<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
                <rss version="2.0">
                <channel>
                <title>republikbobotoh- ragam</title>
                <link>https://www.republikbobotoh.com/</link>
                <description>News aAnd Service</description>
                <lastBuildDate>1792693023</lastBuildDate>
                <pubDate>1792693023</pubDate>
                <ttl>60</ttl><item><title>Jelang Musim Hujan, Agus Hermawan Desak Penataan Drainase dan Penertiban Bangunan Liar</title><description>DPRD Kota Bandung mendorong pembenahan drainase, penertiban bangunan liar, dan penataan trotoar untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.</description><content>&lt;b&gt;RAGAM RB - &lt;/b&gt;Ancaman banjir dan genangan air saat musim hujan kembali menjadi perhatian DPRD Kota Bandung. 

Pemerintah Kota Bandung didorong untuk mempercepat pembenahan infrastruktur, terutama saluran drainase dan trotoar, sekaligus menertibkan bangunan yang mengganggu fungsi fasilitas umum.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung, Agus Hermawan, S.AP., menilai upaya mengantisipasi banjir harus dilakukan melalui langkah pencegahan yang terencana, bukan sekadar penanganan ketika air sudah menggenangi permukiman maupun jalanan.

Menurutnya, kondisi saluran air perlu dipastikan tetap berfungsi dengan baik. Tumpukan sampah, bangunan yang menutupi drainase, serta penggunaan fasilitas umum yang tidak sesuai peruntukannya dapat memperburuk aliran air ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Agus menyoroti keberadaan bangunan liar (bangli) yang berdiri di atas saluran air atau menggunakan ruang trotoar. Selain mengganggu keteraturan kota, kondisi tersebut berpotensi menghambat upaya pengendalian genangan dan mengurangi kenyamanan masyarakat.

“Bagaimana kita akan menanggulangi dan mengurangi banjir jika aliran airnya tersumbat dan terhambat,” tegas Agus.

Ia menekankan, drainase harus berfungsi sebagai jalur pembuangan air hujan, sedangkan trotoar mesti dikembalikan pada peruntukannya sebagai ruang aman bagi pejalan kaki.
&lt;b&gt;
Penataan Fasilitas Umum Perlu Konsistensi&lt;/b&gt;

Agus mengapresiasi upaya Pemkot Bandung dalam menata kawasan dan mengembalikan fungsi fasilitas publik. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan penataan tidak cukup diukur dari pelaksanaan penertiban dalam jangka pendek.

Infrastruktur yang telah diperbaiki harus dirawat secara konsisten agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Pengawasan juga diperlukan untuk mencegah fasilitas umum kembali digunakan tidak sesuai dengan fungsinya.

Di sisi lain, penataan kota perlu mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat yang terdampak. Pemerintah diharapkan mampu menyeimbangkan kepentingan menjaga ketertiban dengan keberlangsungan ekonomi warga, termasuk pedagang kaki lima (PKL).

Agus berpandangan, aktivitas berdagang tetap dapat berlangsung selama tidak menghalangi fungsi fasilitas umum. Karena itu, penataan perlu disertai pengaturan yang jelas mengenai lokasi dan bentuk tempat usaha.

“Mereka bukan tidak boleh berjualan, tetapi bangunannya jangan permanen. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” katanya.

Selain penertiban, edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting. Warga perlu memahami bahwa menjaga kebersihan drainase, tidak mendirikan bangunan di atas saluran air, serta menggunakan trotoar sesuai peruntukannya merupakan bagian dari upaya bersama mengurangi risiko banjir dan menciptakan lingkungan yang nyaman.

Dengan keterlibatan masyarakat, upaya menjaga fasilitas umum diharapkan tidak hanya bergantung pada operasi penertiban pemerintah.

&lt;b&gt;Pembenahan Drainase Harus Berbasis Perencanaan&lt;/b&gt;

Lebih lanjut, Agus meminta pembenahan drainase dan trotoar dilakukan berdasarkan kajian yang matang. Pemerintah perlu memperhitungkan kondisi infrastruktur yang tersedia, karakteristik setiap kawasan, kebutuhan warga, serta kesesuaian dengan tata ruang kota.

Ia juga menilai keterlibatan konsultan dalam penyusunan perencanaan dapat membantu pemerintah menentukan langkah penataan yang lebih terukur dan sesuai dengan kondisi lapangan.

Perencanaan yang tepat diharapkan dapat mencegah persoalan berulang, seperti saluran air yang terhambat akibat bangunan tidak sesuai ketentuan maupun trotoar yang kehilangan fungsi karena digunakan untuk kepentingan lain.

Menjelang musim penghujan, pemeliharaan drainase juga perlu menjadi prioritas. Pembersihan saluran secara berkala harus dilakukan untuk mengurangi potensi penyumbatan, terutama ketika curah hujan meningkat.

Menurut Agus, langkah antisipasi sejak dini perlu dibarengi dengan pengawasan rutin terhadap infrastruktur yang sudah dibenahi. Dengan begitu, pemerintah dapat memastikan saluran air tetap berfungsi dan fasilitas umum tidak kembali disalahgunakan.

Ia berharap Pemkot Bandung memperkuat pemeliharaan drainase, menertibkan bangunan yang menghambat fungsi fasilitas publik, serta memastikan seluruh proses penataan berjalan secara terencana dan berkelanjutan.

Melalui pembenahan infrastruktur, pengawasan yang konsisten, dan partisipasi masyarakat, risiko banjir serta genangan air di sejumlah kawasan Kota Bandung diharapkan dapat diminimalkan.***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/22/jelang-musim-hujan-agus-hermawan-desak-penataan-drainase-dan-penertiban-bangunan-liar</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/agus-hermawan-5478_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/22/jelang-musim-hujan-agus-hermawan-desak-penataan-drainase-dan-penertiban-bangunan-liar</guid><category>DPRD Kota Bandung</category><category>Banjir Kota Bandung</category><category>Drainase Kota Bandung</category><category>Bangunan liar Bandung</category><category>Musim hujan Bandung</category></item><item><title>Kebocoran Air Tirtawening Tembus 50 Persen, DPRD Kota Bandung Desak Pembenahan Besar-besaran</title><description>DPRD Kota Bandung menyoroti kebocoran air Tirtawening di atas 50 persen, cakupan layanan 38 persen, dan tingginya biaya operasional.</description><content>&lt;b&gt;RAGAM RB - &lt;/b&gt;Perumda Tirtawening Kota Bandung didorong melakukan reformasi menyeluruh untuk memperbaiki kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat. 

Pembaruan jaringan perpipaan, penurunan angka kehilangan air, perluasan jangkauan pelanggan, hingga evaluasi beban operasional menjadi sejumlah agenda yang dinilai perlu segera direalisasikan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bandung, Eko Kurnianto W, S.T., M.PMat, menilai persoalan yang membelit perusahaan daerah penyedia air minum tersebut tidak bisa diselesaikan hanya melalui perbaikan infrastruktur. Pembenahan juga harus menyentuh tata kelola perusahaan, manajemen sumber daya manusia (SDM), serta perencanaan investasi jangka panjang.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kondisi jaringan perpipaan yang sudah berusia tua. Infrastruktur tersebut dinilai berpotensi memicu kebocoran sehingga distribusi air kepada pelanggan belum berjalan optimal.

Eko mengungkapkan, tingkat kehilangan air di Perumda Tirtawening masih berada di atas 50 persen. Situasi ini membutuhkan evaluasi menyeluruh, mulai dari proses produksi, penyaluran air, hingga sistem pencatatan pemakaian pelanggan.

Tingginya kehilangan air tidak hanya berdampak pada efektivitas distribusi, tetapi juga berisiko menekan pendapatan perusahaan. Apabila terus dibiarkan, kondisi tersebut dapat mempersempit kemampuan Tirtawening dalam membiayai pembaruan infrastruktur dan meningkatkan mutu pelayanan.

Karena itu, Eko mendorong modernisasi jaringan serta penggunaan teknologi untuk mendeteksi kebocoran dan memperbaiki sistem pengukuran air. Langkah tersebut dinilai penting agar air yang diproduksi dapat tersalurkan secara lebih efektif kepada masyarakat.

Cakupan Pelayanan Baru Menjangkau 38 Persen Warga

Selain masalah kebocoran, keterbatasan jangkauan pelayanan juga menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, Eko menyebut jumlah pelanggan Perumda Tirtawening saat ini berada di kisaran 171 ribu sambungan, dengan cakupan pelayanan sekitar 38 persen masyarakat.

Angka tersebut menunjukkan masih adanya ruang besar untuk memperluas akses air bersih di Kota Bandung. Eko meminta direksi menyusun program pengembangan jaringan yang disertai sasaran terukur dan evaluasi berkala.

Ia mengusulkan peningkatan cakupan pelayanan sebesar dua persen setiap tahun. Target tersebut, menurutnya, perlu didukung perencanaan yang realistis, kesiapan infrastruktur, serta ketersediaan sumber air baku yang mencukupi.

Persoalan sumber air baku turut menjadi perhatian. Eko meminta perusahaan tidak hanya bergantung pada pasokan air dari Indonesia Power, tetapi juga mengkaji peluang pengembangan sumber air alternatif.

Salah satu opsi yang disorot adalah pemanfaatan mata air di kawasan hulu. Menurut Eko, langkah tersebut berpotensi memperkuat kapasitas produksi sekaligus mendukung perlindungan kawasan resapan.

“Perumda Tirtawening harus membeli lahan sumber mata air yang masih banyak dimiliki.masyarakat. Pengembangan sumber air baku selain menambah kapasitas produksi juga perlindungan kawasan resapan air,” ujar Eko.

BOPO 91 Persen, Beban Pegawai Diminta Dikaji

Di sisi keuangan, Eko menyoroti rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) Perumda Tirtawening yang disebut mencapai sekitar 91 persen.

Menurutnya, besarnya rasio tersebut perlu menjadi dasar untuk mengevaluasi struktur pengeluaran perusahaan. Pengendalian biaya diperlukan agar tersedia ruang keuangan yang lebih memadai untuk membiayai investasi dan peningkatan kualitas pelayanan.

Ia juga meminta manajemen melakukan kajian terhadap beban pegawai. Evaluasi itu harus didasarkan pada kebutuhan organisasi, produktivitas, serta kemampuan keuangan perusahaan, bukan keputusan yang diambil tanpa perhitungan.

“Biaya operasional terlalu besar. Harus ada kajian beban pegawai. Kalau hasil kajiannya menunjukkan perlu perampingan, ya harus disampaikan secara terbuka dan berdasarkan kajian,” katanya.

Eko turut mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan daerah. Menurutnya, penentuan pejabat di tingkat direksi maupun manajemen harus mengutamakan kompetensi dan rekam jejak, bukan kedekatan politik.

“Perumda harus mencari orang yang profesional, bukan berdasarkan kepentingan politik,” tuturnya.

Ia menilai kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pembenahan perusahaan. Pengelola yang profesional diharapkan mampu mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan operasional, kondisi keuangan, dan target pelayanan yang telah ditetapkan.

Pembenahan Harus Terintegrasi

Eko menegaskan, persoalan di Perumda Tirtawening tidak bisa ditangani secara terpisah. Kehilangan air yang tinggi berpotensi mengurangi efektivitas distribusi sekaligus pendapatan, sementara beban operasional yang besar dapat membatasi kemampuan perusahaan dalam memperbarui infrastruktur.

Oleh sebab itu, ia mendorong reformasi yang mencakup pembaruan jaringan perpipaan, peningkatan akurasi pengukuran air, pengembangan sumber air baku, efisiensi organisasi, serta penguatan kompetensi pegawai.

Dukungan pemerintah daerah juga dinilai diperlukan, terutama untuk memastikan kebutuhan pembiayaan infrastruktur dapat dipenuhi. Tanpa investasi yang memadai, upaya menekan kebocoran dan memperluas jangkauan pelayanan berisiko tidak berjalan sesuai rencana.

Eko meminta direksi menyusun peta jalan pembenahan yang memuat tahapan pelaksanaan, target kinerja, kebutuhan anggaran, dan indikator keberhasilan. Evaluasi secara berkala diperlukan agar perkembangan program dapat diukur secara objektif dan penggunaan anggaran berfokus pada kebutuhan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Kalau ingin pelayanan air bersih meningkat, infrastrukturnya harus dibenahi, manajemennya harus sehat, dan orang-orang yang mengelolanya harus profesional. Kalau tidak, kita akan terus menghadapi persoalan yang sama,” pungkasnya.***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/21/kebocoran-air-tirtawening-tembus-50-persen-dprd-kota-bandung-desak-pembenahan-besar-besaran</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/eko-ec23_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/21/kebocoran-air-tirtawening-tembus-50-persen-dprd-kota-bandung-desak-pembenahan-besar-besaran</guid><category>DPRD Kota Bandung</category><category>Perumda Tirtawening</category><category>Kebocoran air Bandung</category></item><item><title>Edwin Senjaya Soroti Prioritas Pembangunan Kota Bandung 2027, dari Sampah hingga Pendidikan</title><description>Edwin Senjaya menyoroti persoalan sampah, banjir, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan yang perlu menjadi prioritas Pemkot Bandung pada 2027.</description><content>&lt;b&gt;RAGAM RB - &lt;/b&gt;Pemerintah Kota Bandung masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar yang membutuhkan penanganan serius, mulai dari pengelolaan sampah, ancaman banjir, hingga pembenahan infrastruktur dan peningkatan layanan publik.

Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., menilai berbagai persoalan tersebut harus menjadi perhatian dalam penyusunan program pembangunan 2027 agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Meski memberikan sejumlah catatan terhadap kinerja pemerintah, Edwin mengingatkan bahwa evaluasi harus dilakukan secara objektif. Menurutnya, capaian yang sudah diraih Pemkot Bandung tetap layak diapresiasi, terutama ketika pemerintah daerah menghadapi tekanan akibat efisiensi anggaran.

“Kalau melihat secara objektif, ada yang baik dan perlu diapresiasi, tetapi memang ada juga yang perlu diperbaiki. Dalam kondisi yang sulit tahun ini karena ada efisiensi anggaran, situasinya tentu tidak normal. Namun, sejauh ini masih bisa dilalui,” ujarnya.

Ia berharap kinerja pemerintah daerah pada tahun mendatang semakin baik sehingga lebih banyak program prioritas bisa direalisasikan, meskipun kemampuan fiskal masih menjadi tantangan.

Edwin juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Kota Bandung yang relatif lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, menurutnya, keberhasilan tersebut harus diikuti peningkatan kesejahteraan agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk melalui upaya mengurangi kemiskinan.

Sampah dan Banjir Butuh Penanganan Berkelanjutan

Persoalan sampah dan banjir menjadi dua masalah perkotaan yang menurut Edwin perlu ditangani melalui perencanaan jangka panjang. Penanganannya tidak cukup mengandalkan program sesaat, tetapi membutuhkan sistem yang efektif dan berkesinambungan.

Terkait sampah, DPRD terus mendiskusikan berbagai alternatif penyelesaian, termasuk melalui komunikasi dengan Badan Anggaran (Banggar). Salah satu rencana yang diharapkan membantu mengurangi timbunan sampah adalah pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di kawasan Gedebage.

Pemkot Bandung juga telah bekerja sama dengan vendor untuk membantu mengatasi sampah di sejumlah tempat penampungan sementara (TPS). Meski demikian, pelaksanaan di lapangan masih menemui kendala di beberapa titik.

Edwin menilai pengolahan sampah dari sumbernya juga perlu diperkuat. Pembangunan fasilitas pengomposan atau composting di berbagai wilayah, termasuk tingkat rukun warga (RW), dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi volume sampah yang dibawa ke tempat pemrosesan akhir.

Menurutnya, keberhasilan sistem pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada fasilitas yang tersedia, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat agar penanganannya lebih efektif.

Infrastruktur 2027 Harus Menjawab Kebutuhan Warga

Memasuki 2027, Edwin mendorong agar pembangunan infrastruktur diarahkan pada kebutuhan dasar masyarakat. Perbaikan jalan, pembenahan drainase untuk mengurangi risiko banjir, serta peningkatan penerangan jalan umum (PJU) menjadi beberapa hal yang perlu diprioritaskan.

Ia menegaskan, keberadaan PJU bukan sekadar pelengkap infrastruktur, melainkan juga berkaitan dengan keselamatan dan keamanan warga. Jalan yang minim penerangan dapat menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait potensi tindak kriminalitas seperti pembegalan.

Di sisi lain, pelaksanaan proyek pembangunan juga perlu direncanakan secara matang agar tidak menimbulkan kemacetan berkepanjangan. Edwin memahami bahwa kepadatan lalu lintas merupakan tantangan yang lazim di kota besar seiring pertumbuhan penduduk dan jumlah kendaraan.

Namun, pemerintah tetap perlu melakukan langkah terukur melalui rekayasa lalu lintas serta peningkatan kualitas transportasi umum. Dengan layanan angkutan publik yang lebih baik, masyarakat diharapkan memiliki pilihan perjalanan selain menggunakan kendaraan pribadi.

“Pemerintah harus mencari solusi, mulai dari rekayasa lalu lintas hingga memperbaiki transportasi umum. Yang terpenting, fasilitas dan kesejahteraan masyarakat harus ditingkatkan,” katanya.

Pendidikan dan Kesehatan Tidak Boleh Terabaikan

Selain infrastruktur, Edwin mengingatkan bahwa pendidikan dan pelayanan kesehatan harus menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan Kota Bandung.

Ia berharap setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan serta mengakses layanan kesehatan yang layak. Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan perlu disertai pembenahan sarana dan prasarana pendukung.

Fasilitas pendidikan yang memadai dinilai penting untuk menunjang proses belajar mengajar dan memperluas pemerataan kesempatan belajar. Sementara itu, layanan kesehatan perlu terus ditingkatkan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

“Jangan sampai ada warga Kota Bandung yang tidak bisa sekolah atau tidak terlayani kesehatannya. Fasilitas dan kesejahteraan masyarakat harus terus ditingkatkan,” tegas Edwin.

Ia berharap seluruh program pembangunan pada 2027 disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat dengan tetap memperhitungkan kemampuan anggaran daerah.

Dengan perencanaan yang tepat dan pelaksanaan yang konsisten, berbagai persoalan Kota Bandung diharapkan dapat diselesaikan secara bertahap. 

Penanganan sampah, pengendalian banjir, perbaikan infrastruktur, peningkatan pendidikan dan kesehatan, hingga kesejahteraan sosial perlu berjalan beriringan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata.***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/20/edwin-senjaya-soroti-prioritas-pembangunan-kota-bandung-2027-dari-sampah-hingga-pendidikan</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/02/edwin-senjaya-3e10_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/20/edwin-senjaya-soroti-prioritas-pembangunan-kota-bandung-2027-dari-sampah-hingga-pendidikan</guid><category>DPRD Kota Bandung</category><category>Edwin Senjaya</category></item><item><title>Telkomsel dan FITA Berikan Penawaran Khusus bagi 1.000 Peserta Perempuan Berlari Vol.3</title><description>Telkomsel melalui inisiatif JawaraFIT bersama platform kesehatan digital FITA terus mendorong masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat</description><content>&lt;b&gt;RBCOM&lt;/b&gt; – Telkomsel melalui inisiatif JawaraFIT bersama platform&amp;nbsp;kesehatan digital FITA terus mendorong masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat melalui pemanfaatan teknologi digital.

Salah satu upaya tersebut diwujudkanmelalui dukungan terhadap ajang Perempuan Berlari Vol.3 yang digelar pada Minggu 18 Oktober 2026 di Bumi Hejo, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam kegiatan ini, Telkomsel memberikan penawaran khusus kepada 1.000 pelanggan untuk mengikuti kategori lari 5 kilometer melalui pembelian Paket Combo Fit x Perempuan Berlari.

General Manager Mobile Consumer Business Region Jawa Barat Telkomsel, Anandoz Bangsawan, mengatakan dukungan Telkomsel melalui JawaraFIT dan FITA pada Perempuan Berlari Vol.3 merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan ekosistem digital yang mendukung gaya hidup sehat masyarakat.

&quot;Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk menjaga kesehatan dan tetap aktif. Melalui berbagai solusi yang relevan, kami ingin terus memberikan manfaat nyata bagi pelanggan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati,&quot; katanya.

Selain memberikan penawaran harga khusus untuk pendaftaran Perempuan Berlari Vol.3 kategori 5 kilometer, Paket ComboFit x Perempuan Berlari juga menawarkan manfaat berupa kuota internet dan akses layanan kesehatan digital.

Dengan harga Rp55.000, pelanggan akan mendapatkan kuota data sebesar 5 GB dengan masa aktif tujuh hari serta akes FITA Exercise Plan selama 30 hari. Layanan ini menyediakan program latihan yang telah disusun dan dijadwalkan untuk membantu pengguna berolahraga secara lebih terarah.

Melalui FITA Exercise Plan, pelanggan dapat mengikuti panduan latihan harian yang dirancang untuk membantu mencapai target aktivitas fisik dan tujuan kesehatan sesuai kebutuhan masing-masing.

JawaraFIT merupakan inisiatif Telkomsel Area Jabotabek Jabar yang berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk mendukung pengembangan ekosistem kesehatan digital di masyarakat.

Sebelumnya, JawaraFIT juga hadir dalam berbagai kegiatan olahraga dan gaya hidup sehat, antara lain JawaraFit Running Road to Merdeka Run di Blok M, Jakarta Selatan (9/8), serta JawaraFIT Klub Lari Saker Vol.11 di Jakarta (13/9).

“Melalui JawaraFIT, kami menggabungkan kekuatan konektivitas digital Telkomsel, layanan kesehatan dari FITA, serta semangat komunitas Perempuan Berlari. Bersama para mitra dan pemangku kepentingan di ekosistem kesehatan, kami akan terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat ekosistem digital kesehatan di Indonesia,” papar Anandoz.

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/19/telkomsel-dan-fita-berikan-penawaran-khusus-bagi-1000-peserta-perempuan-berlari-vol3</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/20261019-130250-0000-e08c_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/19/telkomsel-dan-fita-berikan-penawaran-khusus-bagi-1000-peserta-perempuan-berlari-vol3</guid><category>telkomsel</category></item><item><title>Bandung Rawan Bencana, Christian Julianto Budiman Ingatkan Warga Jangan Hanya Siaga Banjir</title><description>Christian Julianto Budiman mendorong BPBD Bandung menyesuaikan edukasi mitigasi bencana dengan risiko wilayah, dari banjir hingga gempa bumi.</description><content>&lt;b&gt;RAGAM RB -&lt;/b&gt; Upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di Kota Bandung dinilai perlu dilakukan dengan pendekatan yang sesuai karakteristik setiap wilayah. 

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Christian Julianto Budiman, mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar menyusun materi edukasi berdasarkan potensi ancaman bencana di masing-masing kawasan.

Menurut Christian, penyampaian informasi kebencanaan tidak cukup hanya menitikberatkan pada risiko banjir. Masyarakat juga perlu dibekali pengetahuan untuk menghadapi gempa bumi, pohon tumbang, dan berbagai kondisi darurat lainnya.

Hal itu disampaikannya dalam talk show bertajuk &quot;Sosialisasi Bencana di Kota Bandung : Warga Sudah Siap atau Baru Diingatkan saat Bencana?&quot; di Studio Garuda TV, Bandung, Jumat, 16 Oktober 2026.

Christian mencontohkan, kawasan yang tidak memiliki riwayat banjir dapat memprioritaskan edukasi mengenai langkah penyelamatan ketika terjadi gempa bumi. Warga perlu memahami cara melindungi kepala, mencari perlindungan di bawah meja yang kokoh jika memungkinkan, serta menjauhi jendela kaca yang berpotensi membahayakan.

&quot;Selain itu, masyarakat perlu mengetahui pentingnya menyiapkan tas siaga bencana berisi perlengkapan darurat,&quot; ujarnya.

Ia menjelaskan, tas siaga bencana tidak harus berisi perlengkapan mahal. Hal terpenting adalah memastikan isinya dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar ketika masyarakat harus menghadapi situasi darurat.

Christian juga menilai pemetaan kawasan rawan bencana yang telah dilakukan BPBD perlu dimanfaatkan secara maksimal sebagai acuan dalam menentukan sasaran dan materi sosialisasi.

Dengan pendekatan tersebut, edukasi di kawasan yang rentan banjir bisa lebih menekankan langkah antisipasi dan penanganan banjir. Sementara itu, wilayah dengan potensi ancaman berbeda dapat memperoleh pembekalan sesuai risiko masing-masing.

Selain edukasi, Christian mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap faktor-faktor yang dapat memperburuk dampak bencana. 

Menurutnya, upaya mitigasi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat agar pencegahan dapat dilakukan secara menyeluruh.

Ia menambahkan, kesiapan infrastruktur, pemetaan risiko, penyampaian informasi yang tepat sasaran, dan keterlibatan warga harus menjadi bagian dari penguatan mitigasi bencana di Kota Bandung.

&quot;Untuk memperluas jangkauan edukasi, kami juga mendorong kerja sama lintas sektor, antara lain dengan Dinas Pendidikan agar materi mitigasi dapat disampaikan di sekolah, serta dengan perangkat daerah dan tokoh masyarakat untuk menyebarkan informasi kebencanaan,&quot; katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, edukasi kebencanaan diharapkan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, termasuk pelajar. 

Dengan demikian, kesiapsiagaan tidak hanya dibangun ketika bencana terjadi, tetapi juga melalui pembelajaran dan kebiasaan yang dilakukan sejak dini.***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/19/bandung-rawan-bencana-christian-julianto-budiman-ingatkan-warga-jangan-hanya-siaga-banjir</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/christian-julianto1-476b_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/19/bandung-rawan-bencana-christian-julianto-budiman-ingatkan-warga-jangan-hanya-siaga-banjir</guid><category>DPRD Kota Bandung</category><category>BPBD Kota Bandung</category></item><item><title>Diikuti 520 Pecatur dari 18 Provinsi, Super Chess Bandung Catat Lonjakan Peserta</title><description>Super Chess 2026 di Bandung diikuti 520 pecatur dari 18 provinsi. Partisipasi mahasiswa meningkat, lima Grandmaster hadir, dengan hadiah Rp150 juta.</description><content>&lt;b&gt;RBCOM -&lt;/b&gt; Turnamen Superchallange Super Chess National Tournament Series 4 2026 menunjukkan perkembangan positif. Ajang yang berlangsung di Piset Square, Jalan Pelajar Pejuang, Bandung, pada 17–18 Oktober 2026 tersebut berhasil menarik sekitar 520 pecatur dari 18 provinsi di Indonesia.

Jumlah itu bertambah sekitar 120 peserta dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diikuti kurang lebih 400 pecatur. Peningkatan partisipasi paling terlihat pada kelompok mahasiswa, baik di nomor perorangan maupun kompetisi beregu antarkampus.

Turnamen yang digelar melalui kolaborasi Superchallange dan Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Jawa Barat tersebut menyediakan total hadiah Rp150 juta. Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga membuka ruang bagi pecatur muda untuk menambah pengalaman menghadapi lawan dengan kemampuan beragam.

Ketua Panitia Pelaksana Super Chess National Tournament Series 4, H. Soleh Subari, menyebut peningkatan jumlah peserta mahasiswa menjadi salah satu perkembangan paling menonjol pada penyelenggaraan tahun ini.

“Pada penyelenggaraan Superchallange Super Chess 4 ini jumlahnya pesertanya jelas meningkat signifikan, terutama dari kalangan mahasiswa. Dulu pesertnya dibawah 30, sekarang bisa sampai 78. Di kategori beregu, dulu 23 sekarang mencapai 26 regu,” ujar H. Soleh kepada wartawan, Minggu (18/10/2026).

Menurut Soleh, daya tarik turnamen tidak hanya terlihat dari banyaknya peserta dalam negeri. Kejuaraan kali ini juga diikuti pecatur dari Malaysia dan Singapura, serta seorang International Master (IM) asal Uzbekistan.

Persaingan di kategori Open turut diramaikan sejumlah pecatur bergelar internasional. Panitia menghadirkan lima Grandmaster (GM), di antaranya Susanto Megaranto dan Novendra Priasmoro. Peserta bergelar Woman Grandmaster (WGM), International Master (IM), FIDE Master (FM), Woman FIDE Master (WFM), hingga National Master juga ambil bagian.

“Nah, untuk yang umum open itu kita bisa menghadirkan lima grandmaster. Satu grandmaster Susanto Megaranto, lalu ada GM Novendra Priasmoro. Kemudian ada dua Woman Grand Master (WGM) salah satunya Laysa Latifah. Kalau IM itu banyak lebih dari 10. Kemudian di bawahnya ada Fide Master (FM) dan Woman Fide Master (WFM). Ke bawahnya ada National Master dan Woman National Master serta para pecatur. Bagi saya ini membuktikan kalua Superchallange Super Chess ini sudah diburu oleh para pecatur,” bebernya.

Perkembangan tersebut mendapat sambutan positif dari perwakilan penyelenggara. Emanuel Kristian Aditiyanto, Perwakilan Superchallange Regional Bandung, menilai bertambahnya jumlah mahasiswa yang mengikuti turnamen menjadi sinyal bahwa olahraga catur tetap relevan bagi generasi muda.

“Jadi, ada peningkatan tidak hanya dalam segi jumlah peserta tapi di anak-anak mudanya juga berkembang. Kan kita memang berharap di situ ya. Jadi, anggapan atau stigmanaya adalah catur ini adalah permainan orang-orang tua, ternyata enggak. Catur ini masih dalam kategori permainan anak muda. Terlihat dari mahasiswanya, antusiasnya cukup banyak gitu,” tutur Kris.

Meski peminatnya bertambah, kapasitas peserta mahasiswa masih menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Kris mengatakan sebagian besar peserta kategori tersebut berasal dari perguruan tinggi di Bandung. Penyelenggara pun mempertimbangkan penambahan kuota pada edisi mendatang.

“Sejauh ini mayoritas memang masih dari kampus di Kota Bandung. Tapi ada kemungkinan tahun depan kapasitasnya dan jumlahnya akan kami tambah lagi,” katanya.

Kris menjelaskan, pertumbuhan jumlah peserta memang menjadi salah satu sasaran penyelenggaraan Super Chess. Namun, pihaknya juga ingin menjaga konsistensi keikutsertaan peserta sekaligus memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman bertanding yang bermanfaat untuk perkembangan kemampuan mereka.

“Di tahun depan harapannya juga tetap konsisten dulu di situ. Nanti pelan-pelan di-up lagi gitu. Jadi, yang pengen kita target di sini adalah experience-nya. Memang yang sebenarnya target untuk mahasiswa-mahasiswa tuh kan pengalamannya dulu ya. Supaya mereka bisa kalau memang punya impian ke target yang lebih tinggi ya menjadi seorang GM gitu ya. Yang penting kan experience-nya dulu. Dan memang itu yang pengen kita kejar,” tegasnya.

&lt;img src=&quot;https://republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/superchess-rb2-0d48_mid.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;

Rangkaian kejuaraan diawali dengan pertandingan kategori beregu antarkampus pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Sebanyak 26 tim bersaing menggunakan sistem Swiss tujuh babak dengan kontrol waktu 10 menit ditambah tiga detik untuk setiap langkah.

Adapun acara pembukaan yang berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026, dihadiri Perwakilan Bidang Pembinaan dan Prestasi (Bidpres) KONI Jawa Barat, Ir. Muhammad Ridlo Eisy, MBA, Wakil Ketua Umum I Percasi Jawa Barat, H. Abdul Chamid, serta Sekretaris Umum Percasi Jawa Barat, Dicky Irfan Firmansyah.

Prosesi pembukaan turut ditandai pertandingan simbolis antara Emanuel Kristian Aditiyanto dan Grandmaster Susanto Megaranto.

Tak hanya menyuguhkan pertandingan kompetitif, penyelenggara juga menghadirkan sesi Fun Chess yang memberikan kesempatan kepada tiga pecatur muda untuk menguji kemampuan menghadapi Susanto. 

Ketiga peserta tersebut adalah Muhammad Rafly Syukuri dari UPI 2, Aditya Bayu Pratama dari Maba Baru Chess, dan Muhammad Mu&#039;alief dari ITB.

Dalam pertandingan berdurasi dua menit tersebut, Susanto mampu mengatasi perlawanan ketiga penantangnya. Pengalaman menghadapi Grandmaster itu pun menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta muda.

Rafly mengakui perbedaan kemampuan yang dirasakannya saat berhadapan langsung dengan Susanto.

&quot;Memang keliatan beda levelnya. Nggak ketebak langkahnya,&quot; ujar Rafly.

Sementara itu, Mu&#039;alief mengaku merasa gugup sejak pertandingan dimulai. Susanto pun memberikan pesan kepada para pecatur muda agar terus meningkatkan kemampuan dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi lawan yang lebih kuat.&quot;Jangan mudah menyerah kayak gitu,&quot; ujarnya.

&lt;b&gt;Daftar Pemenang Super Chess National Tournament Series 4 2026&lt;/b&gt;

&lt;b&gt;Kategori Beregu Antarkampus&lt;/b&gt;

Juara: El Dinus Chess

Runner-up: UGM Akurasi

Peringkat ketiga: UIN Satu King A


&lt;b&gt;Kategori Mahasiswa Perorangan&lt;/b&gt;

Juara: Ephesians Prismaranatha (Udinus)

Runner-up: Abed Nego GRCC (Bekasi, Jawa Barat)

Peringkat ketiga: Michael Anggit Prasaja (UGM, DI Yogyakarta)


&lt;b&gt;Kategori Veteran&lt;/b&gt;

Juara: Zadiat NNCC (NNCC, Jawa Barat)

Runner-up: Dedi Pandawa Lima (Bandung, Jawa Barat)

Peringkat ketiga: Kusnandar LCC (Depok, Jawa Barat)


&lt;b&gt;Kategori Open&lt;/b&gt;

Juara: Yoseph Taher BTS 207 (Jawa Barat)

Runner-up: As Syah Syah Syakish Thirof (Kediri, Jawa Timur)

Peringkat ketiga: Agus Kurniawan (UIN Satu, Jawa Timur)


&lt;b&gt;Penghargaan Khusus&lt;/b&gt;

Best Women College: Cherista Joane Nungki

Best Non-Master: Tito Aditya

Best Woman Open: Christine Elisabeth.



</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/19/diikuti-520-pecatur-dari-18-provinsi-super-chess-bandung-catat-lonjakan-peserta</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/superchess-rb1-a0e5_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/19/diikuti-520-pecatur-dari-18-provinsi-super-chess-bandung-catat-lonjakan-peserta</guid><category>Super Chess 2026</category><category>Turnamen catur Bandung</category><category>Superchallange Super Chess</category><category>Kejuaraan catur nasional</category><category>Hasil Super Chess 2026</category></item><item><title>Soni Daniswara Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Wujudkan Zero New Stunting di Bandung</title><description>Soni Daniswara menghadiri lokakarya di Bojongloa Kaler untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Zero New Stunting di Bandung.</description><content>&lt;b&gt;RAGAM RB - &lt;/b&gt;Upaya menekan kasus stunting di Kota Bandung membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Penguatan kerja sama lintas sektor menjadi salah satu langkah yang didorong untuk mewujudkan target Zero New Stunting.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Lokakarya Mini di Kecamatan Bojongloa Kaler, Kamis (15/10/2026), yang turut dihadiri Anggota DPRD Kota Bandung, H. Soni Daniswara, S.E.

Mengangkat tema “Peran Strategis DPRD dalam Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Zero New Stunting”, kegiatan ini menjadi ruang koordinasi untuk menyatukan langkah dalam pencegahan dan penanganan stunting.

Pembahasan lokakarya mencakup berbagai persoalan kesehatan masyarakat serta upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama bagi kelompok yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.

Puskesmas menjadi salah satu unsur penting dalam upaya tersebut. Selain memberikan pelayanan kesehatan, fasilitas ini berperan memantau kondisi masyarakat dan mendorong pencegahan stunting sejak dini.

Sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan risiko stunting juga menjadi perhatian, di antaranya pemenuhan kebutuhan gizi, pola asuh anak, paparan asap rokok, serta penyakit infeksi yang terjadi berulang kali.

Kelengkapan imunisasi dan kondisi kebersihan lingkungan turut menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Sanitasi yang baik dan pola hidup sehat merupakan bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Melalui lokakarya ini, sinergi antara DPRD, puskesmas, pemerintah kecamatan, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan semakin kuat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar langkah pencegahan dapat dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan.

Dengan koordinasi yang lebih baik, berbagai pihak diharapkan mampu merumuskan tindakan konkret untuk menekan risiko stunting sekaligus mendukung terwujudnya target Zero New Stunting di Kota Bandung.***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/18/soni-daniswara-dorong-kolaborasi-lintas-sektor-untuk-wujudkan-zero-new-stunting-di-bandung</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/soni-265e_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/18/soni-daniswara-dorong-kolaborasi-lintas-sektor-untuk-wujudkan-zero-new-stunting-di-bandung</guid><category>Zero New Stunting Bandung</category><category>Soni Daniswara</category><category>Stunting Kota Bandung</category></item><item><title>Radea Respati Soroti Kesehatan Mental dan Kepemimpinan Sehat di Kota Bandung</title><description>Radea Respati menyoroti pentingnya kesehatan mental, integritas, dan kepemimpinan sehat untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Bandung.</description><content>&lt;b&gt;RAGAM RB - &lt;/b&gt;Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, menekankan pentingnya kepemimpinan yang sehat, integritas, dan kepedulian terhadap sesama dalam membangun lingkungan kerja yang positif.

Hal tersebut disampaikan Radea dalam kegiatan Sosialisasi Kesehatan Mental (Mental Health) di Hotel Grandia Bandung, Kamis, 15 Oktober 2026.

Menurut Radea, kegiatan sosialisasi harus memberikan manfaat nyata bagi peserta, terutama dalam meningkatkan pemahaman dan mendorong perubahan perilaku di lingkungan kerja maupun masyarakat.

&quot;Kegiatan sosialisasi perlu memberikan manfaat nyata bagi peserta, baik dalam meningkatkan pemahaman maupun mendorong perubahan perilaku di lingkungan kerja dan masyarakat,&quot; ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemimpin perlu memahami kondisi, motivasi, serta kendala yang dihadapi orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya, bukan sekadar mengenali nama atau data administratif.

Pemahaman tersebut dinilai penting untuk membangun hubungan kerja yang baik, menjaga stabilitas organisasi, serta membantu menyelesaikan persoalan secara tepat.

Radea juga mengingatkan bahwa kepedulian terhadap orang lain perlu dimulai dari kesadaran untuk mengenali dan menjaga kondisi diri sendiri.

&quot;Kesadaran terhadap diri sendiri dan kemampuan menjaga perilaku menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat dengan orang lain,&quot; ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kesabaran dan profesionalitas, khususnya bagi individu yang memiliki tanggung jawab dalam melayani masyarakat.

Menurut Radea, jabatan dan kesempatan yang diperoleh harus dipandang sebagai amanah. Kepercayaan yang diberikan orang lain perlu dibalas melalui kinerja dan pengabdian.

&quot;Dukungan yang diberikan kepada seseorang dalam perjalanan kariernya juga perlu diingat sebagai bentuk kepercayaan yang harus dibalas melalui kinerja dan pengabdian,&quot; katanya.

Dalam pelayanan publik, Radea turut mendorong optimalisasi sumber daya manusia agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meskipun terdapat keterbatasan.

Ia juga mengingatkan agar setiap individu menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi.

Radea mengajak para peserta menerapkan kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada pemberian arahan, tetapi juga mengutamakan dukungan dan kepedulian terhadap orang lain.

&quot;Kami berharap sikap tersebut dapat membangun lingkungan kerja yang lebih sehat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menumbuhkan kepercayaan dan hubungan yang baik antara pimpinan, pegawai, dan masyarakat,&quot; tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Radea berharap kesadaran mengenai kesehatan mental, penguatan karakter, dan kepemimpinan yang berintegritas dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih sehat serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Bandung.***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/17/radea-respati-soroti-kesehatan-mental-dan-kepemimpinan-sehat-di-kota-bandung</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/radea-4122_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/17/radea-respati-soroti-kesehatan-mental-dan-kepemimpinan-sehat-di-kota-bandung</guid><category>Radea Respati Paramudhita</category></item><item><title>Deni Nursani Soroti Penyebab Stunting di Bandung, Pendidikan dan Sanitasi Jadi Perhatian</title><description>Deni Nursani mendorong pencegahan stunting di Bandung melalui pemenuhan gizi, edukasi remaja, kesehatan ibu, dan perbaikan sanitasi lingkungan keluarga.</description><content>&lt;b&gt;RAGAM RB - &lt;/b&gt;Upaya menekan angka stunting di Kota Bandung dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perbaikan lingkungan. 

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Deni Nursani, S.Pd.I., menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak saja belum cukup untuk mengatasi persoalan tersebut.

Hal itu disampaikan Deni saat menghadiri kegiatan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten/Kota dengan Prevalensi Tinggi yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kota Bandung, Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan tersebut juga dihadiri Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Angelica Justicia Majid.

Dalam kesempatan itu, Deni menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dan masyarakat agar program pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, persoalan stunting berkaitan dengan sejumlah faktor yang saling memengaruhi. Selain asupan nutrisi, kesiapan orang tua, kondisi kesehatan ibu, tingkat pendidikan, serta sanitasi tempat tinggal turut menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

Ia menilai upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini, bahkan sebelum pasangan memasuki kehidupan berkeluarga. Edukasi bagi remaja dan calon pengantin perlu diperkuat agar mereka memiliki pemahaman mengenai kesiapan fisik, mental, serta kesehatan reproduksi.

Deni juga mengingatkan risiko kesehatan yang dapat muncul ketika calon ibu mengalami anemia atau kekurangan darah. Karena itu, pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan sebelum kehamilan menjadi bagian penting dalam langkah pencegahan stunting.

“Pencegahan stunting harus dimulai dari hulu. Kita perlu memperhatikan kesiapan remaja, calon pengantin, hingga kondisi kesehatan ibu sebelum kehamilan,” ujarnya.

Selain persoalan kesehatan, Deni menggarisbawahi pentingnya pendidikan dalam membangun generasi yang sehat. Menurutnya, remaja yang tidak melanjutkan sekolah berpotensi menghadapi keterbatasan akses pekerjaan dan pendapatan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan anak.

Kondisi ekonomi tersebut dapat berdampak terhadap pemenuhan gizi, pola pengasuhan, dan perkembangan anak. Oleh sebab itu, sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, kesiapan membangun keluarga, serta pentingnya menunda pernikahan hingga siap secara fisik dan mental.

Deni turut mengingatkan bahwa lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat bisa menghambat upaya pemenuhan gizi anak. Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian ialah ketersediaan air bersih dan sistem sanitasi yang layak bagi keluarga.

Ia menjelaskan, sumber air yang berdekatan dengan septic tank atau sumber pencemaran lain berisiko mengalami kontaminasi bakteri. Jika kondisi tersebut tidak ditangani, kesehatan anak dapat terancam meskipun kebutuhan makanannya telah diupayakan dengan baik.

“Pemenuhan asupan makanan harus dibarengi dengan sanitasi yang baik. Rumah, ketersediaan jamban yang layak, dan sumber air bersih juga harus menjadi perhatian dalam upaya pencegahan stunting,” katanya.

Karena itu, perbaikan akses air bersih, pembangunan jamban yang layak, dan peningkatan kualitas sanitasi perlu berjalan beriringan dengan program pemenuhan gizi. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak secara optimal.

Deni mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan untuk mencegah dan mempercepat penurunan stunting. Meski demikian, ia menilai hasil yang maksimal hanya dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan mengambil peran sesuai bidang masing-masing.

Koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) perlu diperkuat dengan melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, akademisi, serta masyarakat. Di tingkat keluarga, perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak serta kebersihan lingkungan juga harus menjadi kebiasaan yang dijalankan secara konsisten.

Ia berharap strategi lintas sektor tersebut tidak hanya membantu menekan prevalensi stunting, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Menurut Deni, keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan komitmen bersama yang dimulai dari keluarga, didukung lingkungan sehat, serta diperkuat melalui kebijakan pemerintah dan kerja sama berbagai pihak.

&quot;Dengan kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan, upaya percepatan penurunan stunting diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan kualitas hidup generasi mendatang,&quot; katanya.***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/16/deni-nursani-soroti-penyebab-stunting-di-bandung-pendidikan-dan-sanitasi-jadi-perhatian</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/stunting-9ab2_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/16/deni-nursani-soroti-penyebab-stunting-di-bandung-pendidikan-dan-sanitasi-jadi-perhatian</guid><category>Stunting Bandung</category><category>Deni Nursani</category><category>Pencegahan stunting</category><category>Gizi anak</category><category>Sanitasi lingkungan</category></item><item><title>Christian Julianto Usulkan Nobar Persib Jadi Sarana Edukasi Mitigasi Bencana di Bandung</title><description>Christian Julianto mengusulkan nobar Persib sebagai sarana edukasi mitigasi bencana di Bandung untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi musim hujan.</description><content>&lt;b&gt;RAGAM RB - &lt;/b&gt;Edukasi kebencanaan di Kota Bandung perlu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, terutama menjelang meningkatnya potensi hujan. 

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Christian Julianto Budiman, mendorong pemerintah menghadirkan metode sosialisasi yang lebih kreatif agar warga semakin siap menghadapi risiko bencana.

Menurut Christian, upaya mengantisipasi bencana tidak cukup hanya melalui pembangunan dan pembenahan infrastruktur. Pengetahuan masyarakat mengenai langkah penyelamatan diri, jalur evakuasi, serta perlengkapan darurat juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko.

Hal itu disampaikan Christian saat menjadi narasumber dalam talkshow OPSI bertajuk “Musim Hujan Datang, Mitigasi Bencana Bandung Sudah Sampai Mana?” di Studio PRFM Bandung, Rabu, 15 Oktober 2026.

Dalam diskusi tersebut, ia menekankan pentingnya peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung dalam memberikan pemahaman kebencanaan yang disesuaikan dengan kondisi setiap wilayah.

Christian menilai, masyarakat harus mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat. Pemahaman tersebut mencakup cara menyelamatkan diri, mengenali jalur evakuasi, hingga menyiapkan kebutuhan yang diperlukan saat bencana terjadi.

“Komisi IV akan berbicara soal bagaimana kesiapsiagaan dari BPBD. Sejauh mana edukasi yang sudah diberikan kepada masyarakat dan sekolah-sekolah, serta apa yang harus dilakukan masyarakat apabila terjadi bencana,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa perubahan cuaca dan meningkatnya potensi hujan di Bandung perlu direspons dengan persiapan sejak dini. Munculnya genangan air, meskipun hanya berlangsung dalam waktu singkat, seharusnya menjadi pengingat bahwa potensi bencana tidak boleh dianggap sepele.

Christian mengaku kerap menerima keluhan warga mengenai persoalan lingkungan dan potensi bencana melalui kegiatan reses, kunjungan langsung ke wilayah, hingga media sosial. Berbagai masukan tersebut kemudian menjadi bahan komunikasi dengan organisasi perangkat daerah terkait.

Di sisi lain, ia melihat kesadaran sebagian masyarakat terhadap ancaman bencana masih perlu ditingkatkan. Banjir, misalnya, terkadang dianggap sebagai kejadian tahunan yang sudah biasa terjadi sehingga kesiapsiagaan belum menjadi perhatian utama.

Karena itu, Christian meminta masyarakat dan pemerintah tidak menunggu curah hujan meningkat sebelum mengambil langkah antisipasi.

“Jangan sampai musim hujan sudah datang, curah hujan sudah tinggi, kita baru mau bersiap-siap. Kita masih punya waktu, jadi sebaiknya bersiap lebih awal,” katanya.

&lt;b&gt;Nobar Persib Bisa Jadi Media Sosialisasi Kebencanaan&lt;/b&gt;

Untuk memperluas jangkauan edukasi, Christian mengusulkan agar kegiatan masyarakat dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian informasi mitigasi bencana. Salah satu alternatif yang dinilainya potensial adalah mengintegrasikan sosialisasi kebencanaan dengan agenda nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung di tingkat kelurahan.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi BPBD untuk menyampaikan informasi kepada warga yang sudah berkumpul di satu lokasi. Edukasi bisa diberikan sekitar 30 menit sebelum pertandingan dimulai atau ketika jeda pertandingan berlangsung.

Dengan pendekatan ini, informasi mengenai potensi bencana di lingkungan tempat tinggal, tindakan penyelamatan, dan prosedur evakuasi dapat disampaikan melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Christian juga menilai metode tersebut dapat menjadi pilihan sosialisasi yang efisien karena memanfaatkan agenda yang telah berjalan, tanpa harus selalu menyelenggarakan kegiatan terpisah dengan kebutuhan anggaran tambahan.

“Modalnya minim, tetapi dampaknya bisa besar. Masyarakat sudah berkumpul untuk nonton bareng, tinggal dimanfaatkan untuk sosialisasi,” tuturnya.

Ia berharap gagasan tersebut dapat menjadi salah satu alternatif bagi BPBD dan pemerintah kewilayahan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga. Dengan penyampaian informasi yang lebih menarik dan mudah dijangkau, kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di Kota Bandung diharapkan semakin meningkat.***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/15/christian-julianto-usulkan-nobar-persib-jadi-sarana-edukasi-mitigasi-bencana-di-bandung</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/christian-julianto-a7a9_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/15/christian-julianto-usulkan-nobar-persib-jadi-sarana-edukasi-mitigasi-bencana-di-bandung</guid><category> Persib</category><category>nobar Persib</category><category>DPRD Kota Bandung</category><category>Mitigasi bencana Bandung</category></item><item><title>Keracunan Makanan di Paskal 23, Wakil Ketua II DPRD Toni Wijaya Desak Pengawasan Ketat Semua Rumah Makan</title><description>Dugaan keracunan makanan di Paskal 23 mendorong DPRD Bandung meminta Pemkot memperketat pemeriksaan rumah makan demi keamanan pangan warga.</description><content>&lt;b&gt;RAGAM RB - &lt;/b&gt;Insiden dugaan keracunan makanan di salah satu rumah makan di kawasan Paskal 23 menjadi perhatian DPRD Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung didorong untuk memperketat pengawasan terhadap usaha kuliner agar keamanan pangan masyarakat lebih terjamin.

Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung, H. Toni Wijaya, S.E., S.H., meminta Pemkot Bandung melalui Dinas Kesehatan segera melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap rumah makan dan restoran di seluruh wilayah kota.

Menurut Toni, pengawasan tidak seharusnya baru dilakukan setelah muncul laporan mengenai dugaan keracunan. Pemeriksaan rutin dinilai menjadi langkah pencegahan penting untuk mengurangi risiko kejadian serupa di kemudian hari.

Ia menilai, insiden yang melibatkan sejumlah orang hingga berujung pada penutupan sementara gerai tersebut harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi sistem pengawasan keamanan pangan.

“Harus ada pengecekan rutin. Saya kira Pak Wali harus memerintahkan ini segera, bukan hanya satu tempat, tetapi seluruh rumah makan di Kota Bandung,” tegas Toni.

&lt;b&gt;Pengawasan Harus Menyeluruh, Bukan Hanya Makanan&lt;/b&gt;

Toni menegaskan, pemeriksaan terhadap usaha kuliner perlu mencakup berbagai aspek. Selain kualitas makanan, pemerintah juga harus memastikan kelengkapan perizinan, kebersihan tempat usaha, serta penerapan prosedur pengolahan dan penyajian makanan yang memenuhi standar kesehatan.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan setiap tempat makan menjalankan operasionalnya dengan memperhatikan keselamatan konsumen.

“Kualitas makanannya, izinnya dan lain-lain harus dimaksimalkan dan dicek. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” ujarnya.

Ia menilai masyarakat pada umumnya memilih tempat makan berdasarkan rasa makanan dan harga yang sesuai dengan kemampuan mereka. Sementara itu, konsumen belum tentu mengetahui bagaimana bahan makanan disimpan, diolah, maupun disajikan oleh pengelola restoran.

Kondisi tersebut membuat pengawasan dari pemerintah menjadi krusial. Dinas terkait diharapkan memastikan standar keamanan pangan diterapkan secara konsisten, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh makanan yang lezat dan terjangkau, tetapi juga aman dikonsumsi.

“Masyarakat biasanya yang penting enak dan murah. Jadi pemerintah melalui dinas terkait yang harus lebih ketat melakukan pengawasan,” katanya.
&lt;b&gt;
Makan di Mal Terkenal Tetap Perlu Berhati-hati&lt;/b&gt;

Di samping meminta pemerintah meningkatkan pengawasan, Toni mengingatkan masyarakat untuk tetap cermat ketika memilih tempat makan.

Menurutnya, keberadaan restoran di pusat perbelanjaan ternama tidak otomatis menjamin seluruh aspek keamanan pangan telah terpenuhi. Karena itu, konsumen tetap perlu memperhatikan kebersihan tempat makan dan kondisi makanan yang disajikan.

Ia memahami bahwa masyarakat mungkin tidak menduga insiden semacam itu terjadi di sebuah rumah makan yang berada di dalam pusat perbelanjaan besar. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan tanpa menimbulkan ketakutan berlebihan.

“Apalagi kalau kita lihat, lokasi rumah makan yang kemarin saja di dalam mal yang cukup terkenal. Tentu masyarakat juga tidak akan berpikir akan ada kejadian keracunan. Tapi tidak ada salahnya tetap berhati-hati,” tuturnya.

&lt;b&gt;Kepercayaan Wisata Kuliner Bandung Harus Dijaga&lt;/b&gt;

Toni menilai, dugaan keracunan tersebut tidak serta-merta merusak citra Kota Bandung sebagai destinasi wisata kuliner. Namun, ia mengingatkan bahwa upaya pencegahan harus menjadi perhatian utama agar kepercayaan masyarakat dan wisatawan terhadap usaha kuliner di Bandung tetap terpelihara.

“Kejadian ini memang tidak akan berdampak terhadap dunia wisata dan kuliner di Kota Bandung. Pasalnya, kejadiannya baru sekali. Tapi bagaimanapun juga kita harus mencegah hal ini terjadi lagi,” tandasnya.

Ia juga meminta para pemilik dan pengelola usaha kuliner tidak mengesampingkan aspek kebersihan serta kesehatan dalam menjalankan bisnisnya.

Pengawasan perlu diterapkan mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian makanan kepada pelanggan. Seluruh tahapan tersebut harus memperhatikan standar kebersihan dan keamanan pangan.

Menurut Toni, kepatuhan terhadap ketentuan kesehatan bukan semata-mata untuk memenuhi kewajiban administratif, melainkan juga merupakan bentuk tanggung jawab pelaku usaha dalam melindungi konsumen.

Ia berharap pengawasan pemerintah yang lebih konsisten, disertai komitmen para pengusaha dalam menerapkan standar keamanan pangan, dapat mencegah kejadian serupa terulang.

Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati kuliner Bandung dengan lebih aman, sementara pelaku usaha tetap mampu menjaga reputasi dan kepercayaan pelanggan.***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/14/keracunan-makanan-di-paskal-23-wakil-ketua-ii-dprd-toni-wijaya-desak-pengawasan-ketat-semua-rumah-makan</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/100ee301-fea5-473f-8f4a-c06a97c7acc3-e7e0_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/14/keracunan-makanan-di-paskal-23-wakil-ketua-ii-dprd-toni-wijaya-desak-pengawasan-ketat-semua-rumah-makan</guid><category>Keracunan makanan Bandung</category><category>Paskal 23 Bandung</category></item><item><title>Kasus Influenza A di Bandung Jadi Sorotan, DPRD Minta Pemkot Perkuat Surveilans dan Buka Data</title><description>Kasus Influenza A di Bandung menjadi perhatian DPRD. Susi Sulastri minta Pemkot perkuat surveilans, buka data, dan tingkatkan kesiapan Puskesmas.</description><content>&lt;b&gt;RAGAM RB - &lt;/b&gt;Meningkatnya perhatian terhadap kasus Influenza A di Kota Bandung mendorong perlunya langkah antisipasi yang lebih menyeluruh. Pemerintah diminta memperkuat pemantauan penyebaran penyakit sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat agar tidak terjebak dalam kepanikan.

Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi PKS, Drg. Susi Sulastri, menilai penguatan sistem surveilans dan keterbukaan data menjadi hal penting untuk menentukan kebijakan penanganan yang tepat.

Menurut Susi, perkembangan kasus Influenza A perlu dipantau secara cermat, termasuk melihat aktivitas pelayanan kesehatan dan peningkatan kunjungan pasien ke instalasi gawat darurat (IGD).

“Peningkatan beberapa kasus Influenza A di Kota Bandung harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Tetapi masyarakat juga perlu mendapatkan informasi yang akurat agar kewaspadaan tidak berubah menjadi kepanikan,” ujar Susi.

Ia menilai pemantauan melalui surveilans sentinel perlu diperkuat dengan pengumpulan informasi yang lebih luas. Sebab, data dari titik pemantauan tertentu belum tentu mewakili kondisi penyebaran penyakit di seluruh wilayah Kota Bandung.

“Surveilans harus diperkuat dan data harus dibuka secara transparan. Jangan sampai pemerintah hanya melihat dari satu titik sentinel, sementara perkembangan kasus di wilayah lain tidak tergambarkan,” katanya.

Bagi Susi, ketersediaan data yang menyeluruh merupakan fondasi penting dalam menentukan langkah penanganan. Dengan informasi yang memadai, pemerintah dapat menilai apakah situasi masih bisa dikendalikan melalui edukasi dan pencegahan atau memerlukan intervensi yang lebih luas.

&lt;b&gt;Puskesmas Diminta Jadi Benteng Pertama Pelayanan&lt;/b&gt;

Selain pengawasan kasus, Susi menyoroti pentingnya memperkuat fasilitas kesehatan tingkat pertama. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak selalu menjadikan IGD rumah sakit sebagai tujuan awal ketika mengalami gejala influenza.

Puskesmas, klinik, dan dokter praktik mandiri perlu memiliki kesiapan yang memadai untuk memberikan pemeriksaan serta penanganan awal kepada masyarakat.

“Puskesmas harus menjadi garda terdepan. Tidak semua masyarakat yang mengalami gejala influenza harus langsung datang ke IGD rumah sakit,” ujarnya.

Menurut Susi, kesiapan fasilitas kesehatan tingkat pertama harus mencakup ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, peralatan pemeriksaan, sistem rujukan, serta penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat.

Penguatan tersebut dinilai penting agar pelayanan rumah sakit tetap berjalan optimal dan tidak terbebani oleh lonjakan kunjungan pasien yang sebenarnya dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Jangan sampai peningkatan kasus influenza justru membuat rumah sakit kewalahan. Pelayanan di tingkat pertama harus mampu menjadi benteng awal,” kata Susi.

&lt;b&gt;Sekolah Perlu Antisipasi Risiko Penularan&lt;/b&gt;

Lingkungan pendidikan juga menjadi perhatian dalam upaya mencegah penyebaran Influenza A. Aktivitas siswa yang berlangsung bersama dalam ruang kelas membuat langkah pencegahan perlu dilakukan secara konsisten.

Susi menyebut Dinas Pendidikan Kota Bandung telah melakukan mitigasi dengan memberikan arahan kepada sekolah untuk menangani siswa yang mengalami gejala flu serta berkoordinasi dengan Puskesmas.

Apabila terjadi peningkatan kasus yang signifikan di sekolah tertentu, pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat dipertimbangkan sebagai salah satu langkah antisipasi.

Meski demikian, ia menekankan bahwa keputusan tersebut harus didasarkan pada kondisi nyata dan tingkat risiko penularan, bukan sekadar kekhawatiran yang belum didukung data.

“PJJ bisa menjadi opsi jika terjadi peningkatan kasus yang signifikan di sekolah tertentu. Tetapi pendekatannya harus terukur dan berbasis risiko, bukan membuat seluruh sekolah panik atau menghentikan pembelajaran tanpa dasar epidemiologis yang jelas,” tuturnya.

&lt;b&gt;Warga Diminta Tetap Waspada dan Menjaga Kesehatan&lt;/b&gt;

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap Influenza A, Susi menilai penyampaian informasi publik harus menjadi bagian penting dari strategi pemerintah. Informasi mengenai perkembangan kasus perlu disampaikan secara terbuka, lengkap, dan mudah dipahami agar masyarakat tidak bergantung pada kabar yang sumbernya tidak jelas.

Ia mengimbau warga yang mengalami gejala flu untuk menggunakan masker dan mendatangi fasilitas kesehatan tingkat pertama guna memperoleh pemeriksaan serta pengobatan yang sesuai.

“Kalau ada gejala flu, pakailah masker. Kemudian datang ke klinik, Puskesmas atau dokter praktik mandiri untuk mendapatkan pengobatan. Istirahat yang cukup dan jangan dulu berkegiatan di luar rumah agar cepat sembuh dan tidak menularkan kepada orang lain,” katanya.

Susi juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rutin mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker saat mengalami gejala pernapasan, menghindari kontak dekat ketika sakit, serta beristirahat di rumah apabila kondisi tubuh tidak memungkinkan untuk beraktivitas.

“Kita tidak perlu panik, tetapi juga tidak boleh abai,” tegasnya.

Pengalaman pandemi COVID-19, lanjut Susi, seharusnya menjadi pengingat bahwa kesiapan sistem kesehatan perlu dibangun secara berkelanjutan. Pemerintah tidak seharusnya menunggu situasi membesar untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyakit.

“Kesiapsiagaan harus dibangun setiap saat. Sistem kesehatan yang kuat bukan hanya dibutuhkan ketika terjadi wabah besar,” ujarnya.

Ke depan, Susi mendorong kebijakan kesehatan Kota Bandung agar semakin berorientasi pada pencegahan, penguatan surveilans, peningkatan kapasitas Puskesmas, perlindungan kelompok rentan, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat.

“Ukuran keberhasilan kebijakan kesehatan bukan hanya berapa banyak pasien yang berhasil ditangani, tetapi juga seberapa baik pemerintah mencegah masyarakat jatuh sakit,” ujar Susi.***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/13/kasus-influenza-a-di-bandung-jadi-sorotan-dprd-minta-pemkot-perkuat-surveilans-dan-buka-data</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/susi-sulastri-a961_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/13/kasus-influenza-a-di-bandung-jadi-sorotan-dprd-minta-pemkot-perkuat-surveilans-dan-buka-data</guid><category>Influenza A Bandung</category><category>Kasus Influenza A</category></item><item><title>Perkuat Kemitraan Strategis, IWEB Gelar Corporate Fun Fishing dan Charity</title><description>Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) menggelar kegiatan IWEB Corporate Fun Fishing 2026 di Pemancingan Cirumaheud, Cimenyan, Kabupaten Bandung.</description><content>&lt;b&gt;RBCOM -&lt;/b&gt; Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) menggelar kegiatan IWEB Corporate Fun Fishing 2026 di Pemancingan Cirumaheud, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Sabtu 10 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang informal untuk mempererat hubungan antara insan pers dan perusahaan maupun lembaga, sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis di luar aktivis jurnalistik sehari-hari. 

Melalui kegiatan memancing bersama, IWEB menghadirkan suasana interaksi yang lebih santai antara Wartawan dan perwakilan korporasi. 

Momentum ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi, yang membangun kedekatan serta menjaga hubungan profesional yang selama ini telah terjalin, antara organisasi profesi wartawan dan para mitra perusahaan.

Ketua Pelaksana IWEB Corporate Fun Fishing 2026 Doni Ramdhani mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai wadah interaksi informal antara perusahaan atau lembaga dan organisasi profesi wartawan IWEB.

&quot;Acara mancing ini merupakan ruang informal bagi perusahaan untuk berinteraksi dengan organisasi profesi wartawan IWEB. Kegiatan ini menghadirkan suasana berbeda antara perusahaan atau lembaga sebagai narasumber dan para jurnalis,&quot; kata Doni.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada aktivitas memancing, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan baik dan memperkuat kemitraan yang telah terbangun.

&quot;Mancing ini bukan sekadar mendapat ikan, tapi lebih dari itu kita menjaga hubungan baik yang selama ini sudah terjalin apik,&quot; katanya.

Selain menjadi ajang silaturahmi, IWEB Corporate Fun Fishing 2026 juga membawa misi sosial melalui kegiatan charity bagi masyarakat yang membutuhkan, yakni berupa pembagian paket kebutuhan pokok untuk 20 warga sekitar. Selain itu, ikan hasil pancingan juga disumbangkan kepada sejumlah panti asuhan.

Doni menjelaskan, kepedulian terhadap masyarakat menjadi salah satu komitmen yang terus dibawa IWEB dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan.

&quot;Kita pun tak lupa memberikan charity bagi masyarakat yang membutuhkan. Ini menjadi agenda tetap kita di setiap mengadakan event,&quot; ujarnya.

Komitmen tersebut menunjukkan bahwa kegiatan yang digelar IWEB tidak hanya diarahkan untuk memperkuat hubungan antarpemangku kepentingan, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat.

IWEB berharap perpaduan antara silaturahmi, kolaborasi, dan kepedulian sosial dapat menjadikan kegiatan ini sebagai ruang kebersamaan yang berkelanjutan bagi insan pers, dunia usaha, dan lembaga mitra.

Suasana kebersamaan dalam kegiatan ini juga diwarnai kompetisi persahabatan untuk mengapresiasi peserta dengan hasil tangkapan ikan terbaik. 

Penghargaan diberikan dalam dua kategori, yakni ikan terberat dan ikan terbanyak.

Pada kategori ikan terberat, Heri dari KAI Daop 2 Bandung menempati posisi pertama dengan berat induk ikan 1,8 kilogram. Posisi kedua diraih Soleh dari LAZ Darul Hikam dengan berat 1,5 kilogram, disusul Raya dari Bank BJB dengan berat 1,4 kilogram.

Sementara itu, pada kategori ikan terbanyak, Yosep dari JNE menempati posisi pertama dengan perolehan 40 ekor ikan. Dony dari Biofarma berada di posisi kedua dengan 36 ekor, sedangkan Dadang dari Pegadaian menempati posisi ketiga dengan 25 ekor.

Kompetisi tersebut menjadi bagian dari kemeriahan acara sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di antara peserta yang berasal dari berbagai perusahaan dan lembaga.

Dony menegaskan, IWEB membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perusahaan dan lembaga yang ingin menjalin kerja sama serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan organisasi.

&quot;Sebagai panitia, kita membuka pintu selebar-lebarnya bagi perusahaan atau lembaga untuk bekerja sama dan berperan sebagai mitra strategis,&quot; tuturnya.

Melalui penyelenggaraan IWEB Corporate Fun Fishing 2026, IWEB berharap hubungan antara wartawan, perusahaan, dan lembaga dapat terus berkembang melalui komunikasi yang terbuka, interaksi yang positif, serta kolaborasi yang memberikan manfaat bagi para pihak dan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya IWEB membangun ruang pertemuan yang lebih cair antara insan pers dan dunia korporasi, tanpa meninggalkan nilai profesionalisme serta kepedulian sosial.

Penyelenggaraan IWEB Corporate Fun Fishing 2026 terlaksana dengan dukungan berbagai perusahaan, lembaga, dan mitra, yaitu Pemerintah Kabupaten Sumedang, BTN, Telkom Indonesia, Bank BJB Syariah, Biofarma, KAI Daop 2 Bandung, Bank BJB, LAZ Darul Hikam, JNE, Kalbe, Pos Indonesia (PosIND), PLN, IDX Bursa Efek Indonesia, Eiger, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), PT LEN, dan Bank Mandiri.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong terselenggaranya kegiatan yang mengedepankan kebersamaan, penguatan jejaring, serta kepedulian terhadap masyarakat.

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/12/perkuat-kemitraan-strategis-iweb-gelar-corporate-fun-fishing-dan-charity</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/whatsapp-image-2026-10-10-at-202320-d2dc_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/12/perkuat-kemitraan-strategis-iweb-gelar-corporate-fun-fishing-dan-charity</guid><category>mancing</category></item><item><title>Rieke Suryaningsih Dukung West Java Challenge 2026, Harapkan Atlet Anggar Bandung Berprestasi</title><description>Rieke Suryaningsih menghadiri West Java Challenge 2026 di Bandung dan berharap ajang ini melahirkan atlet anggar berprestasi hingga tingkat internasional.</description><content>&lt;b&gt;RAGAM RB - &lt;/b&gt;Pembinaan atlet sejak dini menjadi salah satu harapan dalam penyelenggaraan West Java Challenge 2026. 

Ajang olahraga yang digelar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) ini mendapat perhatian Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih, S.H., yang hadir dalam pembukaan kompetisi di Hotel Asrilia, Kota Bandung, Minggu, 11 Oktober 2026.

Kehadiran Rieke dalam kegiatan tersebut turut diwarnai dengan prosesi pengalungan medali kepada para juara dan atlet berprestasi. 

Momen ini menjadi bagian dari apresiasi terhadap perjuangan para peserta yang berkompetisi dalam ajang olahraga tersebut.

Rieke berharap West Java Challenge 2026 dapat menjadi ruang bagi para atlet untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membuka peluang munculnya talenta-talenta baru di cabang olahraga anggar.

Menurutnya, kompetisi seperti ini memiliki peran penting dalam mendukung proses pembinaan atlet. Dengan kesempatan bertanding yang memadai dan pembinaan berkualitas, para atlet diharapkan mampu meningkatkan kemampuan serta meraih prestasi lebih tinggi.

Ia juga berharap potensi atlet yang berkembang melalui ajang tersebut dapat menjadi kebanggaan daerah. Prestasi yang diraih di masa mendatang diharapkan mampu membawa nama Kota Bandung dan Jawa Barat ke tingkat nasional hingga internasional.

West Java Challenge 2026 pun diharapkan tidak hanya menjadi arena persaingan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ekosistem pembinaan olahraga anggar dan melahirkan generasi atlet yang mampu bersaing di berbagai kejuaraan.***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/12/rieke-suryaningsih-dukung-west-java-challenge-2026-harapkan-atlet-anggar-bandung-berprestasi</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/rieke-suryaningsih-71e8_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/12/rieke-suryaningsih-dukung-west-java-challenge-2026-harapkan-atlet-anggar-bandung-berprestasi</guid><category>DPRD Kota Bandung</category><category>West Java Challenge 2026</category><category>Rieke Suryaningsih</category><category>Atlet anggar Bandung</category><category>IKASI Jawa Barat



Olahraga anggar</category></item><item><title>Toni Wijaya dan Edwin Senjaya Dikukuhkan di MUI Kota Bandung, Ini Harapan untuk Pembangunan Daerah</title><description>Toni Wijaya dan Edwin Senjaya dikukuhkan sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Bandung 2026-2031. Edwin menyoroti pembangunan dan persoalan sosial.</description><content>&lt;b&gt;RAGAM RB - &lt;/b&gt;Dua pimpinan DPRD Kota Bandung, H. Toni Wijaya, S.E., S.H., dan Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., mendapat amanah baru dalam kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung periode 2026–2031. 

Keduanya dikukuhkan sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan dalam prosesi pelantikan pengurus MUI Kota Bandung di Pendopo Wali Kota Bandung, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari pelantikan Dewan Pertimbangan, Pengurus Harian, serta komisi dan lembaga MUI Kota Bandung. Penetapan kepengurusan ini mengacu pada Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Barat Nomor Kep-598/DP.P-XII/IX/2026.

Dalam kesempatan tersebut, Edwin Senjaya yang akrab disapa Kang Edwin menekankan pentingnya peran MUI dalam mendukung pembangunan daerah. 

Menurutnya, organisasi yang mewadahi para ulama dan tokoh masyarakat itu memiliki posisi strategis untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Bandung.

Ia menilai pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat diperlukan agar program pembangunan dapat berjalan efektif dan menjawab kebutuhan warga.

&quot;Keberhasilan dari proses pembangunan sebuah daerah tentunya dibutuhkan adanya sinergi dan kolaborasi dari lima unsur pemangku kepentingan atau Pentahelix, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, unsur masyarakat, dan peran media. Maka MUI merupakan bagian dari masyarakat bahkan di dalam kepengurusannya terdiri dari dari berbagai latar belakang tadi, yang tentunya bisa turut berkontribusi dan mengawal sekaligus berperan di dalam pembangunan Kota Bandung,&quot; ujarnya.

Edwin juga menyoroti tantangan pembangunan di luar aspek infrastruktur. Menurutnya, persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat perlu mendapat perhatian bersama melalui peran aktif berbagai pihak, termasuk MUI.

Ia menyebut sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari perjudian daring, pinjaman online ilegal, penyalahgunaan narkoba, hingga isu perilaku seksual yang disebutkannya dalam sambutan.

&quot;Saya kira sudah saatnya MUI turut berperan serta di dalam mengatasi persoalan-persoalan tadi, karena pembangunan Kota Bandung tidak hanya berupa fisik, namun juga nonfisik yang masih menjadi pekerjaan rumah dan harus segera kita benahi,&quot; ucapnya.

Bagi Edwin, keterlibatan MUI diharapkan tidak terbatas pada pemberian pandangan keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi dalam mengawal program pembangunan serta membantu menangani persoalan kemasyarakatan.

Ia optimistis kepengurusan MUI Kota Bandung periode 2026–2031 dapat menjalankan peran tersebut dengan dukungan para tokoh yang memiliki kapasitas dan komitmen dalam menjalankan amanah organisasi.

Kang Edwin berharap para pengurus mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan unsur masyarakat lainnya sehingga pembangunan Kota Bandung dapat berlangsung secara berkelanjutan, mencakup aspek fisik maupun sosial.

Dengan kepengurusan baru ini, MUI Kota Bandung diharapkan semakin aktif menjadi mitra strategis dalam menjaga kehidupan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan kota selama lima tahun mendatang.***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/11/toni-wijaya-dan-edwin-senjaya-dikukuhkan-di-mui-kota-bandung-ini-harapan-untuk-pembangunan-daerah</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/mui-kota-bandung-5db4_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/11/toni-wijaya-dan-edwin-senjaya-dikukuhkan-di-mui-kota-bandung-ini-harapan-untuk-pembangunan-daerah</guid><category>MUI Kota Bandung</category><category>Toni Wijaya</category></item><item><title>DPRD Kota Bandung Apresiasi INTI KRESNA, Inovasi Polrestabes untuk Perkuat Keamanan</title><description>DPRD Kota Bandung mengapresiasi aplikasi INTI KRESNA Polrestabes Bandung untuk memperkuat deteksi dini gangguan keamanan dan pelayanan kepada masyarakat.</description><content>&lt;b&gt;RAGAM RB - &lt;/b&gt;Pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bandung. 

Inovasi tersebut mendapat dukungan dari Wakil Ketua I DPRD Kota Bandung, H. Toni Wijaya, S.E., S.H., menyusul peluncuran aplikasi INTI KRESNA oleh Polrestabes Bandung.

Aplikasi tersebut diperkenalkan dalam acara di Aula Polrestabes Bandung, Kamis, 8 Oktober 2026. Peluncuran dipimpin Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Dedi Supriyadi, S.I.K., serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pemangku kepentingan.

INTI KRESNA dikembangkan sebagai sarana digital untuk menunjang pengelolaan informasi intelijen kepolisian. Sistem ini mengusung prinsip Komprehensif, Rahasia, Efektif, Sinergi, Nyata, dan Akuntabel sebagai pedoman pelaksanaannya.

Toni Wijaya memandang inovasi tersebut sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kemampuan kepolisian dalam mengenali potensi gangguan keamanan sejak dini. 

Dengan dukungan sistem informasi yang lebih terintegrasi, berbagai indikasi kerawanan diharapkan dapat ditindaklanjuti secara lebih cepat dan terarah.

Menurutnya, kemampuan melakukan deteksi dini menjadi faktor penting dalam mencegah persoalan keamanan berkembang menjadi gangguan yang lebih besar. Karena itu, pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk mendukung proses identifikasi, koordinasi, dan penanganan situasi secara efektif.

Toni juga berharap kehadiran aplikasi INTI KRESNA tidak hanya memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi turut berdampak pada peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Ia menilai keberhasilan penerapan teknologi keamanan perlu ditopang kerja sama yang erat antara Polri, Pemerintah Kota Bandung, dan masyarakat. Sinergi antarpihak dinilai penting agar upaya menjaga kondusivitas wilayah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Selain dukungan teknologi, kedekatan aparat dengan masyarakat juga menjadi perhatian. Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan terus diperkuat sehingga komunikasi, kepercayaan, dan partisipasi warga dalam menjaga lingkungan tetap terpelihara.

Melalui implementasi INTI KRESNA, Polrestabes Bandung diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan informasi serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi gangguan keamanan.

Dukungan DPRD Kota Bandung terhadap inovasi ini menjadi bagian dari harapan agar pemanfaatan teknologi dan kolaborasi masyarakat dapat berjalan beriringan demi menciptakan Kota Bandung yang aman, tertib, dan kondusif.***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/10/dprd-kota-bandung-apresiasi-inti-kresna-inovasi-polrestabes-untuk-perkuat-keamanan</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/dprd-polrestabes-b1a6_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/10/dprd-kota-bandung-apresiasi-inti-kresna-inovasi-polrestabes-untuk-perkuat-keamanan</guid><category>DPRD Kota Bandung</category></item><item><title>Ekonomi Bandung Tertekan, Erick Darmadjaya Soroti Pendapatan Warga hingga Anggaran Pemkot</title><description>Ekonomi Kota Bandung tertekan akibat pendapatan warga menurun, biaya hidup meningkat, pinjol bertambah, dan ruang fiskal Pemkot makin terbatas.</description><content>&lt;b&gt;RAGAM RBCOM - &lt;/b&gt;Tekanan ekonomi di Kota Bandung kian kompleks. Penurunan pendapatan masyarakat, meningkatnya biaya hidup, hingga sulitnya pelaku usaha mempertahankan bisnis menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.

Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi PSI, Erick Darmadjaya, menilai kondisi tersebut berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. 

Ketika penghasilan tidak lagi sebanding dengan pengeluaran, sebagian warga terpaksa mencari tambahan dana melalui pinjaman.

“Inflasi kecil, tapi sekarang pendapatan merosot. Maka kemampuan belanja rakyat turun banyak,” ujar Erick.

Menurut Erick, tekanan ekonomi juga dirasakan pelaku usaha konvensional. Tingginya harga properti dan biaya sewa membuat sejumlah tempat usaha sulit bertahan. 

Bahkan, banyak bangunan komersial yang ditawarkan untuk dijual atau disewakan dalam waktu lama tanpa kembali dimanfaatkan secara produktif.

Di sisi lain, penertiban pedagang kaki lima (PKL) di trotoar turut mengubah ruang aktivitas ekonomi masyarakat. 

Erick memahami bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari penataan kota, tetapi pemerintah perlu memastikan tersedianya alternatif tempat berjualan bagi pedagang kecil.

&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://republikbobotoh.com/2026/10/08/dprd-kota-bandung-soroti-penanganan-banjir-minta-pemkot-tak-lagi-bergerak-saat-hujan-datang&quot;&gt;Baca Juga : DPRD Kota Bandung Soroti Penanganan Banjir, Minta Pemkot Tak Lagi Bergerak Saat Hujan Datang&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;

Perubahan pola perdagangan juga semakin terlihat melalui perkembangan bisnis digital. Ketika toko fisik menghadapi tekanan, masyarakat mulai beralih ke penjualan daring dan program afiliasi.

Namun, Erick menilai pergeseran tersebut memunculkan tantangan baru, terutama mengenai legalitas usaha dan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Ia mencontohkan perdagangan produk dari luar negeri yang dipasarkan melalui platform digital, tetapi dinilai belum memberikan kontribusi optimal bagi daerah.

“Affiliate lebih banyak. Pedagang atau seller membawa produk dari China, Malaysia, Vietnam. Tidak ada kontribusi untuk daerah,” katanya.

Erick menegaskan, persoalan perdagangan digital bukan hanya menyangkut pajak. Kejelasan identitas dan administrasi pelaku usaha juga menjadi perhatian, mengingat sebagian pedagang masih menjalankan aktivitasnya tanpa identitas usaha yang mudah ditelusuri.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung. Struktur penerimaan daerah dinilai masih bergantung pada aktivitas ekonomi konvensional dan pelaku usaha berskala besar, sementara perilaku perdagangan masyarakat terus berubah.

&lt;b&gt;Pinjol Jadi Jalan Keluar Saat Penghasilan Tak Cukup&lt;/b&gt;

Dampak tekanan ekonomi kini juga dirasakan dalam kehidupan rumah tangga. Erick mengungkapkan, sebagian masyarakat mulai mengandalkan pinjaman online (pinjol) untuk menutup kekurangan antara pemasukan dan kebutuhan sehari-hari.

“Pendapatan lebih kecil dari pengeluaran, selisihnya ditutupi hutang,” ujarnya.

Kenaikan harga kebutuhan pokok, ongkos transportasi, serta biaya bahan baku semakin membatasi kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sekaligus mengembangkan usaha.

Persoalannya, tidak semua komponen biaya tersebut berada dalam kendali Pemerintah Kota Bandung. Erick mencontohkan biaya transportasi yang kenaikannya tidak dapat sepenuhnya diintervensi pemerintah daerah.

“Pemerintah Kota tidak bisa apa-apa soal kenaikan biaya transportasi,” kata Erick.

&lt;b&gt;Anggaran Daerah Terhimpit Kebutuhan Belanja&lt;/b&gt;

Di tengah melemahnya daya beli masyarakat, Pemkot Bandung juga menghadapi keterbatasan anggaran untuk merespons tekanan ekonomi. 

Erick menilai ruang fiskal yang tersedia belum leluasa untuk mendukung berbagai program mitigasi bagi masyarakat.

Pemerintah daerah tetap harus membiayai kebutuhan rutin, mulai dari pemeliharaan jalan, penanganan banjir hingga penanganan bencana seperti angin puting beliung.

Tekanan anggaran semakin besar seiring menurunnya Transfer ke Daerah (TKD). Pada saat yang sama, pemerintah tetap harus memenuhi kebutuhan belanja pegawai.

Erick turut menyoroti tantangan efisiensi pegawai di lingkungan pemerintahan. Ia menilai faktor politik menjadi salah satu hambatan dalam upaya tersebut dan menyinggung keberadaan pegawai yang disebutnya sebagai titipan partai politik.

“Pemkot Bandung tidak bisa melakukan efisiensi pegawai karena faktor politik. Ada banyak titipan parpol di jajaran ASN yang tidak bisa diefisiensikan,” ujarnya.

Menurut Erick, situasi tersebut berpotensi memengaruhi penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung 2027. 

Ia memperkirakan pemerintah kota perlu meningkatkan total belanja agar proporsi belanja pegawai dapat memenuhi ketentuan sebesar 30 persen.

Persoalannya, kebutuhan belanja yang meningkat justru berhadapan dengan sumber pendanaan yang semakin terbatas.

“Jadi masalah karena sumber pendanaan malah berkurang, TKD menurun,” katanya.

Erick melihat persoalan ekonomi Bandung tidak berdiri sendiri. Tekanan terhadap usaha konvensional, mahalnya ruang usaha, pergeseran perdagangan ke platform digital, melemahnya daya beli, serta meningkatnya ketergantungan pada utang saling berkaitan dengan kemampuan keuangan pemerintah daerah.

Dalam kondisi tersebut, peningkatan PAD bukan satu-satunya pekerjaan rumah pemerintah kota. 

Pemkot Bandung juga perlu mencari solusi agar pelaku usaha tetap bertahan, masyarakat memiliki ruang ekonomi yang memadai, dan daya beli warga tidak terus tergerus di tengah keterbatasan anggaran daerah.***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/09/ekonomi-bandung-tertekan-erick-darmadjaya-soroti-pendapatan-warga-hingga-anggaran-pemkot</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/rick-darmadjaya-b528_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/09/ekonomi-bandung-tertekan-erick-darmadjaya-soroti-pendapatan-warga-hingga-anggaran-pemkot</guid><category>DPRD Kota Bandung</category><category>Ekonomi Bandung</category><category>PAD Kota Bandung</category><category>APBD Bandung 2027</category></item><item><title>DPRD Kota Bandung Soroti Penanganan Banjir, Minta Pemkot Tak Lagi Bergerak Saat Hujan Datang</title><description>DPRD Kota Bandung mendorong penanganan banjir secara menyeluruh melalui rencana induk drainase, pembenahan tata ruang dan kolaborasi lintas daerah.</description><content>&lt;b&gt;RAGAM RBCOM - &lt;/b&gt;Persoalan banjir masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Bandung, terutama ketika intensitas hujan meningkat. 

Disadur melalui laman resmi DPR Kota Bandung, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung, Agus Andi Setyawan, meminta penanganannya tidak hanya dilakukan ketika banjir sudah terjadi.

Menurut Agus, Bandung membutuhkan strategi jangka panjang yang mampu mengatasi persoalan dari hulu hingga hilir. 

Penanganan drainase saja dinilai belum cukup karena banjir juga berkaitan dengan tata ruang dan perubahan fungsi lahan.

Agus menyampaikan pandangannya dalam talk show OPSI bertajuk “Baliho Tumbang hingga Banjir Mengintai, Seberapa Siap Bandung Hadapi Musim Hujan?” di Studio PRFM Bandung, Senin, 5 Oktober 2026.

&lt;b&gt;Bandung Utara Jadi Sorotan&lt;/b&gt;

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah kondisi kawasan Bandung Utara. Wilayah tersebut memiliki peran penting sebagai kawasan resapan, tetapi perkembangan pembangunan dinilai dapat memengaruhi kemampuan lingkungan dalam menahan limpasan air.

“Pembangunan ini banyak yang alih fungsi lahan dan sebagainya yang tidak sesuai dengan tata ruang RTRW kita. Contohnya resapan, sumber utama itu di Bandung Utara,” katanya.

Agus menilai persoalan di kawasan Bandung Utara tidak bisa hanya dibebankan kepada Pemkot Bandung. Sebab, kawasan tersebut terhubung dengan sejumlah daerah lain, seperti Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, hingga Kabupaten Sumedang.

Perubahan fungsi lahan di kawasan hulu berpotensi membuat debit air yang mengarah ke wilayah perkotaan semakin besar saat hujan deras. Akibatnya, sungai, tanggul, dan jaringan drainase Bandung mendapat tekanan lebih tinggi.

&lt;b&gt;Bandung Dinilai Belum Punya Rencana Induk Drainase&lt;/b&gt;

Agus juga mengungkapkan satu persoalan mendasar dalam pengelolaan banjir, yakni belum adanya rencana induk drainase Kota Bandung yang dapat menjadi pedoman penanganan secara menyeluruh.

“Intinya Kota Bandung belum punya rencana induk drainase. Dari alokasi air dari utara ke selatan hingga ke kabupaten, batas tol, itu harus dioperasikan seperti apa, kemudian kolaborasi dengan Kabupaten Bandung,” katanya.

Menurutnya, dokumen tersebut penting agar pengelolaan aliran air tidak berhenti pada batas administratif satu wilayah. Perencanaan harus memperhitungkan jalur air sejak kawasan hulu hingga daerah hilir.

“Tidak bisa diselesaikan satu daerah semua,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong kerja sama yang lebih kuat antara Pemkot Bandung, Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bandung, Pemkab Bandung Barat, serta pemerintah daerah lain yang berkaitan dengan sistem aliran air.

&lt;b&gt;Kanal Selatan Bisa Jadi Alternatif&lt;/b&gt;

Di sisi lain, Agus menilai pembenahan infrastruktur tetap harus dilakukan. Sungai, drainase, sodetan, dan berbagai sarana pengendali banjir membutuhkan perawatan sekaligus perencanaan jangka panjang.

Ia juga kembali menyinggung rencana pembangunan kanal selatan yang pernah muncul sekitar 2013. Menurutnya, konsep tersebut dapat dikaji kembali sebagai salah satu alternatif pengendalian aliran air.

Bahkan, apabila direalisasikan dengan konsep yang tepat, kanal tersebut dinilai berpotensi memiliki fungsi tambahan sebagai ruang publik maupun destinasi wisata.

&lt;b&gt;Jangan Hanya Bergerak Saat Musim Hujan&lt;/b&gt;

Agus mengingatkan agar penanganan banjir tidak menjadi agenda musiman. Pengerukan sedimentasi dan pembersihan drainase memang diperlukan, tetapi langkah tersebut tidak cukup jika akar persoalan tata ruang dan pengelolaan air tidak dibenahi.

“Tidak menyelesaikan secara insidental, tapi betul-betul komprehensif,” ujarnya.

Menghadapi musim hujan, ia meminta pemerintah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan. Kolaborasi lintas wilayah dan keterlibatan warga dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir maupun dampak lain yang muncul akibat cuaca ekstrem.***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/08/dprd-kota-bandung-soroti-penanganan-banjir-minta-pemkot-tak-lagi-bergerak-saat-hujan-datang</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/agus-andi-setyawan-eb8b_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/08/dprd-kota-bandung-soroti-penanganan-banjir-minta-pemkot-tak-lagi-bergerak-saat-hujan-datang</guid><category>DPRD Kota Bandung</category><category>banjir Bandung</category><category>pemkot-bandung</category></item><item><title>Telkomsel dan PosDigi Luncurkan Paket Sat Set Pos Dukung Aktivitas Layanan Agen Pos</title><description>Telkomsel, melalui layanan dan solusi Telkomsel Enterprise, berkolaborasi dengan PosDigi menghadirkan Paket Sat Set Pos.</description><content>&lt;b&gt;RBCOM - &lt;/b&gt;Telkomsel, melalui layanan dan solusi Telkomsel Enterprise, berkolaborasi dengan PosDigi menghadirkan Paket Sat Set Pos untuk mendukung kebutuhan komunikasi dan produktivitas Agen Pos di berbagai wilayah Indonesia.

Kolaborasi ini mendukung transformasi layanan pos yang semakin mengandalkan platform dan aplikasi digital, sehingga Agen Pos dapat bekerja lebih produktif dan menghadirkan pengalaman layanan yang lebih baik bagi pelanggan.

Sebagai garda terdepan layanan kepada masyarakat, Agen Pos perlu tetap terhubung untuk membantu kelancaran aktivitas operasional sehari-hari.

Melalui kolaborasi ini, Telkomsel dan PosDigi menghadirkan Paket Sat Set Pos yang ditujukan untuk mendukung sekitar 200.000 Agen Pos yang menjadi bagian dari ekosistem layanan PosDigi di berbagai wilayah Indonesia.

Berbeda dari paket data yang bersifat umum, Paket Sat Set Pos dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan konektivitas dalam aktivitas operasional Agen Pos sehari-hari. 
Paket ini mengombinasikan kuota internet all-net dan kuota khusus untuk aplikasi POS, sehingga pengguna dapat mengakses layanan yang mendukung aktivitas kerja mereka secara lebih optimal.

Paket tersedia dalam berbagai pilihan mulai dari Rp12.000 hingga Rp123.000, dengan kuota hingga 55 GB, serta manfaat tambahan berupa voucher belanja pada pilihan paket tertentu.

Kolaborasi ini sekaligus mempertegas komitmen Telkomsel dalam menghadirkan solusi yang relevan bagi berbagai sektor industri melalui semangat #PastiAdaSolusi, termasuk dalam mendukung kebutuhan konektivitas ekosistem layanan pos dan logistik.

VP Financial and CMT Account Management Telkomsel, Gian Wijoyo, mengatakan kebutuhan konektivitas di ekosistem layanan pos terus berkembang seiring meningkatnya pemanfaatan layanan digital dalam aktivitas operasional sehari-hari.

Melalui kolaborasi dengan PosDigi, Telkomsel menghadirkan solusi yang dirancang lebih dekat dengan kebutuhan Agen Pos agar mereka dapat tetap produktif dan fokus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

&quot;Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan solusi yang relevan dan memberikan manfaat nyata bagi pelanggan serta mitra melalui semangat Melayani Sepenuh Hati,” jelasnya.

Selain menghadirkan solusi konektivitas, Telkomsel Enterprise dan PosDigi juga menghadirkan program Jawara Sat Set yang berlangsung selama Oktober hingga Desember 2026 sebagai nilai tambah bagi Agen Pos yang melakukan pembelian Paket Sat Set Pos.

Program kolaborasi ini menawarkan bonus kuota dan kesempatan memenangkan smartphone Android melalui undian grand prize. Melalui manfaat tersebut, Jawara Sat Set diharapkan dapat membantu Agen Pos mengelola biaya komunikasi, mendukung kelancaran operasional harian, serta memperoleh nilai tambah dari penggunaan Paket Sat Set Pos. 

Chief Marketing Officer PosDigi, Prima Reksa, mengatakan Agen Pos merupakan bagian penting dari ekosistem layanyan yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat.

&quot;Karena itu, kami menyambut baik kolaborasi bersama Telkomsel yang tidak hanya menghadirkan dukungan konektivitas melalui Paket Sat Set Pos, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui program Jawara Sat Set. Kami berharap inisiatif ini dapat membantu Agen Pos menjalankan aktivitas operasional secara lebih optimal sekaligus memberikan manfaat yang semakin relevan bagi mereka dalam melayani pelanggan,” paparnya.

Ke depan, Telkomsel dan PosDigi membuka peluang untuk mengeksplorasi kolaborasi digital lainnya yang dapat semakin mendukung kebutuhan operasional dan pengalaman pelanggan.

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/06/telkomsel-dan-posdigi-luncurkan-paket-sat-set-pos-dukung-aktivitas-layanan-agen-pos</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/satsetpos-2jpg-f12f_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/06/telkomsel-dan-posdigi-luncurkan-paket-sat-set-pos-dukung-aktivitas-layanan-agen-pos</guid><category>telkomsel</category></item><item><title>Telkomsel Jabotabek Jabar Umumkan Enam Pemenang Telkomsel 5G Video Competition</title><description>Telkomsel Jabotabek Jabar mengumumkan enam pemenang Telkomsel 5G Video Competition.</description><content>&lt;b&gt;RBCOM&lt;/b&gt; - Telkomsel Jabotabek Jabar mengumumkan enam pemenang Telkomsel 5G Video Competition sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas masyarakat dalam menghasilkan karya video berbasis teknologi digital.

Hadir sebagai bagian dari rangkaian program Kampung Telkomsel dan Pesta Jawara, kompetisi ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menuangkan ide kreatif sekaligus mengangkat beragam kekayaan budaya Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital dan pengalaman konektivitas Telkomsel 5G.

Hingga saat ini, Telkomsel 5G Video Competition telah hadir dalam beberapa periode dengan mengangkat tema yang berbeda. Memasuki periode ketiga pada Agustus – September 2026, Telkomsel 5G Video Competition mengusung tema “Merdeka Berkarya, Bangga Budaya dengan Telkomsel 5G”. Hingga batas akhir pengumpulan karya pada 20 September 2026, tercatat sebanyak 100 karya video terkumpul, terdiri atas 28 karya kategori Pelajar/Mahasiswa dan 72 karya kategori Umum.

Seluruh karya yang masuk kemudian melalui proses penjurian yang dilaksanakan pada hari Kamis (24/9). Proses penjurian tersebut juga disiarkan secara langsung melalui aplikasi MAXStream pada channel Max2U.tv.

Berdasarkan hasil penjurian, enam pemenang Telkomsel 5G Video Competition diumumkan pada 30 September 2026, sebagai bentuk apresiasi atas karya kreatif yang telah dihasilkan para peserta.

Berdasarkan hasil penjurian, berikut enam pemenang Telkomsel 5G Video Competition dari dua kategori, yaitu:

Kategori Pelajar/Mahasiswa

1. Juara 1: Nadin Kayla Azzahra (IG: @nadinevrnth)

2. Juara 2: Awang Fardaus (IG: @awang_fir)

3. Juara 3: Puspa Indah Lestari (IG: @apellpie)

Kategori Umum

1. Juara 1: Alvin Fajri Noor Syamsi (IG: @artalvins_)

2. Juara 2: Kent Sean Lawrence (IG: @kent_sean_)

3. Juara 3: Ahmad Fadillah (IG: @mat.otonk)

Keenam pemenang dipilih berdasarkan kreativitas, kesesuaian dengan tema, serta pemenuhan seluruh persyaratan kompetisi yang selengkapnya dapat diakses melalui laman resmi tsel.id/Kompetisi5GTsel, termasuk menyertakan minimal lima akun teman serta mencantumkan tagar #Tsel5GVideoCompetition dan #Tsel5Garea2.

Peserta yang tidak memenuhi persyaratan tidak dapat ditetapkan sebagai pemenang. Kompetisi ini terbuka dalam dua kategori, yakni Pelajar/Mahasiswa dan Umum, untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat dalam menuangkan kreativitas melalui karya digital.

General Manager Consumer Business Growth and Channel Partnership Area Jabotabek Jabar Telkomsel, Arief Maulana, mengatakan melalui Telkomsel 5G Video Competition, Telkomsel ingin memberikan ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk terus berkarya dan mengeksplorasi kreativitas dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital, termasuk teknologi AI.

&quot;Kami mengapresiasi antusiasme seluruh peserta dalam menghadirkan karya-karya kreatif yang merepresentasikan semangat berkarya dan kebanggaan terhadap kekayaan budaya Indonesia,&quot; katanya.

Telkomsel kembali mengajak masyarakat dan para pelajar/mahasiswa untuk berpartisipasi dalam Telkomsel 5G Video Competition yang akan hadir pada periode Oktober–Desember 2026.

Kompetisi ini kembali membuka ruang bagi peserta untuk menuangkan ide dan mengeksplorasi kreativitas melalui karya video dengan memanfaatkan teknologi AI dan konektivitas 5G Telkomsel.

Informasi mengenai tema program, mekanisme pendaftaran, ketentuan karya, serta hadiah kompetisi dapat diperoleh melalui tsel.id/Kompetisi5GTsel.

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/02/telkomsel-jabotabek-jabar-umumkan-enam-pemenang-telkomsel-5g-video-competition</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/20261002-172943-0000-920c_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/02/telkomsel-jabotabek-jabar-umumkan-enam-pemenang-telkomsel-5g-video-competition</guid></item><item><title>Tantan Sulthon Resmi Jadi Ketua PWI Jawa Barat 2026-2031, Dedi Mulyadi Tekankan Independensi Pers</title><description>Tantan Sulthon resmi memimpin PWI Jawa Barat 2026-2031. Dedi Mulyadi menekankan independensi wartawan dan pentingnya pers berbasis fakta.</description><content>&lt;b&gt;RBCOM – &lt;/b&gt;Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat memasuki periode kepengurusan baru setelah Tantan Sulthon B resmi dilantik sebagai Ketua PWI Jawa Barat masa bakti 2026-2031.

Pelantikan dilakukan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (2/10/2026). 

Pergantian kepemimpinan tersebut sekaligus menjadi awal bagi jajaran PWI Jabar untuk menjalankan agenda organisasi selama lima tahun ke depan. 

Kepengurusan baru tidak hanya diarahkan pada penguatan organisasi, tetapi juga peningkatan profesionalisme wartawan, perlindungan hukum, kesejahteraan anggota hingga adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan media digital.

&lt;img src=&quot;https://republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/pwi2-a731_mid.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;

&lt;b&gt;Tantan Sulthon Bawa Misi Baru&lt;/b&gt;

Tantan Sulthon akan memimpin PWI Jawa Barat bersama jajaran pengurus yang menangani sejumlah sektor strategis. 

Bidang organisasi, pendidikan, pembelaan dan pembinaan hukum, kesejahteraan, kemitraan, multimedia dan teknologi informasi hingga pengelolaan aset menjadi bagian dari struktur kepengurusan baru.

Untuk memperkuat koordinasi di daerah, PWI Jawa Barat juga membagi wilayah kerja ke dalam enam kawasan. Pola tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan organisasi tingkat provinsi dengan PWI di 22 kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Selain penguatan organisasi, perhatian juga diberikan terhadap peningkatan kemampuan wartawan, advokasi hukum serta kesejahteraan anggota di tengah perubahan ekosistem media.

&lt;img src=&quot;https://republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/pwi3-931d_mid.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;

&lt;b&gt;Akhmad Munir Ingatkan Amanah Pengurus&lt;/b&gt;

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir meminta jajaran pengurus yang baru dilantik tidak memandang jabatan organisasi sebagai sekadar posisi struktural.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada pengurus membawa tanggung jawab yang harus dijalankan hingga akhir masa kepengurusan.

“Kepercayaan, kehormatan, dan kemuliaan yang diterima hari ini sebagai pengurus nantinya harus dipertanggungjawabkan di akhir masa bakti,” ujar Akhmad Munir.

Akhmad Munir juga menempatkan PWI sebagai organisasi yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga kemerdekaan pers, mencerdaskan masyarakat serta ikut memberikan kontribusi terhadap pembangunan.

“Pers harus berjalan bersama dengan pemerintah untuk tujuan sama mencerdaskan masyarakat, dan turut membangun bangsa dan negara, khususnya saat ini membangun Jabar,” katanya.

Menurutnya, kerja sama antara pers dan pemerintah tetap dibutuhkan selama memiliki tujuan yang sama untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan Jawa Barat. 

Sementara itu, bagi Tantan Sulthon, pelantikan di Gedung Merdeka bukanlah akhir dari proses organisasi. Momentum tersebut justru menjadi awal untuk menjalankan berbagai program dan memperkuat kehidupan pers di Jawa Barat.

“Pengukuhan ini tidak hanya sekadar seremonial, tapi ini harus menjadi awal kita untuk terus membangun pers,” ujar Tantan.

Ia memastikan PWI Jabar akan membangun hubungan kerja dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, kemitraan tersebut tetap berjalan beriringan dengan fungsi pers dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

“Kita punya kewajiban untuk terus mengawal,” katanya.

Dengan jumlah anggota yang mencapai lebih dari 1.000 wartawan dan tersebar di berbagai daerah, PWI Jawa Barat memiliki jaringan yang cukup luas untuk menjalankan fungsi organisasi sekaligus memperkuat komunikasi publik.
&lt;img src=&quot;https://republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/pwi4-14bd_mid.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;

&lt;b&gt;Dedi Mulyadi Tekankan Independensi&lt;/b&gt;

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti pentingnya independensi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurut Dedi, perkembangan arus informasi membuat masyarakat berhadapan dengan berbagai jenis konten. Karena itu, pers profesional dinilai tetap memiliki peran penting dalam memastikan informasi yang diterima publik bersumber dari fakta.

“Wartawan itu kan independen, maka PWI harus terus menjunjung tinggi independensi, keberpihakan pada fakta dan menyajikan berita sesuai fakta, tidak menambah, tidak mengurangi,” ujar Dedi.

Dedi juga menyebut pers memiliki posisi penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan demokrasi. Selain menyampaikan informasi, media menjalankan fungsi kontrol terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

“Karena ini profesi terhormat dalam membangun keseimbangan demokrasi di Indonesia dan Jawa Barat dan upaya melakukan cek and balance terhadap penyelenggaraan pemerintahan kalau di Jawa Barat dipimpin oleh saya,” katanya.

Pesan mengenai independensi dan objektivitas tersebut juga menjadi salah satu poin utama yang diberitakan dalam pelantikan PWI Jabar pada Jumat, 2 Oktober 2026. 

&lt;img src=&quot;https://republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/pwi7-93e0_mid.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;

&lt;b&gt;PWI Jabar Siap Jadi Mitra sekaligus Pengawas&lt;/b&gt;

Tantan menegaskan, hubungan antara PWI dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan diarahkan pada kemitraan yang produktif. Namun, posisi pers sebagai pengawas kebijakan publik tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

“Kita juga memiliki niat baik, Pak, untuk membesarkan, untuk terus menjadi mitra Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tentunya pemerintah punya kinerja, masyarakat punya partisipasi, dan kita wartawan punya kewajiban untuk terus mengawal,” tegas Tantan.

Menurutnya, wartawan tidak hanya bertugas menyampaikan program dan capaian pemerintah kepada masyarakat. Pers juga memiliki tanggung jawab membawa aspirasi masyarakat agar dapat diketahui pemerintah.

Dengan dukungan lebih dari 1.000 anggota yang tersebar di 22 kabupaten dan kota serta empat kelompok kerja di Bandung Raya, PWI Jawa Barat ingin memperkuat peran komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.

Tantan mengatakan informasi mengenai berbagai program pemerintah akan disampaikan kepada publik, sementara persoalan dan aspirasi masyarakat juga akan menjadi bagian yang dikawal oleh insan pers.

“Dan tentunya kita juga akan menyampaikan apa yang sudah dilakukan Pak Gubernur, apa yang akan disampaikan Pak Gubernur kepada masyarakat, dan tentu sebaliknya. Kita akan menyampaikan apa yang menjadi keluh kesah masyarakat, apa yang menjadi aspirasi masyarakat, dan tentunya apa yang menjadi keinginan masyarakat,” ucapnya.***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/02/tantan-sulthon-resmi-jadi-ketua-pwi-jawa-barat-2026-2031-dedi-mulyadi-tekankan-independensi-pers</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/10/pwi6-3c72_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/10/02/tantan-sulthon-resmi-jadi-ketua-pwi-jawa-barat-2026-2031-dedi-mulyadi-tekankan-independensi-pers</guid></item><item><title>Telkomsel dan MAP Gelar Exhibition Telkomsel x MAP : MAPrivilege</title><description>Telkomsel bersama PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) menggelar Exhibition Telkomsel x MAP : MAPrivilege.</description><content>&lt;b&gt;RBCOM&lt;/b&gt; -  Sebagai kelanjutan dari hadirnya MAPrivilege,Telkomsel bersama PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) menggelar Exhibition Telkomsel x MAP : MAPrivilege.

Kegiatan ini merupakan sebuah aktivasi dari kolaborasi yang menghubungkan ekosistem digital dan loyalitas Telkomsel dengan jaringan ritel gaya hidup MAP yang luas.

Gelaran ini berlangsung pada 25-27 September 2026 di Atrium Hejo, Paskal 23 Shopping Center, Kota Bandung dan menghadirkan ragam keistimewaan, hiburan, dan aktivitas seru.

Pengunjung dengan akses MAPrivilege dapat mengikuti ragam aktivitas interaktif pada experience zoneyang menghadirkan ragam keseruan dan benefit dari sejumlah merchant, challenge, dan games terangkum pada passport activity.

Pengunjung yang berhasil menyelesaikan semua aktivitas berkesempatan mendapatkan reward berupa merchandise menarik. Pengunjung juga bisa melakukan penukaran Telkomsel Poin dengan berbagai merchandise menarik dan kesempatan mengikuti meet and greet, menikmati penampilan musik, hingga menyaksikan special performance dari Scalopoly, Rafi Sudirman, dan The Overtunes.

General Manager Mobile Consumer Business Region Jawa Barat Telkomsel Anandoz Bangsawan mengatakan Exhibition Telkomsel x MAP : MAPrivilege mencerminkan komitmen Telkomsel untuk terus menghadirkan nilai yang semakin relevan dan nyata bagi pelanggan, serta bisa dirasakan secara langsung ragam benfitnya.

&quot;Dengan menghubungkan ekosistem digital Telkomsel dengan ekosistem gaya hidup MAP, MAPrivilege memungkinkan loyalitas pelanggan terwujud dalam manfaat sehari-hari yang bermakna,&quot; paparnya.

Melalui MyTelkomsel, pelanggan yang memenuhi kriteria dapat mengakses beragam penawaran terkurasi yang dirancang untuk memberikan nilai tambah dalam keseharian mereka. Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan dari kedua ekosistem: basis pelanggan digital Telkomsel, platform loyalitas, serta MyTelkomsel, dengan portofolio brand gaya hidup dan pengalaman ritel MAP yang beragam.

Pelanggan yang dapat menikmati program ini meliputi pelanggan Halo+ Optima, pelanggan SIMPATI yang membeli paket Super Seru dan/atau Surprise Deal, serta pelanggan IndiHome.

Pelanggan juga dapat menukarkan Telkomsel Poin melalui menu Rewardsdi MyTelkomsel untuk memperoleh akses ke MAPrivilege.

Mengusung tema “A Pass to Upgrade Everyday Living”, MAPrivilege menghadirkan berbagai manfaat di kategori fashion, makanan dan minuman, olahraga, department store, serta teknologi.

Pelanggan MAPClub dapat mengakses berbagai penawaran yang tersedia melalui MyTelkomsel dan menukarkan kode voucher sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di masing-masing merchant yang berpartisipasi.

MAPrivilege memperkuat komitmen kedua perusahaan dalam menciptakan nilai yang lebih besar melalui kolaborasi ekosistem, dengan menggabungkan konektivitas digital dan platform pelanggan Telkomseldengankeahlian MAP di bidang gaya hidup dan ritel.

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/09/26/telkomsel-dan-map-gelar-exhibition-telkomsel-x-map-maprivilege</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/20260926-100119-0000-04ad_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/09/26/telkomsel-dan-map-gelar-exhibition-telkomsel-x-map-maprivilege</guid><category>telkomsel</category></item><item><title>Final Penuh Drama! UNS Tekuk BINUS dan Jadi Raja Campus League 2026</title><description>Final Penuh Drama! UNS Tekuk BINUS dan Jadi Raja Campus League 2026</description><content>&lt;b&gt;RBCOM&lt;/b&gt; - Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta keluar sebagai juara Campus League 2026 - Badminton The Nationals kategori beregu setelah melewati final penuh drama kontra Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jakarta.

Bertanding di GOR KONI Bandung, Jumat (25/9/2026), UNS harus melewati laga panjang yang berlangsung ketat hingga tiga set. UNS akhirnya mengunci gelar juara setelah menang dengan skor 55-46, 52-55, dan 55-47.

Pertandingan final berlangsung dalam tensi tinggi sejak awal. BINUS sempat mengambil kendali pada set pertama melalui penampilan tunggal putra Jovan Sammy Sukardi dan tunggal putri Aura Ihza Aulia.
Keduanya membawa BINUS unggul 22-11 atas UNS.

Namun, keadaan berbalik setelah ganda putra UNS, Adna Farrell Nugroho/Muhammad Khalil M. Abdullah, tampil agresif. Permainan cepat dan serangan bertubi-tubi membuat UNS mampu mengejar ketertinggalan hingga berbalik unggul 33-30.

UNS kemudian mempertahankan momentum dan menutup set pertama dengan kemenangan 55-46.

Memasuki set kedua, BINUS kembali menunjukkan perlawanan. Jovan Sammy Sukardi tampil dominan saat menghadapi Dimas Satriya Abimanyu dan membawa BINUS unggul 11-6.

BINUS semakin di atas angin setelah pasangan ganda campuran Jonathan Susanto/Feodora H. Eltriannisa bermain agresif. 

Mereka membuat pasangan UNS, Adna Farrell Nugroho/Tanaya Yafiyah D., kesulitan mengembangkan permainan.
BINUS akhirnya merebut set kedua dengan skor 55-52 dan memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.

&lt;img src=&quot;https://republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/1000137538-46f1_mid.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;

&lt;b&gt;UNS Kembali Bangkit&lt;/b&gt;

Set ketiga berlangsung semakin menegangkan. Persaingan ketat langsung terlihat pada nomor tunggal putra ketika Dimas Satriya Abimanyu menghadapi Jovan Sammy Sukardi.

Keduanya sempat bermain imbang pada kedudukan 8-8, 9-9, hingga 10-10. Abimanyu akhirnya mengamankan kemenangan tipis 11-10.

BINUS kembali memperlebar keunggulan melalui tunggal putri. Aura Ihza Aulia membawa timnya unggul 22-15 ketika berhadapan dengan Maryam Qibta.

Dalam situasi tertekan, UNS kembali menemukan momentum melalui ganda putra Adna Farrell Nugroho/Muhammad Khalil M. Abdullah.

Pasangan tersebut secara perlahan memangkas jarak ketika menghadapi Jonathan Susanto/Steven Setiawan. Dari posisi tertinggal, keduanya mampu menyamakan kedudukan menjadi 31-31 sebelum berbalik unggul 33-31.
Kebangkitan tersebut menjadi momentum penting bagi UNS.

Ganda putri Lintang Ari Rahmawati/Maghfiro Ah Aristi kemudian memperlebar keunggulan UNS. Mereka berhasil meredam perlawanan Feodora H. Eltriannisa/Veren Irvana Daula dan membawa UNS unggul 44-38.

Partai terakhir menjadi penentu gelar juara.
Pasangan Jonathan Susanto/Feodora H. Eltriannisa masih berusaha mengejar ketika menghadapi Adna Farrell Nugroho/Tanaya Yafiyah D. UNS bahkan sempat berada di ambang kemenangan dengan keunggulan 54-43.

BINUS tidak menyerah dan mampu menambah empat angka. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan.

UNS akhirnya mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 55-47 sekaligus memastikan gelar juara Campus League 2026 - Badminton The Nationals kategori beregu.

&lt;b&gt;Gugup hingga Saling Menguatkan&lt;/b&gt;

Pemain ganda putri UNS, Maghfiro Ah Aristi, mengakui pertandingan final menjadi tantangan berat bagi dirinya dan rekan-rekannya.

Menurutnya, tekanan semakin terasa ketika pertandingan harus ditentukan melalui set ketiga.

&quot;Takut, gugup, semua jadi satu. Pasti ada rasa kurang percaya diri juga. Namun, sebagai tim saling menyemangati dan meyakinkan diri sendiri untuk bermain on point,&quot; kata Maghfiro.

Hal senada disampaikan Adna Farrell Nugroho yang tampil di nomor ganda putra dan ganda campuran. Ia menilai kekalahan UNS pada set kedua tidak terlepas dari faktor nonteknis.

Setelah kehilangan set kedua, para pemain UNS berusaha saling menguatkan hingga akhirnya mampu bangkit pada set penentuan.

&quot;Ketika dalam posisi tertinggal kami pemain saling menguatkan. Alhamdulillah bisa menyabet juara,&quot; ujar Adna.

&lt;b&gt;Strategi Pelatih Jadi Kunci&lt;/b&gt;

Pelatih UNS, Oktavia Wahyu Kinanti, mengatakan dirinya sejak awal tidak membebani pemain dengan target juara.
Ia justru meminta para pemain fokus mengumpulkan poin dan menjaga permainan tetap konsisten agar tekanan tidak mengganggu konsentrasi.

&quot;Kita tidak ada ekspektasi bisa juara satu. Karena di regional Semarang kita hanya juara 3. Namun saya tekankan sama mereka cukup main sabar dan konsisten dan jangan mati-mati sendiri. Itu kuncinya. Saat tertekan, taktik bermain student-athlete di lapangan akan terpecah,&quot; kata Kinanti.

Menurut Kinanti, kekuatan tim beregu tidak hanya ditentukan oleh keberadaan pemain dengan performa individu yang menonjol. 

Strategi dalam menentukan urutan pertandingan juga menjadi bagian penting.
Karena itu, UNS menempatkan Adna Farrell Nugroho/Muhammad Khalil M. Abdullah pada partai ketiga.

Strategi tersebut terbukti efektif. Ganda putra UNS beberapa kali mampu membalikkan keadaan dan menjadi salah satu penentu kebangkitan tim.

&quot;Untuk ganda putra, Farrell dan Khalil berpartner belum lama. Baru beberapa bulan namun chemistry-nya langsung dapat. Persiapan ke Bandung pun hanya seminggu dipotong masa recovery. Ganda putra kami tempatkan di partai ketiga karena bagi saya, mereka kuda hitam untuk UNS,&quot; ujar Kinanti.

&lt;img src=&quot;https://republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/1000137459-9442_mid.jpg&quot;&gt;

Campus League Ingin Perluas Jangkauan
CEO Campus League, Ryan Gozali, mengapresiasi pertandingan final yang berlangsung ketat. Menurut dia, persaingan tersebut menunjukkan munculnya bibit-bibit muda sekaligus berkembangnya budaya bulutangkis di lingkungan kampus.

Bulutangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam rangkaian Campus League.

&quot;Setelah badminton, langsung futsal. Setelah futsal, menuju ke UniGames yang terdiri dari taekwondo, kick-boxing, kempo, wushu, jiu jitsu, biliar dan sepak bola wanita,&quot; ujar Ryan.

Ryan berharap Campus League Badminton dapat menjangkau lebih banyak wilayah pada penyelenggaraan berikutnya sehingga semakin banyak mahasiswa dan penonton yang terlibat.

&quot;Kalau memungkinkan tahun depan rencananya Campus League Badminton ini akan digelar di empat wilayah. Tapi kita akan bergerak sesuai dengan momentum, serta perhatikan kualitas dan kuantitas juga. Kita lihat saja nanti,&quot; katanya.

Dukungan terhadap ekosistem olahraga kampus juga menjadi bagian dari visi Polytron sebagai sponsor Campus League.
General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, mengatakan pihaknya ingin mendukung generasi muda agar tetap aktif, kompetitif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

&quot;Polytron bangga dapat menjadi bagian dari momentum kembali hidupnya olahraga bulutangkis di lingkungan kampus. Melalui penyelenggaraan Campus League, kami juga ingin mendorong generasi muda untuk tetap aktif, kompetitif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,&quot; tuntas Diantika.



&lt;b&gt;Daftar Juara Campus League 2026 - Badminton The Nationals&lt;/b&gt;

&lt;b&gt;Kategori Beregu&lt;/b&gt;
Juara: Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta
Runner-up: Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jakarta
Peringkat 3: Universitas Gunadarma

&lt;b&gt;Tunggal Putra&lt;/b&gt;
Juara: Akmal Zaidan Pamuji (Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto)
Runner-up: Muhammad Bagus Suyarto (BLU)
Peringkat 3: Nopriansyah Adi Gunawan (Universitas Bhayangkara Jakarta Raya)

Tunggal Putri
Juara: Alfira Deanika (UII)
Runner-up: Maria Veronica N. Prawesti (Unpad)
Peringkat 3: Aura Ihza Aulia (BINUS)

&lt;b&gt;Ganda Putra&lt;/b&gt;
Juara: Adna Farrell Nugroho/Muhammad Khalil M. Abdullah (UNS)
Runner-up: Demorza Naafi/Muhammad Halim As Sidiq (UNJ)
Peringkat 3: Muhammad Syadad A-Faruq/Defri Fauzi Ghilman (Universitas Widyatama Bandung)

&lt;b&gt;Ganda Putri&lt;/b&gt;
Juara: Lintang Ari Rahmawati/Tanaya Yafiyah Darojat (UNS)
Runner-up: Feodora H. Eltriannisa/Veren Irvana Daula (BINUS)
Peringkat 3: Ayuningtyas Putri Nur Setyowati/Maghfiro Ah Aristi (UNS)

&lt;b&gt;Ganda Campuran&lt;/b&gt;
Juara: Khaddhaffy A. Ramadhan/Alya Ardelia (BLU)
Runner-up: Muhammad Halim As Sidiq/Citra Murdiningrum Surono (UNJ)
Peringkat 3: Deandra Ikhsan Gunawan/Agnia Sri Rahayu (STKIP)

&lt;b&gt;3v3&lt;/b&gt;
Juara: Rangga Arda Rheta/Agnia Sri Rahayu/Deandra Ikhsan Gunawan (STKIP)
Runner-up: Muhammad Irsya Mubarok/Alya Zafira/Ardha Tanu Widarma (Gunadarma)
Peringkat 3: Muhammad Rafael Ramadhani/Ayu Dian Pertiwi/Ryan Adi Wicaksono (UNNES).***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/09/25/final-penuh-drama-uns-tekuk-binus-dan-jadi-raja-campus-league-2026</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/img-20260926-000221-1955_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/09/25/final-penuh-drama-uns-tekuk-binus-dan-jadi-raja-campus-league-2026</guid><category>Campus League Bandung 2026</category><category>Campus League Badminton</category></item><item><title>HJKB ke-216, Asep Mulyadi Desak Pemkot Lebih Responsif terhadap Keluhan Warga</title><description>Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk semakin responsif terhadap berbagai persoalan dan keluhan yang disampaikan warga.</description><content>&lt;b&gt;RBCOM -&lt;/b&gt; Memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216, Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk semakin responsif terhadap berbagai persoalan dan keluhan yang disampaikan masyarakat.

Menurut Asep, momentum Hari Jadi Kota Bandung tidak boleh hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi harus menjadi momentum evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

“Pemerintah Kota Bandung hari ini dituntut untuk mampu mengantisipasi sekaligus merespons setiap laporan dan keluhan masyarakat. Jangan sampai masyarakat harus membuat persoalannya viral terlebih dahulu baru kemudian ada gerakan,” kata Asep.

Dia menegaskan, respons cepat terhadap persoalan warga harus menjadi perhatian seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, perangkat daerah hingga aparat kewilayahan.

“Ini harus menjadi perhatian serius. Pemerintah harus hadir sebelum persoalan menjadi besar. Setiap laporan masyarakat harus ditindaklanjuti dengan cepat, terukur dan tuntas,” katanya.

Asep juga menyoroti sejumlah kritik masyarakat terkait penataan kota. Salah satunya mengenai penertiban banner atau alat peraga yang berada di sejumlah sudut Kota Bandung. Menurutnya, penertiban tidak cukup hanya dengan mencopot banner, tetapi juga harus memastikan seluruh bagian yang tersisa tidak kembali mengganggu estetika maupun keselamatan warga.

“Kalau banner ditertibkan, lakukan dengan tuntas. Jangan sampai bannernya sudah dicopot, tetapi talinya masih menggantung dan justru mengganggu estetika kota bahkan berpotensi membahayakan masyarakat,” tegasnya.

Selain persoalan penataan kota, Asep menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Dia mengingatkan Bandung dikenal dengan budaya someah hade ka semah, sehingga semangat tersebut harus tercermin dalam setiap pelayanan pemerintah.

“Masih ada kritik masyarakat terkait pelayanan publik yang belum ramah. Bandung identik dengan warganya yang someah hade ka semah. Maka semangat itu juga harus hadir dalam pelayanan pemerintah,” ujarnya.

Dia berharap pelayanan publik, mulai dari administrasi kependudukan hingga layanan kesehatan, dapat diberikan secara profesional, cepat, mudah dan humanis.

“Target kita bukan sekadar pelayanan selesai secara administratif, tetapi masyarakat merasa dilayani dengan baik. Ini yang saya kira harus terus diperbaiki,” tambah Asep.

Proyek Kota Harus Terintegrasi Di sisi lain, Asep juga meminta Pemkot Bandung memperkuat harmonisasi dan sinkronisasi dalam pelaksanaan berbagai proyek pembangunan di Kota Bandung. Menurutnya, setiap pekerjaan infrastruktur harus direncanakan secara terpadu agar tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan yang justru menyebabkan pemborosan anggaran, mengganggu aktivitas warga, maupun merusak pekerjaan yang sebelumnya telah selesai.

“Jangan sampai ada satu pekerjaan proyek yang mengganggu atau bahkan merusak proyek lainnya. Perencanaan dan koordinasi antar-OPD harus diperkuat,” kata Asep.

Dia menilai pembangunan Kota Bandung membutuhkan koordinasi lintas sektor yang kuat, termasuk antara pemerintah kota, perangkat daerah, aparat kewilayahan hingga pihak-pihak yang melaksanakan pekerjaan infrastruktur.

“Bandung ini kota yang terus bergerak dan berkembang. Karena itu, pembangunan harus dikerjakan secara terintegrasi. Jangan bekerja sendiri-sendiri,” katanya.

Asep berharap di usia ke-216, Kota Bandung semakin mampu memberikan pelayanan yang cepat dan berkualitas, sekaligus menjaga wajah kota tetap tertata, nyaman dan indah. 
“Selamat Hari Jadi Kota Bandung ke-216. Mari kita jadikan momentum ini sebagai evaluasi dan komitmen bersama untuk menghadirkan Bandung yang semakin nyaman, tertata, pelayanan publiknya semakin baik, dan pemerintahnya semakin responsif terhadap masyarakat,” pungkasnya. 

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/09/25/hjkb-ke-216-asep-mulyadi-desak-pemkot-lebih-responsif-terhadap-keluhan-warga</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/whatsapp-image-2026-09-25-at-164157-644e_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/09/25/hjkb-ke-216-asep-mulyadi-desak-pemkot-lebih-responsif-terhadap-keluhan-warga</guid><category>pemkot bandung</category></item><item><title>Gelar Terpujilah GURU 2026, Telkomsel Tingkatkan Kreativitas Digital Ribuan Guru dengan AI</title><description>mendampingi para pendidik belajar memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI</description><content>&lt;b&gt;RBCOM&lt;/b&gt; - Setelah mendampingi para pendidik belajar memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI, membuat konten kreatif, dan merancang pembelajaran digital, Telkomsel menutup rangkaian Terpujilah GURU 2026 dengan acara Puncak Anugerah bagi para guru peserta terbaik di Jakarta pada Rabu 23 Septwmber 2026.

Program ini membantu guru menggunakan teknologi secara bijak dan relevan agar proses belajar menjadi lebih mudah dipahami, menarik, serta relevan dengan kebutuhan siswa.

Berlangsung sejak Mei 2026, Terpujilah GURU menjangkau lebih dari 3.800 guru SMA, SMK, dan MA melalui kegiatan roadshow di Kabupaten Bogor, Sumedang, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, Ambon, Jakarta, Bandung, Medan dan Batam, serta pembelajaran daring.

Sebanyak 1.500 peserta terpilih mengikuti proses bertahap, mulai dari seleksi, akademi daring bagi 400 guru, pendampingan untuk 80 guru, hingga pelatihanintensif secara luring bagi 12 finalis terbaik di Jakarta.

Kurikulum Terpujilah GURU dirancang agar keterampilan yang dipelajari dapat langsung digunakan. Peserta mempelajari pemanfaatan AI yang berpusat pada manusia, produktivitas dan penyusunan instruksi AI, desain visual, pembuatan video, metode pembelajaran kreatif, serta pengujian digital.

Setiap peserta juga menyusun karya akhir berupa materi dan rancangan pembelajaran yang dapat diterapkan dan dikembangkan di sekolah masing-masing.

Direktur Human Capital Management Telkomsel, Indrawan, mengatakan para guru sangat siap bertransformasi, tanpa meninggalkan pembangunan kompetensi dasar anak-anak didik.

&quot;AI berkembang sangat cepat dan akan memasuki semua lini kehidupan, sehingga kita perlu bersama menguji dan mempelajari adopsi AI melalui program Terpujilah GURU ini. Dengan penerapan AI secara tepat di dunia pendidikan, kami berharap bisa melihat bangsa Indonesia mampu menyesuaikan diri dengan baik, mandiri, dan bersaing dengan bangsa lain, terutama dalam kecerdasan buatan,&quot; paparnya.

Pada penghujung program, sebanyak 12 guru terbaik mempresentasikan karya dan praktik pembelajaran yang dikembangkan selama program. Berdasarkan penilaian terhadap proses belajar, karya akhir, hingga penerapannya,

Telkomsel menetapkan enam peserta terbaik Terpujilah GURU 2026 dengan skor tertinggi:

·Sofie Mellyani F. dari SMAN 4 Surabaya

·IrviaMariza dari SMAN 15 Bandung

·Merlin Hitalessy dari SMKN 1 Ambon

·A. Arief R. dari SMKN 1 Garut

·Winda Risnawati dari SMAN 5 Pematangsiantar

·Tressya Litaay dari SMAN 38 Maluku Tengah.

Salah satu peserta terbaik Terpujilah GURU 2026, Tressya Litaay, mengatakan kehadiran AI bukan membuka banyak peluang khususnya bagi anak-anak di pedesaan.

&quot;Melalui program Telkomsel ini, kami para guru di daerah diajarkan untuk jeli memanfaatkan AI guna menciptakan media pembelajaran yang interaktif dan relevan, sehingga mereka siap menghadapi masa depan,&quot; tuturnya.

Peserta terbaik lainnya, A. Arief R., menceritakan perubahan yang ia rasakan setelah mengikuti program.

“Sebagai guru senior, saya tidak ingin tertinggal dari generasi muda yang sangat akrab dengan AI. Program ini mengubah cara saya mengajar secara drastis dari yang tadinya berpusat di papan tulis dan pasif, kini menjadi pembelajaran yang aktif, berbasis pemikiran komputasional, dan penuh tantangan kreatif yang disukai anak-anak,&quot; paparnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Guru &amp;amp; Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar &amp;amp; Menengah RI, Nunuk Suryani, mengemukakan di tengah kesibukan yang luar biasa dalam melayani peserta didik, guru-guru menyimpan semangat untuk terus belajar sepanjang hayat.

Terpujilah GURU memberikan ruang yang luas kepada guru untuk menunjukkan kompetensinya, terlebih topik yang diangkat adalah bagaimana guru memanfaatkan kecerdasan artifisial sebagai alat bantu untuk mengajar.

&quot;Kami sangat menyambut baik apa yang dilakukan oleh Telkomsel dan berharap para guru terbaik ini dapat berkontribusi lebih jauh dalam program-program yang berkaitan dengan coding dan kecerdasan artifisial,&quot; katanta.

Agar pengetahuan yang diperoleh dapat menjangkau lebih banyak guru dan siswa di berbagai daerah, para peserta terhubung dengan jejaring alumni EduCreator sebagai ruang berbagi materi, pengalaman, dan praktik pembelajaran. Informasi mengenai program dapat diakses melalui terpujilahguru.id.

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/09/24/gelar-terpujilah-guru-2026-telkomsel-tingkatkan-kreativitas-digital-ribuan-guru-dengan-ai</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/20260924-184258-0000-1f42_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/09/24/gelar-terpujilah-guru-2026-telkomsel-tingkatkan-kreativitas-digital-ribuan-guru-dengan-ai</guid><category>telkomsel</category></item><item><title>Final Sengit Campus League 2026: Tiga Laga Rubber Set, UNS Solo Raih Dua Gelar</title><description>Final Campus League 2026 Badminton berlangsung sengit. UNS Solo meraih dua gelar nasional, sementara tiga partai harus ditentukan lewat rubber set.</description><content>&lt;b&gt;RAGAM RBCOM - &lt;/b&gt;Persaingan sengit mewarnai babak final sektor individu Campus League 2026-Badminton The Nationals di GOR KONI Bandung, Rabu (23/9/2026). 

Tiga dari enam partai final harus dituntaskan melalui rubber set, sementara Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo tampil sebagai kampus dengan raihan dua gelar nasional.

Dua gelar tersebut diraih UNS Solo melalui nomor ganda putra dan ganda putri. Hasil ini sekaligus menempatkan UNS sebagai juara umum kategori individu pada gelaran nasional Campus League 2026-Badminton The Nationals.

Turnamen yang berlangsung pada 21-25 September 2026 itu diikuti 161 student-athlete dari 26 universitas. Mereka merupakan wakil kampus dari sejumlah kota, di antaranya Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Bandung, Cimahi, Jakarta, dan Depok.

Pada sektor individu, enam nomor dipertandingkan, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, ganda campuran, dan 3v3.

&lt;b&gt;UNS Dominan di Ganda Putra&lt;/b&gt;

Gelar pertama UNS datang dari nomor ganda putra. Adna Farrell Nugroho/Muhammad Khalil M. Abdullah sukses menundukkan pasangan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Demorza Naafi/Muhammad Halim As Sidiq.

Nugroho-Abdullah sempat tertinggal dua angka pada awal set pertama. Namun, pasangan UNS segera mengambil kendali dan berbalik unggul 5-2 sebelum menutup set dengan skor 15-9.

Dominasi berlanjut pada set kedua. Permainan cepat membuat Nugroho-Abdullah langsung meninggalkan lawan dengan skor 9-2. Mereka akhirnya memastikan gelar nasional setelah merebut set kedua dengan skor 15-6.

&lt;b&gt;Drama Ketat di Ganda Putri&lt;/b&gt;

Final paling ketat terjadi pada nomor ganda putri. Pasangan UNS, Lintang Ari Rahmawati/Tanaya Yafiyah Darojat, berhadapan dengan unggulan pertama dari Binus University, Feodora H. Eltriannisa/Veren Irvana Daula.

Set pertama berlangsung ketat sejak awal. Kedua pasangan tercatat 11 kali berada dalam posisi skor sama, mulai 1-1 hingga 5-5.

Binus sempat menjauh 7-5, tetapi UNS segera menyamakan kedudukan menjadi 7-7. Kejar-mengejar angka terus terjadi hingga 12-12 sebelum Binus mampu menutup set pertama dengan keunggulan 15-12.

UNS bangkit pada set kedua. Setelah kembali terlibat dalam skor ketat pada awal permainan, Lintang-Tanaya mulai menjauh dan akhirnya merebut set kedua 15-9.

Rubber set pun tak terhindarkan.
Pada set penentuan, kedua pasangan kembali terlibat kejar-mengejar angka. Binus sempat berada di depan, tetapi setelah skor 5-5, pasangan UNS perlahan mengambil kendali hingga akhirnya menang 15-13.

Lintang mengakui ketegangan sempat memengaruhi permainannya pada set pertama.

“Tipe permainan Binus beda dengan kami. Kalau kami lebih banyak main loop dan chop. Binus kebanyakan pakai teknik menyerang. Saya sempat kurang siap dan tidak percaya diri dengan kualitas pertahanan kami.” ujarnya.

Menurut Tanaya, menjaga motivasi serta komunikasi dengan pasangan menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan tersebut.

“Saya senang bisa membawa nama UNS ke tingkat nasional.” inbuhnya.

&lt;img src=&quot;https://republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/1000134191-f039_mid.jpg&quot;&gt;

&lt;b&gt;Gelar Tunggal Putri Milik UII&lt;/b&gt;

Sementara itu, gelar tunggal putri menjadi milik Universitas Islam Indonesia (UII). Alfira Deanika tampil meyakinkan saat menghadapi unggulan kedua dari Universitas Padjadjaran, Maria Veronica Ngadien Prawesti.

Deanika mengakhiri pertandingan dalam dua set langsung, 15-9 dan 15-6, untuk mengamankan podium tertinggi.

Partai ganda campuran mempertemukan dua wakil perguruan tinggi asal Jakarta. Khaddhaffy A. Ramadhan/Alya Ardelia dari Universitas Budi Luhur menghadapi Muhammad Halim As Sidiq/Citra Murdiningrum Surono dari Universitas Negeri Jakarta.

Pertandingan berlangsung dalam tiga set. Ramadhan-Ardelia sempat kehilangan set pertama 15-17, tetapi mampu bangkit dan merebut dua set berikutnya dengan skor 15-8 dan 15-9.

Drama tiga set juga terjadi di final tunggal putra. Akmal Zaidan Pamuji dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto harus melewati pertandingan ketat melawan Muhammad Bagus Suyarto dari Universitas Budi Luhur Jakarta.

Pamuji merebut set pertama, tetapi Suyarto membalas pada set kedua. Pertandingan pun harus ditentukan melalui rubber set.

Pada set penentuan, Pamuji kembali menemukan permainan terbaiknya dan mengunci gelar setelah menang 15-10, 11-15, 15-13.

Pamuji mengakui dirinya kehilangan fokus pada set kedua. Namun, arahan pelatih membantunya mengubah strategi pada set penentuan.

“Set kedua, saya akui terlalu santai akhirnya jadi ragu sendiri. Cuma di set ketiga saya diingatkan coach Gery, untuk lebih fokus pada medan depan karena shuttlecock dari lawan sangat kencang. Jadi pertahanan depan harus dijaga.” terangnya.

Dari pertandingan tersebut, Pamuji mengaku mendapat pelajaran mengenai pentingnya membaca permainan lawan, menjaga daya tahan, dan menyusun strategi selama pertandingan.

Pelatih Pamuji, Eranio Gery Sudiro, menilai Campus League bukan sekadar ajang perebutan gelar, tetapi juga menjadi ruang bagi student-athlete untuk mendapatkan pengalaman bertanding.

“Campus League adalah yang terbaik. Ada banyak manfaat dari turnamen ini. Pertama, eksposur luar biasa. Kalau ada yang positif seperti ini, prestasi di bidang olahraga, jadi viral. Kedua, para student-athlete makin terlecut semangatnya dalam berlatih dan memahami pentingnya berkompetisi di level regional juga nasional.” kata Eranio.

&lt;img src=&quot;https://republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/1000134226-0cb4_mid.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;

&lt;b&gt;Trio STKIP Pasundan Kuasai 3v3&lt;/b&gt;

Sementara itu, pertandingan final nomor 3v3 mempertemukan STKIP Pasundan Cimahi dengan Universitas Gunadarma. Trio Rangga Arda Rheta/Agnia Sri Rahayu/Deandra Ikhsan Gunawan dari STKIP Pasundan tampil dominan ketika menghadapi Muhammad Irsya Mubarok/Alya Zafira/Ardha Tanu Widarma dari Universitas Gunadarma.

Wakil Cimahi tersebut mengamankan gelar dalam dua set langsung, 15-7 dan 15-8.
Tiga Final Berakhir Rubber Set
Head of Media and Publication Campus League, Hedi Novianto, menyebut tiga dari enam pertandingan final yang berlangsung melalui rubber set menjadi gambaran ketatnya persaingan di The Nationals.

Menurut Hedi, sebagian student-athlete yang tampil di fase nasional sudah memiliki pengalaman bertanding di level sirkuit nasional sehingga perbedaan kekuatan antarpemain relatif tipis.

“Persaingannya sengit. Sebagian student-athlete yang tampil di The Nationals sudah terbiasa tampil di sirnas (sirkuit nasional). Peta kekuatan mereka tidak beda jauh, makanya terjadi banyak rubber-set.” ujarnya.

Hedi mengatakan Campus League Badminton juga diarahkan sebagai wadah untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit pebulutangkis dari kalangan mahasiswa.

Setelah menggelar kompetisi regional di Semarang dan Bandung pada 2026, penyelenggara membuka peluang memperluas cakupan regional pada musim berikutnya.

“Kami merencanakan empat regional untuk Campus League Badminton tahun depan. Kami selalu di awal merencanakan lebih dari tiga atau empat regional di Pulau Jawa. Kemungkinan, tahun depan di Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Kami mesti meriset ulang apakah Yogyakarta dan Semarang bisa disatukan atau terpisah,” kata Hedi.

Sebelumnya, Campus League Badminton 2026 menggelar fase regional di Semarang dan Bandung dengan mempertandingkan kategori individu, beregu, dan 3v3.

Di Semarang, kompetisi berlangsung pada 26-29 Agustus 2026 di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro, dan diikuti 149 student-athlete dari 17 kampus.

Sementara fase regional Bandung berlangsung di GOR KONI Bandung pada 15-18 September 2026. Sekitar 150 student-athlete dari 23 kampus di Bandung dan sekitarnya ambil bagian dalam persaingan menuju The Nationals.

Rangkaian kompetisi tersebut kemudian bermuara pada Campus League 2026-Badminton The Nationals di Bandung yang mempertemukan para student-athlete terbaik dari berbagai wilayah.

Dengan tiga final yang berakhir melalui rubber set, babak puncak The Nationals menunjukkan ketatnya persaingan antarkampus sekaligus memberikan panggung bagi para student-athlete untuk menguji kemampuan mereka di level nasional.***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/09/23/final-sengit-campus-league-2026-tiga-laga-rubber-set-uns-solo-raih-dua-gelar</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/img-20260923-114159-8912_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/09/23/final-sengit-campus-league-2026-tiga-laga-rubber-set-uns-solo-raih-dua-gelar</guid><category>Campus League Bandung 2026</category><category>Campus League Badminton</category></item><item><title>Juara Campus League Badminton Regional Bandung, BINUS Langsung Tatap  The Nationals</title><description>RB.COM Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jakarta keluar sebagai kampiun Campus League Badminton Regional Bandung kategori beregu. Pada babak final yang berlangsung di GO</description><content>&lt;b&gt;RB.COM,-&lt;/b&gt; Universitas Bina Nusantara (BINUS)  Jakarta, keluar sebagai kampiun Campus League Badminton Regional Bandung kategori beregu. Pada babak final yang berlangsung di GOR KONI Bandung, Jln.Jakarta Bandung, Jumat (18/09/2026) Binus menjadi juara setelah mengalahkan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan skor 2-1 (45-55, 55-44,55-53). Sementara Universitas Budi Luhur Jakarta menempati peringkat tiga usai menang atas Universitas Gunadarma Depok yang juga menjalani rubber set, 55-44, 46-55, 55-38.


CEO Campus League, Ryan Gozali menyambut hangat keseruan Campus League Badminton Regional Bandung kemudian memprediksi The Nationals yang diselenggarakan pekan depan, 21 hingga 25 September 2026 di tempat yang sama, akan jauh lebih sengit. 

&quot;Persiapan untuk The Nationals sudah matang. Performa para student-athlete di tingkat regional bagus semua. Bandung menarik karena di kategori individu juaranya beragam tak hanya dari Bandung, sementara kategori beregu justru tidak ada perwakilan Bandung yang menjadi semifinalis. Kita lihat saja keseruan The Nationals seperti apa, saya yakin coach dan student-athlete mulai berstrategi karena sudah melihat lawan-lawan mereka nanti seperti apa,&quot;ujar Ryan kepada awak media dalam sesi jumpa pers.

Ryan menjelaskan, Campus League akan jadi turnamen tahunan. Ke depan, Campus League akan merangkul lebih banyak kampus di berbagai wilayah di Pulau Jawa. Bersama Campus League, budaya bulutangkis di kalangan mahasiswa mulai dibentuk.
 
&quot;Karena ini Campus League tahun pertama, ini fase pembentukan (budaya bulutangkis) dan kompetisi student-athlete. Saya percaya, jika konsisten menjalankan, kampus-kampus akan lebih aware dan tahun depan lebih banyak peserta. Kami sudah berjalan di Semarang dan Bandung. Mungkin, tahun depan bisa merangkul Jakarta, Surabaya, dan kota lainnya,&quot; tambahnya. 

Sekertaris Jenderal PB PBSI, Ricky Subagja yang hadir dan menyaksikan langsung laga final beregu Campus League Badminton Regional Bandung mengagumi performa student athlete yang diperlihatkan para setiap pemain. Melihat semangat dan perjuangan para mahasiswa saat bertanding di GOR KONI Bandung pun membangkitkan kenangan indah saat dirinya masih menjadi atlet bulutangkis. 

&quot;Yang pertama, GOR Bandung tempat bersejarah karena saat muda saya juga berlatih badminton di sini. Kedua, beberapa match saya menonton. Luar biasa performa para student-athlete. Mereka memanfaatkan kesempatan ini. Jatuh bangun di lapangan, semangat, dan motivasi mereka tinggi. Poin 55, kekompakan tim kampus terlihat, ini sangat baik untuk student-athlete menunjukkan skill terbaik mereka,&quot; katanya.

Disebutkan Ricky, PB PBSI mendukung adanya Campus League Badminton karena lewat ajang ini mahasiswa bisa menunjukkan kemampuannya. Pihaknya, lanjut Ricky, turut mendukung rencana jangka panjang Campus League sebagai turnamen tahunan. 

Menurutnya, ajang ini bisa menjadi wadah untuk menyemai bibit-bibit atlet bulutangkis Indonesia di masa mendatang. Hal tersebut dimulai dari kiprah para student-athlete dalam adu tanding sembari mempertinggi jam terbang di lapangan. 

&quot;Dengan adanya Campus League, pertama, turnamen ini akan jadi ajang yang ditunggu-tunggu. Kedua, persiapan para student-athlete ke depan akan makin baik dengan latihan intens. Campus League adalah wadah mereka untuk berkembang,” urai Ricky lalu menyorot perjuangan panjang para student-athlete demi menggenggam gelar juara liga kampus.

&lt;img src=&quot;https://republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/whatsapp-image-2026-09-18-at-230111-1bd7_mid.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;

Di babak final kategori beregu, drama tiga babak dimulai dengan nomor tunggal putri. Aura Ihza Aulia (BINUS) kalah telak meladeni Laili Dwiyanti Nur Rohmah (UNJ) dengan skor akhir 4-11. Lalu, gim pertama berakhir dengan kemenangan UNJ, 55-45. Memasuki gim kedua, Aulia membalik keadaan. Rohmah dipaksa menyerah dengan skor ketat 11-10. Ini memotivasi rekan-rekan Aulia hingga berakhir dengan nilai 55-44 untuk kemenangan BINUS. Genta pertarungan makin nyaring di gim ketiga, dengan diwarnai aksi saling menyamakan kedudukan berkali-kali di tiap pertandingan. 

Pada gim pamungkas, Rohmah melancarkan perlawanan sengit dan menyamakan skor dari 8-8, 9-9, 10-10, hingga akhirnya Aulia menang tipis 11-10. Menyusul kemudian, tunggal putra BINUS, Jovan Sammy Sukardi menjamu Ray Mutaqqin. Skor sama terjadi berkali-kali dari 12-12, 13-13, 14-14, 15-15. Ray sekali lagi “membersamai” Jovan dengan 20-20, lalu mengakui gemilang performa rival setelah kalah 20-22. Jovan keluar lapangan dengan senyum lebar. 

Sejurus kemudian, genderang duel tunggal putra ditabuh. Steven Setiawan/Jonathan Sutanto (BINUS) meladeni Demorza Naafi/Ray Mutaqqin (UNJ). Tiga kali terjadi skor setara yakni 24-24, 31-31, 32-32, kubu BINUS mengakhiri duel dengan nilai akhir 33-32. 

Habis-habisan kata yang pas untuk menggambarkan partai keempat, yang mempertemukan ganda campuran Jonathan Sutanto/Veren Irvana Daula (BINUS) dan utusan UNJ, Demorza Naafi/Citra M. Surono. Tujuh kali UNJ menyamai skor BINUS dari 33 sampai 38. 

Di menit-menit akhir, tim UNJ makin intens melawan hingga skor bisa sama 43-43. BINUS lalu menutup babak ini dengan kemenangan yang lagi-lagi tipis, 44-43. Pada partai terakhir, reli-reli panjang mewarnai pertandingan ganda putri, Feodora Hisanah/Veren Irvana Daula (BINUS) menghadapi Antonia H Haganingrum/Citra M. Surono (UNJ). Sempat membayangi Feodora/Veren dengan poin kembar 48-48, 49-49, lalu 50-50, perlahan duta ganda putri UNJ tertinggal. Permainan berakhir dengan poin akhir 55-53 untuk kejayaan BINUS.

Pelatih BINUS, Haryadi Abu, mengaku bersyukur dengan keberhasilan anak asuhnya itu, mengingat target awal mereka hanya lolos ke The Nationals. Haryadi mengatakan dikompetisi beregu yang menerapkan poin 55 dengan 11 skor di tiap pertandingan membuat pemainnya harus menghadapi sejumlah tantangan. Durasi tiap partai lebih ringkas membuatnya harus matang dalam berstrategi menata konfigurasi pemain.

&quot;Lebih pendek dan instan. Strategi kami, yang pasti setelah selesai bertanding, langsung recovery. Istirahat cukup, makan cukup, dan dijaga. Tantangan lain, dengan skor atau poin 11 adalah kontinuitas. Untungnya, pemain bisa diganti. Tantangan berikutnya, jaga semangat di The Nationals,&quot; Haryadi memaparkan. 

Senada dengan pelatih, Kapten Tim BINUS, Jonathan Sutanto menggarisbawahi timnya sejak awal siap untuk pertandingan poin 55. &quot;Jelas lelah, tapi melihat dari sisi terang, durasi tandingnya lebih pendek jika dibandingkan dengan kompetisi per partai. Karena turun untuk sektor ganda putra dan ganda campuran, tugas terbesar saya menjaga stamina serta fokus selama bertanding,&quot; ucap Jonathan.

&lt;img src=&quot;https://republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/whatsapp-image-2026-09-18-at-230040-845a_mid.jpg&quot;&gt;


Para pemenang Regional Bandung dan Semarang siap berlaga di Campus League Badminton The Nationals yang akan diselenggarakan di GOR KONI Bandung Jawa Barat, mulai 21 sampai 25 September 2026. Untuk kategori individu, masing-masing delapan pemain / pasangan / triple terbaik yang melaju ke The Nationals. Sementara kategori beregu, empat tim semifinalis yang akan berlaga. 

Dari Regional Bandung, keempat tim tersebut adalah Universitas Bina Nusantara Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Budi Luhur Jakarta, dan Universitas Gunadarma. Sementara perwakilan Semarang ialah Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai juara, diikuti oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Daftar Juara Campus League Badminton Regional Bandung - Kategori Beregu
Winner		: Universitas Bina Nusantara Jakarta
Runner-up	: Universitas Negeri Jakarta 
3rd Place	: Universitas Budi Luhur Jakarta

Daftar Juara Campus League Badminton Regional Bandung - Kategori Individu

Tunggal Putra
Winner		: Nopriansyah Adi Gunawan - Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bekasi
Runner-up	: Muhammad Bagus Suyarto - Universitas Budi Luhur Jakarta
3rd Place	: Triyugo Frediqke Sunandar Hidayat - Universitas Trisakti Jakarta

Tunggal Putri
Winner		: Maria Veronica Ngadien Prawesti - Universitas Padjadjaran
Runner-up	: Alya Zafira - Universitas Gunadarma
3rd Place	: Novia Nurzaharani - Universitas Komputer Indonesia

Ganda Putra
Winner		: Fajar Putra Setiawan/Ridho Ma’sum Firdaus - Universitas Komputer Indonesia
Runner-up	: Gilang Pramunantio/Miftah Ilman Khatami - Universitas Trisakti Jakarta
3rd Place	: Agagis/Hegi Argian Ginanjar - Universitas Pendidikan Indonesia

Ganda Putri
Winner		: Alya Ardelia/Shofi Aprilia Argyanti - Universitas Budi Luhur Jakarta
Runner-up	: Aura Zalfa Syafiya/Shafa Alya Ramadhani - Universitas Gunadarma Depok
3rd Place	: Citra Murdiningrum Surono/Antonia Hasna Haganingrum - Universitas Negeri Jakarta

Ganda Campuran
Winner		: Muhammad Halim As Sidiq/Citra Murdiningrum Surono - Universitas Negeri Jakarta
Runner-up	: Khaddhaffy Allrhenandhy/Alya Ardelia - Universitas Budi Luhur
3rd Place	: Deandra Ikhsan Gunawan/Agnia Sri Rahayu - STKIP Pasundan

3v3
Winner		: Agnia Sri Rahayu/Rangga Arda Rheta/Deandra Ikhsan Gunawan - STKIP Pasundan Cimahi
Runner-up	: Alya Zafira/Muhammad Irsya Mubarok/Ardha Tanu Widarma - Universitas Gunadarma
3rd Place	: Zacki Arbiansyah Supriatna/Magfira Kusumalani/Abdul Rafi Ats Tsaqif - Universitas Pendidikan Indonesia

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/09/18/juara-campus-league-badminton-regional-bandung-binus-langsung-tatap-the-nationals</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/whatsapp-image-2026-09-18-at-230136-5305_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/09/18/juara-campus-league-badminton-regional-bandung-binus-langsung-tatap-the-nationals</guid><category>Campus League Bandung 2026</category><category>Campus League Badminton</category></item><item><title>23 Kampus Adu Kekuatan di Campus League Badminton Bandung, Ada Format yang Bikin Berbeda</title><description>Campus League Badminton Regional Bandung diikuti 23 kampus. Turnamen menghadirkan format 3v3, sistem 15 poin, dan persaingan student-athlete.</description><content>&lt;b&gt;RAGAM RBCOM - &lt;/b&gt;Campus League (CL) Badminton Regional Bandung menghadirkan persaingan yang cukup semarak dengan melibatkan 23 perguruan tinggi. Peserta tidak hanya berasal dari Bandung dan Cimahi, tetapi juga datang dari Jakarta, Bogor, hingga Depok.

Jumlah tersebut membuat penyelenggaraan di Bandung memiliki peserta lebih banyak dibandingkan edisi sebelumnya di Semarang yang diikuti 17 perguruan tinggi.

Para student-athlete kemudian bersaing dalam enam nomor pada kategori individu, yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, ganda campuran, dan 3v3.

Head of Competition Campus League, Dave Leopold, mengapresiasi tingginya partisipasi pada Regional Bandung. Menurutnya, sambutan tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kompetisi badminton mahasiswa.

&quot;Bandung memang selalu menjadi barometer, termasuk dalam penyelenggaraan Campus League Badminton Regional Bandung ini. Kenapa begitu, karena banyak mahasiswa Bandung yang setelah lulus memilih mengajar atau melatih pemain diluar negeri,&quot; ungkapnya.

&lt;img src=&quot;https://republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/cl2-b19e_mid.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;

Selain persaingan antarmahasiswa, Campus League Badminton juga mencoba menghadirkan pendekatan berbeda dalam kompetisi. Salah satunya melalui nomor 3v3 yang diadaptasi dari pola latihan atlet profesional.

Ada Format 3v3

Dave menjelaskan, nomor tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan variasi pertandingan. Format 3v3 juga menjadi ruang bagi student-athlete yang masih membangun kepercayaan diri untuk tetap merasakan atmosfer kompetisi.

&quot;Tujuan dipilihnya format 3v3 yaitu untuk mendorong para student-athlete yang belum percaya diri atas kemampuan mereka, tapi ingin tetap bertanding dan Ganda Campuran,&quot; ujar Dave .

Selain format 3v3, sistem perolehan angka juga menjadi pembeda. Pertandingan menggunakan batas 15 poin. Dave menyebut penggunaan sistem tersebut telah memperoleh persetujuan dari Persatuan Bulutangkis Indonesia (PBSI) untuk kepentingan sosialisasi.

Penerapan sistem tersebut dinilai memberikan karakter berbeda pada jalannya pertandingan. Durasi laga menjadi lebih singkat sehingga pemain dituntut untuk lebih cepat beradaptasi dengan situasi pertandingan.

&quot;Yang saya lihat, secara pertandingan jadi lebih cepat, seru, dan menarik. Kami telah bertanya ke sejumlah student-athlete. Mereka mengaku lebih suka poin 15 sebagai pemanasan untuk menjadi atlet profesional,&quot; imbuhnya.

Setelah kategori individu yang berlangsung pada 15 dan 16 September rampung, turnamen berlanjut ke kategori beregu pada 17 dan 18 September.

Pada kategori beregu, perhatian juga tertuju pada sistem 55 poin kumulatif yang diterapkan dalam kompetisi. Format tersebut membuat komposisi pemain dan strategi pelatih menjadi bagian penting dalam menentukan hasil akhir pertandingan.

“Ini lebih menarik karena menang di set pertama dan kedua, tidak menjamin sebuah tim bisa unggul sampai akhir. Itu tergantung strategi pelatih dalam menempatkan pemain penentu. Kami juga ingin para pemain, perangkat pertandingan, dan yang terlibat turnamen ini lebih familier. Makin terbiasa tentu akan makin baik,” tegasnya.

&lt;img src=&quot;https://republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/cl5-bad1_mid.jpg&quot;&gt;

&lt;b&gt;STKIP Pasundan Juara 3v3&lt;/b&gt;

Sementara itu, salah satu gelar juara telah diraih STKIP Pasundan Cimahi melalui nomor 3v3. Agnia Sri Rahayu, Rangga Arda Rheta, dan Deandra Ikhsan Gunawan menjadi trio yang membawa tim tersebut keluar sebagai pemenang.

Pada partai penentuan, mereka mengalahkan trio Universitas Gunadarma yang diperkuat Alya Zafira, Muhammad Irsya Mubarok, dan Ardha Tanu Widarma. STKIP Pasundan Cimahi menang dua gim langsung dengan skor 15-10 dan 15-5.

Rangga mengungkapkan bahwa bermain dalam format tiga pemain menghadirkan tantangan tersendiri. Perbedaan pemikiran antarpemain membuat komunikasi menjadi aspek yang harus terus dijaga selama pertandingan.

&quot;Dari pertandingan 3vs3 ini kendalanya adalah komunikasi. Menyatakan tiga kepala itu tidak mudah, makanya kita berpikir harus ada yang bisa memimpin. Dan pilihannya jatuh kepada Agnia,&quot; sebutnya.

Agnia juga mengakui pentingnya membaca permainan lawan sejak awal pertandingan. Menurutnya, tim harus mengetahui titik lemah lawan sekaligus menutup kekurangan masing-masing.

“Di babak awal, kami membaca peta kekuatan lawan. Kami mengincar yang lemah, pastinya. Sementara kami bertiga harus lebih pintar menutupi kelemahan satu sama lain,” ucapnya.

Rangga menilai kekuatan Universitas Gunadarma cukup menyulitkan. Namun, ia menyebut karakter permainan timnya menjadi salah satu faktor yang mampu memberikan keuntungan.

“Kami melihat Tim Gunadarma kuat. Cuma ada teknik permainan kami yang mereka mungkin kurang suka. Misalnya, main satu-satu atau individual,” ulas Rangga. Senada dengan Rangga, Deandra.

&lt;img src=&quot;https://republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/cl3-3a9e_mid.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;
&lt;b&gt;
Maria Menangi Tunggal Putri&lt;/b&gt;

Pada sektor tunggal putri, Maria Veronica Ngadien Prawesti dari Universitas Padjadjaran berhasil mengatasi Alya Zahira dari Universitas Gunadarma.

Pertandingan berlangsung ketat, terutama pada gim kedua. Alya beberapa kali mampu menyamakan kedudukan, mulai 2-2, 4-4, hingga 6-6. Setelah itu, perolehan angka kembali berlangsung tipis dengan skor 9-10, 10-11, dan 12-13.

Maria akhirnya mampu mempertahankan keunggulannya. Seusai pertandingan, unggulan kedua tersebut mengakui bahwa gim kedua menjadi bagian paling menegangkan.

“Babak kedua lebih struggling karena serangan saya banyak mati sendiri. Tegang juga sehingga kejar-kejaran skor dengan Alya Zafira terasa lebih ketat,” akunya.

Bagi Maria, Campus League juga memberikan ruang bagi student-athlete untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan peserta dari berbagai daerah.

“Bagus, Campus League Badminton bisa menjadi wadah bagi student-athlete di berbagai kota di Indonesia untuk menunjukkan bakat mereka,” cetusnya.

Sektor tunggal putra juga melahirkan juara melalui Nopriansyah Adi Gunawan dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bekasi.

Langkah Nopriansyah menuju final dimulai dengan kemenangan atas unggulan empat Triyugo Frediqke Sunandar Hidayat dari Universitas Trisakti Jakarta pada semifinal. Ia menang dengan skor 15-12 dan 15-9.

Di final, Nopriansyah kembali meraih kemenangan. Unggulan tiga Muhammad Bagus Suyarto dari Universitas Budi Luhur Jakarta ditundukkannya dengan skor 15-12 dan 16-14.

&lt;img src=&quot;https://republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/cl4-761d_mid.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;

&lt;b&gt;Daftar Juara Lengkap&lt;/b&gt;

Pada ganda putra, Fajar Putra Setiawan/Ridho Ma’sum Firdaus dari Universitas Komputer Indonesia berhasil mengalahkan Gilang Pramunantio/Miftah Ilman Khatami dari Universitas Trisakti Jakarta. Laga berakhir 15-10 dan 17-15 untuk kemenangan Fajar/Ridho.

Gelar ganda putri menjadi milik Alya Ardelia/Shofi Aprilia Argyanti dari Universitas Budi Luhur Jakarta. Mereka mengalahkan Shafa Alya Ramadhani/Aura Zalfa Syafiya dengan skor 15-13 dan 15-10.

Sementara itu, sektor ganda campuran dimenangi Muhammad Halim As Sidiq/Citra Murdiningrum Surono dari Universitas Negeri Jakarta. Mereka menundukkan Khaddhaffy Allrhenandhy/Alya Ardelia dari Universitas Budi Luhur Jakarta dengan skor 15-13 dan 15-10.

Campus League Badminton Regional Bandung kemudian memasuki kategori beregu pada 17 dan 18 September dengan membawa format pertandingan serta sistem skor yang berbeda dari kategori individu.***

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/09/16/23-kampus-adu-kekuatan-di-campus-league-badminton-bandung-ada-format-yang-bikin-berbeda</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/cl1-7201_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/09/16/23-kampus-adu-kekuatan-di-campus-league-badminton-bandung-ada-format-yang-bikin-berbeda</guid></item><item><title>Bandung Jadi Lautan Motor Gede, Jambore Royal Enfield Hadir dengan Agenda Istimewa</title><description>Jambore Royal Enfield 2026 di Bandung diikuti 400 riders. Selain touring, acara dimeriahkan Koil dan deklarasi Bandung Kondusif.</description><content>&lt;b&gt;RBCOM - &lt;/b&gt;Kota Bandung menjadi titik temu ratusan pencinta roda dua dalam gelaran The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026 - Wingday yang berlangsung pada 11-12 September 2026. 

&lt;img src=&quot;https://republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/bold-riders-eabb_mid.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;

Sebanyak 400 peserta dari berbagai komunitas turut ambil bagian dalam kegiatan yang dipusatkan di Laswi Heritage.

Agenda yang digagas REBORN Indonesia tersebut tidak hanya mempertemukan pengguna Royal Enfield. Sejumlah komunitas otomotif lainnya, terutama dari kalangan pecinta motor dual purpose, ikut meramaikan rangkaian kegiatan.

Keterlibatan Bold Riders dalam acara tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dan memperkuat hubungan antarkomunitas roda dua di Indonesia. 

Semangat yang diusung adalah Spirit of Brotherhood, dengan menjadikan kegiatan otomotif sebagai ruang untuk bertemu, bertukar pengalaman, sekaligus mempererat persaudaraan.

Brand Communication Bold Riders, Lintang Kinasih, menyampaikan kegembiraannya dapat kembali bertemu dengan berbagai komunitas otomotif dalam kegiatan tersebut.

&quot;Lewat kegiatan ini kita kita ingin lebih dekat dengan temen-teman komunitas sekaligus mempererat lagi spirit of brotherhood yang selama ini sudah kita bangun bersama teman-teman komunitas dan bisa berkenalan satu sama lain, bisa cerita dan makin akrab&quot; ujar Lintang kepada wartawan.

Beragam agenda kemudian disiapkan untuk peserta, mulai dari touring, safety riding, hingga aktivitas otomotif lainnya. Kehadiran sejumlah kegiatan tersebut membuat Jambore Royal Enfield 2026 tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta.

&lt;img src=&quot;https://republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/royal6-fe43_mid.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;

&quot;Kegiatannya banyak macam-macam. Ada safety riding, kontes otomotif digital. Dan kita juga mengajak riders untuk touring,&quot; sebutnya.

Salah satu agenda utama adalah touring yang membawa para riders melintasi sejumlah wilayah di Jawa Barat. Rute perjalanan mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Sumedang, Subang, dan Kabupaten Bandung Barat sebelum rombongan kembali ke Bandung.

Perjalanan tersebut menggunakan dua jalur dengan checkpoint dan destinasi yang berbeda. Pada hari pertama, peserta dilepas dari Makodam Siliwangi menuju checkpoint di Sumedang dan kemudian melanjutkan perjalanan hingga Subang.

Chief REBORN Indonesia, Acep Rajaoutbound, mengapresiasi keterlibatan Bold Riders dalam rangkaian perjalanan tersebut.

&quot;Dari REBORN kita mengucapkan terima kasih kepada Bold Riders yang sudah berkolaborasi di acara Indonesia Royal Enfield Jambore 2 ini. Mulai dari pertama kita pelepasan di Kodal, kemudia checkpoin 1 di Sumedang, kemudian checkpoin 2 di Subang. Bold Riders selalu hadir menemani kita ya di checkpoin,&quot; ujar Acep.

Pada hari kedua, perjalanan kembali dilanjutkan dari Subang hingga garis finis di Laswi Heritage, Bandung. Rangkaian touring tersebut sekaligus menjadi sarana untuk membangun interaksi yang lebih erat antarpeserta dari berbagai komunitas.

Selain aktivitas berkendara, pertemuan para komunitas juga dimanfaatkan untuk menyampaikan komitmen bersama melalui deklarasi Bandung Kondusif. Ketua Pelaksana Indonesia Royal Enfield Jambore 2, Deni Minuz, mengatakan deklarasi tersebut menjadi ajakan agar komunitas ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan Kota Bandung.

&quot;Tujuan diadakan deklarasi Bandung Kondusif ini kita ingin bersama komunitas bersama-sama bersinergi membangun Kota Bandung, enggak sendiri-sendiri. Jadi kita ngajakin klub, komunitas biar sama-sama bangun Kota Bandung, menjaga ketertiban, menjaga safety riding berlalu lintas. Dan inyinnya ke depannya juga Kota Bandung ini lebih kondusif dengan bersinergi menjaga Kota Bandung,&quot; bebernya.

&lt;img src=&quot;https://republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/whatsapp-image-2026-09-13-at-102327-1c8f_mid.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;



Menurut Deni, deklarasi tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Para komunitas dinilai memiliki semangat yang sama untuk ikut menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan suasana yang kondusif di Kota Bandung.

Puncak kegiatan pada Sabtu, 12 September 2026, digelar di Laswi Heritage dengan sejumlah aktivitas yang dapat diikuti para peserta. Di antaranya safety riding, fasilitas test ride, serta sumo challenge khusus komunitas atau klub.

Suasana semakin meriah dengan penampilan musik yang dipandu MC Eddi Brokoli dan Diva Lova. Sejumlah band turut tampil, mulai dari Time Bomb, Uborn, hingga Koil sebagai guest star utama, sebelum rangkaian acara ditutup dengan penampilan Kabut Salju.

Perhelatan tahun ini juga memiliki makna khusus karena sekaligus menjadi bagian dari perayaan satu dekade Royal Enfield dan REBORN Indonesia.

Tak hanya hiburan dan aktivitas komunitas, panitia turut menyiapkan hadiah bagi peserta. Satu unit sepeda motor Royal Enfield menjadi grand prize yang diundi pada penghujung acara sebagai bentuk apresiasi bagi seluruh peserta The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026, Wingday.***



&lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/0IDDIvk_Kcw?si=93MysWp3hxuJ2GlA&quot; title=&quot;YouTube video player&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&quot; referrerpolicy=&quot;strict-origin-when-cross-origin&quot; allowfullscreen=&quot;&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/09/13/bandung-jadi-lautan-motor-gede-jambore-royal-enfield-hadir-dengan-agenda-istimewa</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/deklarasi-12b1_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/09/13/bandung-jadi-lautan-motor-gede-jambore-royal-enfield-hadir-dengan-agenda-istimewa</guid><category>Royal Enfield</category><category>Jambore Royal Enfield</category><category>Royal Enfield Bandung</category><category>Touring motor</category><category>Bold Riders</category></item><item><title>Dorong Kreativitas Warga dan Generasi Muda, Telkomsel Hadirkan Kampung Telkomsel dan Pesta Jawara</title><description>Kampung Telkomsel dan Pesta Jawara sebagai ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk berkumpul, beraktivitas, serta mengembangkan kreativitas</description><content>&lt;b&gt;RBCOM - &lt;/b&gt;Telkomsel Area Jabotabek Jabar menghadirkan Kampung Telkomsel dan Pesta Jawara sebagai ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk berkumpul, beraktivitas, serta mengembangkan kreativitas.

Melalui kedua program ini, Telkomsel ingin menghadirkan manfaat yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk terus Melayani Sepenuh Hati. Peluncuran Kampung Telkomsel dan Pesta Jawara dilakukan di Telkomsel Smart Office (TSO) BSD pada 10 September 2026.

Kampung Telkomsel hadir sebagai wadah bagi masyarakat untuk berkumpul dan mengikuti berbagai kegiatan yang mempererat kebersamaan antar warga.

Beragam aktivitas digelar, mulai dari senam bersama, olahraga warga, edukasi dan layanan digital, hingga program apresiasi untuk masyarakat setempat. Melalui program ini, Telkomsel tidak hanya ingin lebih dekat dengan pelanggan, tetapi juga membantu masyarakat memanfaatkan layanan digital yang dapat mendukung aktivitas sehari-hari mereka.

Pesta Jawara sebagai ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka. Program yang berkolaborasi dengan Musica Studios ini akan hadir di berbagai sekolah dan institusi pendidikan melalui kegiatan pentas seni yang melibatkan para pelajar.

Melalui Pesta Jawara, siswa dapat menampilkan kemampuan mereka di bidang musik, tari, maupun seni pertunjukan lainnya. Mereka juga berkesempatan menikmati hiburan dari musisi nasional yang hadir dalam rangkaian acara. 

Selain menikmati rangkaian acara, para siswa dapat mengikuti Pesta Jawara On Cam Competition dengan mengabadikan momen kegiatan dan berkesempatan meraih berbagai hadiah menarik.

Untuk mendukung kebutuhan digital generasi muda, Telkomsel juga menghadirkan dukungan konektivitas melalui produk by.U dan SIMPATI, sehingga para siswa dapat tetap terhubung bereksplorasi, dan tetap produktif dalam berbagai aktivitas digital. 

Vice President Consumer Business Area Jabotabek Jabar Telkomsel, Tuty R. Afriza, mengatakan melalui Kampung Telkomsel dan Pesta Jawara, pihaknya ingin menghadirkan manfaat yang lebih dari sekadar layanan konektivitas.

&quot;Kami ingin menciptakan ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, berinteraksi, dan tumbuh bersama, sekaligus memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas dan mengembangkan potensi mereka. Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Telkomsel Jabotabek Jabar akan terus menghadirkan program yang relevan dan memberikan manfaat nyata bagi pelanggan serta masyarakat,” paparnya.

Hingga saat ini, Kampung Telkomsel telah hadir di 121 titik di wilayah Jabotabek Jabar, menjadi ruang kebersamaan bagi ribuan warga untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan positif.

Sementara itu, Pesta Jawara telah memeriahkan 18 pentas seni (pensi) sekolah, menghadirkan wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menikmati pengalaman hiburan yang inspiratif.

Kepala Sekolah SMAN 1 Caringin, Musherdi Sigit Iswanto menyampaikan di era digital, internet menjadi kebutuhan penting bagi siswa dan guru untuk mendukung proses belajar, baik sebagai sumber informasi maupun inspirasi.

&quot;Melalui program Pesta Jawara Telkomsel, siswa sangat antusias karena tidak hanya mendapatkan akses internet, tetapi juga pengalaman dan pembelajaran yang mendorong mereka untuk berkarya dan mengembangkan bakat. Kami sangat siap mendukung jika Pesta Jawara kembali diselenggarakan. Terima kasih Telkomsel atas pengalaman dan inspirasi yang diberikan kepada para siswa,” paparnya.

Khafifah, seorang warga yang berasal dari Meruya Utara menyampaikan rasa senangnya dapat berpartisipasi dalam kegiatan Kampung Telkomsel. Acara berlangsung meriah, penuh hadiah, dan semakin seru dengan adanya photobooth Kampung Telkomsel.

&quot;Harapan saya, Telkomsel terus menghadirkan lebih banyak program dan kegiatan positif seperti ini, serta dapat dilaksanakan di kesempatan selanjutnya dengan suasana yang lebih meriah,” tuturnya.

Sebagai pelengkap program Kampung Telkomsel dan Pesta Jawara, Telkomsel menyelenggarakan Telkomsel 5G Video Competition. Melalui program ini, masyarakat diajak untuk menciptakan karya video kreatif yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia sekaligus memanfaatkan teknologi digital serta pengalaman konektivitas unggul dari jaringan Telkomsel 5G.

Pada periode ini, mengusung tema “Merdeka Berkarya, Bangga Budaya dengan Telkomsel 5G”. Hingga 20 September 2026, peserta dapat menuangkan kreativitasnya dalam berbagai format video yang menginspirasi. Pemenang akan diumumkan pada 30 September 2026 dan berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik, termasuk perangkat pendukung gaya hidup digital berbasis 5G.

Tema kompetisi akan berganti pada setiap periode penyelenggaraan. Untuk melakukan registrasi serta mendapatkan informasi terbaru, masyarakat dapat mengunjungi laman tsel.id/Kompetisi5Gtsel. 

Dengan menghadirkan Kampung Telkomsel, Pesta Jawara (beserta On Cam Competition), dan Telkomsel 5G Video Competition, Telkomsel Area Jabotabek Jabar terus membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk terhubung, berkreasi, dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital secara produktif, kreatif, dan bermakna.

</content><link>https://www.republikbobotoh.com/2026/09/11/dorong-kreativitas-warga-dan-generasi-muda-telkomsel-hadirkan-kampung-telkomsel-dan-pesta-jawara</link><enclosure length="0" type="image/jpeg" url="https://www.republikbobotoh.com/assets/uploads/2026/09/pesta-jawara-kampung-telkomsel-1-c72a_mid.jpg"/><guid>https://www.republikbobotoh.com/2026/09/11/dorong-kreativitas-warga-dan-generasi-muda-telkomsel-hadirkan-kampung-telkomsel-dan-pesta-jawara</guid></item></channel></rss>