RBCOM - Pertandingan big match dalam sepak bola Indonesia selalu memiliki tempat tersendiri.
Seperti yang akan digelar pada, Minggu, 11 Desember 2026 ini, yang mempertemukan Persib Bandung melawan Persija Jakarta, pada laga pekan ke-17 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung, kick-off 15.30 WIB.
Bukan hanya soal pertandingan, tetapi tentang emosi, sejarah, dan antusiasme yang menyertainya.
Pertemuan dua tim besar kerap diibaratkan seperti kakak dan adik atau sahabat lama yang saling menantang, penuh persaingan namun tidak pernah benar benar bisa dipisahkan.
Baca Juga : BRI SUPER LEAGUE : El Clasico Indonesia, Adu Tajam Legiun Asing Persib vs Persija
Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)
Setiap musim, laga laga besar ini selalu dinanti. Tiket hampir selalu habis, stadion penuh, dan perhatian publik tertuju pada satu pertandingan.
Antusiasme itu datang bukan hanya dari keinginan mendukung tim kebanggaan, tetapi juga dari rasa ingin menyaksikan langsung kualitas dan karakter tim lawan.
Jika hanya soal mendukung tim sendiri, tentu banyak pertandingan lain yang bisa dipilih. Namun big match selalu menawarkan sesuatu yang berbeda, yaitu gengsi, cerita, dan rivalitas yang seimbang.
Di atas lapangan, big match menghadirkan motivasi tertinggi. Harga diri dipertaruhkan, kualitas diuji, dan setiap detail menjadi berarti.
Baca Juga : Jelang Duel Persib vs Persija, Marc Klok Sebut Laga Ini Sangat Spesial
Persaingan ini bukan sekadar soal menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana klub, pemain, dan suporter ikut membentuk dinamika kompetisi yang hidup dan terus berkembang dari musim ke musim.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menilai bahwa rivalitas dalam big match seharusnya menjadi kekuatan positif bagi sepak bola nasional.
“Pertemuan tim-tim besar bukan sekadar pertandingan, tetapi momentum untuk menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia semakin matang dan profesional. Rivalitas harus tetap menjadi ruang untuk sportivitas, saling menghormati, dan kecintaan terhadap sepak bola,” ujarnya dalam rilis resmi I.League.
Sebagai operator kompetisi, I.League memandang big match sebagai cermin kecintaan publik terhadap sepak bola Indonesia.
Baca Juga : Bojan Hodak Soroti Laga Persib vs Persija di Bandung yang Selalu Dipimpin Wasit Asing
Tanpa rivalitas, pertandingan terasa biasa. Dengan rivalitas, setiap laga memiliki makna.
Inilah yang membuat big match selalu dinanti, bukan hanya karena siapa yang menang, tetapi karena emosi, kebanggaan, dan cerita yang lahir darinya.****
TONTON VIDEONYA DI YOUTUBE RBCOM TV
Follow Berita Republik Bobotoh di Google News
Penulis: Tim Republik Bobotoh | Editor: Daddy
Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus. (PSSI)