakinkan saat menghadapi unggulan kedua dari Universitas Padjadjaran, Maria Veronica Ngadien Prawesti.

Deanika mengakhiri pertandingan dalam dua set langsung, 15-9 dan 15-6, untuk mengamankan podium tertinggi.

Partai ganda campuran mempertemukan dua wakil perguruan tinggi asal Jakarta. Khaddhaffy A. Ramadhan/Alya Ardelia dari Universitas Budi Luhur menghadapi Muhammad Halim As Sidiq/Citra Murdiningrum Surono dari Universitas Negeri Jakarta.

Pertandingan berlangsung dalam tiga set. Ramadhan-Ardelia sempat kehilangan set pertama 15-17, tetapi mampu bangkit dan merebut dua set berikutnya dengan skor 15-8 dan 15-9.

Drama tiga set juga terjadi di final tunggal putra. Akmal Zaidan Pamuji dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto harus melewati pertandingan ketat melawan Muhammad Bagus Suyarto dari Universitas Budi Luhur Jakarta.

Pamuji merebut set pertama, tetapi Suyarto membalas pada set kedua. Pertandingan pun harus ditentukan melalui rubber set.

Pada set penentuan, Pamuji kembali menemukan permainan terbaiknya dan mengunci gelar setelah menang 15-10, 11-15, 15-13.

Pamuji mengakui dirinya kehilangan fokus pada set kedua. Namun, arahan pelatih membantunya mengubah strategi pada set penentuan.

“Set kedua, saya akui terlalu santai akhirnya jadi ragu sendiri. Cuma di set ketiga saya diingatkan coach Gery, untuk lebih fokus pada medan depan karena shuttlecock dari lawan sangat kencang. Jadi pertahanan depan harus dijaga.” terangnya.

Dari pertandingan tersebut, Pamuji mengaku mendapat pelajaran mengenai pentingnya membaca permainan lawan, menjaga daya tahan, dan menyusun strategi selama pertandingan.

Pelatih Pamuji, Eranio Gery Sudiro, menilai Campus League bukan sekadar ajang perebutan gelar, tetapi juga menjadi ruang bagi student-athlete untuk mendapatkan pengalaman bertanding.

“Campus League adalah yang terbaik. Ada banyak manfaat dari turnamen ini. Pertama, eksposur luar biasa. Kalau ada yang positif seperti ini, prestasi di bidang olahraga, jadi viral. Kedua, para student-athlete makin terlecut semangatnya dalam berlatih dan memahami pentingnya berkompetisi di level regional juga nasional.” kata Eranio.

Trio STKIP Pasundan Kuasai 3v3

Sementara itu, pertandingan final nomor 3v3 mempertemukan STKIP Pasundan Cimahi dengan Universitas Gunadarma. Trio Rangga Arda Rheta/Agnia Sri Rahayu/Deandra Ikhsan Gunawan dari STKIP Pasundan tampil dominan ketika menghadapi Muhammad Irsya Mubarok/Alya Zafira/Ardha Tanu Widarma dari Universitas Gunadarma.

Wakil Cimahi tersebut mengamankan gelar dalam dua set langsung, 15-7 dan 15-8.

Tiga Final Berakhir Rubber Set

Head of Media and Publication Campus League, Hedi Novianto, menyebut tiga dari enam pertandingan final yang berlangsung melalui rubber set menjadi gambaran ketatnya persaingan di The Nationals.

Menurut Hedi, sebagian student-athlete yang tampil di fase nasional sudah memiliki pengalaman bertanding di level sirkuit nasional sehingga perbedaan kekuatan antarpemain relatif tipis.

“Persaingannya sengit. Sebagian student-athlete yang tampil di The Nationals sudah terbiasa tampil di sirnas (sirkuit nasional). Peta kekuatan mereka tidak beda jauh, makanya terjadi banyak rubber-set.” ujarnya.

Hedi mengatakan Campus League Badminton juga diarahkan sebagai wadah untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit pebulutangkis dari kalangan mahasiswa.

Setelah menggelar kompetisi regional di Semarang dan Bandung pada 2026, penyelenggara membuka peluang memperluas cakupan regional pada musim berikutnya.

“Kami merencanakan empat regional untuk Campus League Badminton tahun depan. Kami selalu di awal merencanakan lebih dari tiga atau empat regional di Pulau Jawa. Kemungkinan, tahun depan di Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Kami mesti meriset ulang apakah Yogyakarta dan Semarang bisa disatukan atau terpisah,” kata Hedi.

Sebelumnya, Campus League Badminton 2026 menggelar fase regional di Semarang dan Bandung dengan mempertandingkan kategori individu, beregu, dan 3v3.

Di Semarang, kompetisi berlangsung pada 26-29 Agustus 2026 di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro, dan diikuti 149 student-athlete dari 17 kampus.

Sementara fase regional Bandung berlangsung di GOR KONI Bandung pada 15-18 September 2026. Sekitar 150 student-athlete dari 23 kampus di Bandung dan sekitarnya ambil bagian dalam persaingan menuju The Nationals.

Rangkaian kompetisi tersebut kemudian bermuara pada Campus League 2026-Badminton The Nationals di Bandung yang mempertemukan para student-athlete terbaik dari berbagai wilayah.

Dengan tiga final yang berakhir melalui rubber set, babak puncak The Nationals menunjukkan ketatnya persaingan antarkampus sekaligus memberikan panggung bagi para student-athlete untuk menguji kemampuan mereka di level nasional.***

Follow Berita Republik Bobotoh di Google News

Penulis: Daddy Mulyanto | Editor: Daddy

Memuat Terkini...